Ketahui 7 Manfaat Buah Naga yang Bikin Kamu Penasaran

Rabu, 16 Juli 2025 oleh journal

Buah naga menawarkan beragam keuntungan bagi kesehatan. Konsumsi buah ini dapat mendukung sistem kekebalan tubuh karena kandungan vitamin C yang tinggi. Selain itu, serat dalam buah naga membantu melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan usus. Kandungan antioksidannya berperan penting dalam menangkal radikal bebas, sehingga berpotensi mencegah berbagai penyakit kronis. Buah naga juga berkontribusi dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil dan menyehatkan jantung.

"Buah naga memiliki potensi yang signifikan dalam mendukung kesehatan secara keseluruhan. Konsumsi rutin, sebagai bagian dari pola makan seimbang, dapat memberikan dampak positif bagi berbagai aspek kesehatan," ujar Dr. Amelia Suryani, seorang ahli gizi klinis.

Ketahui 7 Manfaat Buah Naga yang Bikin Kamu Penasaran

Menurut Dr. Suryani, kandungan nutrisi buah naga, seperti vitamin, mineral, dan antioksidan, menjadikannya pilihan yang baik untuk meningkatkan kesehatan.

Lebih lanjut, buah eksotis ini kaya akan senyawa aktif seperti betalain, yang memberikan warna khas dan berfungsi sebagai antioksidan kuat. Betalain membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, sehingga dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker. Kandungan seratnya yang tinggi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan dan mengontrol kadar gula darah. Disarankan untuk mengonsumsi buah naga secara teratur, sekitar 1-2 buah per minggu, sebagai bagian dari diet sehat dan seimbang. Penting untuk diingat bahwa manfaat kesehatan optimal diperoleh dengan mengkombinasikannya dengan gaya hidup sehat lainnya, seperti olahraga teratur dan istirahat yang cukup.

Apa Manfaat dari Buah Naga

Buah naga, dengan profil nutrisinya yang kaya, menawarkan beragam manfaat kesehatan yang signifikan. Manfaat-manfaat ini berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan dan pencegahan penyakit. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari konsumsi buah naga:

  • Meningkatkan kekebalan tubuh
  • Melancarkan pencernaan
  • Menangkal radikal bebas
  • Menstabilkan gula darah
  • Menyehatkan jantung
  • Meningkatkan kesehatan kulit
  • Mendukung hidrasi

Manfaat-manfaat ini berasal dari kombinasi vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang terkandung dalam buah naga. Sebagai contoh, kandungan seratnya yang tinggi membantu mencegah konstipasi dan mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam usus. Antioksidan seperti betalain melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif, mengurangi risiko penyakit kronis. Integrasi buah naga ke dalam diet seimbang dapat memberikan kontribusi positif bagi kesehatan secara keseluruhan.

Meningkatkan kekebalan tubuh

Peningkatan kekebalan tubuh merupakan salah satu kontribusi signifikan yang ditawarkan konsumsi buah naga. Sistem kekebalan yang optimal esensial dalam melindungi tubuh dari serangan patogen dan penyakit. Buah naga, melalui kandungan nutrisinya, mendukung berbagai mekanisme pertahanan tubuh.

  • Kandungan Vitamin C

    Vitamin C, sebagai antioksidan kuat, berperan penting dalam merangsang produksi dan fungsi sel-sel imun, seperti limfosit dan fagosit. Sel-sel ini bertugas melawan infeksi dan membersihkan tubuh dari zat-zat berbahaya. Konsumsi buah naga yang kaya vitamin C dapat meningkatkan efektivitas sistem kekebalan dalam merespons ancaman dari luar.

  • Antioksidan Lainnya (Betalain dan Flavonoid)

    Selain vitamin C, buah naga mengandung antioksidan lain seperti betalain dan flavonoid. Antioksidan ini membantu melindungi sel-sel kekebalan dari kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat melemahkan respons imun. Dengan mengurangi stres oksidatif, antioksidan ini membantu menjaga integritas dan fungsi sel-sel kekebalan.

  • Prebiotik dan Kesehatan Usus

    Buah naga mengandung serat yang berfungsi sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik dalam usus. Kesehatan usus yang baik berkorelasi erat dengan kekebalan tubuh yang kuat. Bakteri baik membantu memodulasi respons imun, mengurangi peradangan, dan melindungi dari infeksi.

  • Mineral Esensial

    Buah naga juga mengandung mineral esensial seperti zat besi dan magnesium, yang berperan penting dalam fungsi kekebalan. Zat besi dibutuhkan untuk produksi sel-sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk sel-sel imun. Magnesium membantu mengatur respons inflamasi dan mendukung fungsi sel-sel kekebalan.

Dengan mengkombinasikan berbagai nutrisi penting, buah naga berkontribusi signifikan dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Konsumsi teratur, sebagai bagian dari pola makan sehat, dapat meningkatkan resistensi terhadap infeksi dan penyakit, serta menjaga kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, integrasi buah ini dalam diet sehari-hari merupakan langkah proaktif dalam mendukung sistem pertahanan alami tubuh.

Melancarkan pencernaan

Efek positif buah naga terhadap sistem pencernaan merupakan salah satu kontribusi utamanya bagi kesehatan. Kelancaran pencernaan esensial untuk penyerapan nutrisi yang optimal, eliminasi limbah yang efisien, dan pencegahan masalah gastrointestinal. Buah naga, melalui komposisi serat dan kandungan airnya, memfasilitasi proses pencernaan dengan beberapa mekanisme:

  • Kandungan Serat Tinggi: Serat, baik larut maupun tidak larut, memainkan peran krusial. Serat larut membentuk gel dalam saluran pencernaan, memperlambat proses pencernaan dan membantu mengatur kadar gula darah. Serat tidak larut menambahkan volume pada tinja, mempermudah pergerakannya melalui usus, dan mencegah konstipasi.
  • Prebiotik Alami: Buah ini mengandung prebiotik, yaitu serat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, tetapi menjadi makanan bagi bakteri baik (probiotik) di usus. Probiotik memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus, meningkatkan kesehatan pencernaan secara keseluruhan, dan mendukung sistem kekebalan tubuh.
  • Meningkatkan Peristaltik Usus: Volume tinja yang bertambah karena serat merangsang peristaltik, yaitu kontraksi otot-otot usus yang mendorong makanan dan limbah melalui saluran pencernaan. Peristaltik yang efisien mencegah penumpukan feses dan mengurangi risiko konstipasi.
  • Membantu Hidrasi: Kandungan air yang signifikan dalam buah naga membantu menjaga tinja tetap lunak dan mudah dikeluarkan. Hidrasi yang cukup penting untuk mencegah konstipasi dan memastikan fungsi pencernaan yang optimal.
  • Mengurangi Risiko Divertikulitis: Konsumsi serat yang cukup, seperti yang ditemukan dalam buah naga, dapat membantu mengurangi risiko divertikulitis, yaitu peradangan pada kantung-kantung kecil (divertikula) yang dapat terbentuk di dinding usus besar.

Dengan memfasilitasi kelancaran pencernaan, buah naga berkontribusi pada kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan. Konsumsi teratur dapat membantu mencegah konstipasi, menjaga keseimbangan mikrobiota usus, dan mengurangi risiko penyakit gastrointestinal. Efek ini menjadikan buah naga sebagai tambahan yang berharga untuk diet yang bertujuan meningkatkan kesehatan pencernaan.

Menangkal Radikal Bebas

Kemampuan untuk menangkal radikal bebas merupakan aspek krusial dari manfaat kesehatan yang ditawarkan buah naga. Radikal bebas, molekul tidak stabil yang dihasilkan oleh proses metabolisme tubuh atau paparan lingkungan, dapat merusak sel-sel dan DNA, memicu peradangan, dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Buah naga, dengan kandungan antioksidannya yang kaya, berperan penting dalam menetralisir radikal bebas dan melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif.

  • Kandungan Antioksidan yang Beragam

    Buah naga mengandung berbagai jenis antioksidan, termasuk vitamin C, betalain, dan flavonoid. Setiap jenis antioksidan bekerja dengan mekanisme yang berbeda untuk menetralkan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Kombinasi antioksidan ini memberikan perlindungan yang komprehensif terhadap stres oksidatif.

  • Peran Betalain dalam Perlindungan Sel

    Betalain, pigmen yang memberikan warna merah atau ungu pada beberapa varietas buah naga, adalah antioksidan yang sangat kuat. Betalain telah terbukti efektif dalam melindungi sel-sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas, terutama pada sel-sel hati dan otak. Perlindungan ini dapat membantu mengurangi risiko penyakit hati dan gangguan neurodegeneratif.

  • Kontribusi Vitamin C terhadap Sistem Kekebalan

    Vitamin C, selain berperan sebagai antioksidan, juga penting untuk fungsi sistem kekebalan tubuh. Vitamin C membantu meningkatkan produksi dan aktivitas sel-sel imun, yang bertugas melawan infeksi dan membersihkan tubuh dari zat-zat berbahaya. Dengan melindungi sel-sel imun dari kerusakan oksidatif, vitamin C memastikan sistem kekebalan dapat berfungsi secara optimal.

  • Pengaruh Flavonoid terhadap Peradangan

    Flavonoid, kelompok antioksidan yang ditemukan dalam buah naga, memiliki sifat anti-inflamasi. Flavonoid membantu mengurangi peradangan kronis, yang merupakan faktor risiko utama untuk berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Dengan mengurangi peradangan, flavonoid membantu melindungi tubuh dari kerusakan jangka panjang.

  • Implikasi dalam Pencegahan Penyakit Kronis

    Kemampuan buah naga untuk menangkal radikal bebas dan mengurangi peradangan memiliki implikasi yang signifikan dalam pencegahan penyakit kronis. Konsumsi teratur buah naga, sebagai bagian dari diet sehat, dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit neurodegeneratif. Efek perlindungan ini menjadikan buah naga sebagai tambahan yang berharga untuk gaya hidup sehat.

Dengan menawarkan perlindungan yang kuat terhadap radikal bebas, buah naga berkontribusi signifikan pada kesehatan secara keseluruhan. Kombinasi antioksidan yang beragam bekerja secara sinergis untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif, mengurangi peradangan, dan mencegah penyakit kronis. Efek ini memperkuat peran buah naga sebagai elemen penting dalam diet yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan.

Menstabilkan gula darah

Kemampuan untuk menjaga kadar glukosa dalam darah pada rentang yang sehat merupakan aspek vital dari pengelolaan kesehatan, terutama bagi individu yang berisiko atau menderita diabetes. Buah naga, melalui komposisi uniknya, berkontribusi positif terhadap stabilisasi kadar gula darah melalui beberapa mekanisme yang saling terkait. Kandungan seratnya yang tinggi memperlambat penyerapan glukosa dari makanan ke dalam aliran darah, mencegah lonjakan kadar gula darah setelah makan. Serat larut, khususnya, membentuk gel dalam saluran pencernaan, yang semakin menghambat penyerapan glukosa. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa senyawa tertentu dalam buah naga dapat meningkatkan sensitivitas insulin, hormon yang bertanggung jawab untuk memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel untuk energi. Peningkatan sensitivitas insulin memungkinkan tubuh menggunakan glukosa secara lebih efisien, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Indeks glikemik (IG) buah naga yang relatif rendah juga berkontribusi pada efek stabilisasi gula darah. Makanan dengan IG rendah melepaskan glukosa secara bertahap ke dalam aliran darah, menghindari fluktuasi tajam yang dapat membahayakan kesehatan. Dengan demikian, konsumsi buah naga, sebagai bagian dari diet seimbang, dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengelola kadar gula darah, mengurangi risiko komplikasi terkait diabetes, dan meningkatkan kesehatan metabolik secara keseluruhan.

Menyehatkan jantung

Kontribusi positif terhadap kesehatan jantung merupakan aspek krusial dari manfaat yang ditawarkan oleh konsumsi buah naga. Kesehatan kardiovaskular yang optimal esensial untuk fungsi tubuh secara keseluruhan, serta pencegahan penyakit yang mengancam jiwa. Buah naga, melalui komposisi nutrisinya yang unik, mendukung berbagai mekanisme yang berkontribusi pada kesehatan jantung.

Kandungan Serat yang Membantu Menurunkan Kolesterol: Serat larut dalam buah naga berperan dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Serat ini mengikat kolesterol dalam saluran pencernaan dan mencegah penyerapannya ke dalam aliran darah. Penurunan kadar kolesterol LDL mengurangi risiko pembentukan plak di arteri, yang dapat menyebabkan aterosklerosis dan penyakit jantung koroner.

Antioksidan yang Melindungi Pembuluh Darah: Antioksidan, seperti betalain dan flavonoid, melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah, memicu peradangan, dan meningkatkan risiko pembentukan plak. Antioksidan membantu menjaga integritas pembuluh darah dan mencegah perkembangan penyakit kardiovaskular.

Kalium yang Mengatur Tekanan Darah: Buah naga mengandung kalium, mineral penting yang membantu mengatur tekanan darah. Kalium membantu menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh, mengurangi tekanan pada dinding arteri, dan menurunkan risiko hipertensi. Tekanan darah yang terkontrol merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan jantung.

Lemak Tak Jenuh yang Bermanfaat: Meskipun buah naga rendah lemak, sebagian kecil lemak yang terkandung di dalamnya adalah lemak tak jenuh yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Lemak tak jenuh membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), yang memiliki efek protektif terhadap jantung.

Pengurangan Risiko Peradangan: Kandungan antioksidan dan senyawa anti-inflamasi dalam buah naga membantu mengurangi peradangan kronis, yang merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung. Peradangan dapat merusak pembuluh darah dan memicu pembentukan plak. Dengan mengurangi peradangan, buah naga membantu melindungi jantung dari kerusakan.

Dengan mendukung berbagai mekanisme ini, konsumsi buah naga secara teratur dapat berkontribusi signifikan pada kesehatan jantung. Efek protektifnya terhadap pembuluh darah, kemampuannya menurunkan kolesterol dan tekanan darah, serta sifat anti-inflamasinya menjadikan buah ini sebagai tambahan yang berharga untuk diet yang bertujuan meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan mencegah penyakit jantung.

Meningkatkan kesehatan kulit

Kesehatan kulit, sebagai representasi visual kesejahteraan, seringkali mencerminkan kondisi internal tubuh. Konsumsi buah naga, dengan profil nutrisinya yang kaya, berkontribusi positif pada pemeliharaan dan peningkatan kesehatan kulit melalui berbagai mekanisme biologis.

  • Antioksidan untuk Melawan Kerusakan Akibat Radikal Bebas

    Paparan radikal bebas dari polusi, radiasi UV, dan stres dapat memicu kerusakan sel kulit, menyebabkan penuaan dini, kerutan, dan hiperpigmentasi. Buah naga kaya akan antioksidan seperti vitamin C dan betalain yang menetralisir radikal bebas, melindungi sel-sel kulit dari kerusakan oksidatif. Perlindungan ini membantu menjaga elastisitas kulit, mengurangi kerutan, dan mencegah pembentukan noda hitam.

  • Vitamin C untuk Produksi Kolagen

    Kolagen, protein struktural utama kulit, bertanggung jawab atas kekencangan dan elastisitasnya. Produksi kolagen alami menurun seiring bertambahnya usia. Vitamin C, nutrisi penting yang ditemukan dalam buah naga, berperan penting dalam sintesis kolagen. Konsumsi buah ini dapat merangsang produksi kolagen, membantu menjaga kekencangan kulit, mengurangi kerutan, dan meningkatkan regenerasi sel kulit.

  • Hidrasi untuk Kelembapan Kulit

    Dehidrasi dapat menyebabkan kulit kering, kusam, dan rentan terhadap iritasi. Buah naga memiliki kandungan air yang tinggi, membantu menjaga hidrasi kulit dari dalam. Hidrasi yang cukup penting untuk menjaga kelembapan kulit, meningkatkan elastisitasnya, dan mencegah kekeringan dan pengelupasan.

  • Efek Anti-inflamasi untuk Mengurangi Peradangan Kulit

    Peradangan kronis dapat memicu berbagai masalah kulit, seperti jerawat, eksim, dan psoriasis. Buah naga mengandung senyawa anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada kulit. Efek anti-inflamasi ini dapat membantu meredakan gejala penyakit kulit inflamasi, mengurangi kemerahan, dan mempercepat penyembuhan luka.

Melalui kombinasi antioksidan, vitamin, hidrasi, dan efek anti-inflamasi, konsumsi buah naga berkontribusi signifikan pada peningkatan kesehatan kulit. Integrasi buah ini dalam diet seimbang dapat membantu menjaga kulit tetap sehat, terhidrasi, dan terlindungi dari kerusakan, sehingga meningkatkan penampilan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Mendukung hidrasi

Kandungan air yang signifikan dalam buah naga berkontribusi pada hidrasi tubuh, sebuah fungsi esensial yang mendasari berbagai proses fisiologis. Hidrasi yang memadai vital untuk menjaga volume darah, mengatur suhu tubuh, melancarkan pencernaan, dan mengoptimalkan fungsi organ. Buah naga, dengan kandungan airnya yang tinggi, dapat menjadi sumber hidrasi tambahan, terutama penting dalam kondisi di mana kebutuhan cairan meningkat, seperti saat berolahraga, cuaca panas, atau saat mengalami dehidrasi ringan. Lebih lanjut, konsumsi buah dengan kandungan air tinggi dapat berkontribusi pada rasa kenyang, yang berpotensi membantu dalam pengelolaan berat badan. Kekurangan cairan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kelelahan, sakit kepala, konstipasi, dan penurunan kinerja kognitif. Oleh karena itu, integrasi buah naga ke dalam diet sehari-hari dapat menjadi strategi yang efektif untuk mendukung hidrasi optimal dan menjaga fungsi tubuh secara keseluruhan.

Tips Optimalisasi Konsumsi Buah Naga

Pemanfaatan potensi kesehatan buah naga memerlukan strategi yang tepat untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi dan efek positifnya. Penerapan beberapa panduan berikut dapat meningkatkan manfaat yang diperoleh dari konsumsi buah ini.

Tip 1: Kombinasikan dengan Sumber Lemak Sehat
Vitamin larut lemak, seperti vitamin A dan E (meskipun buah naga tidak kaya akan vitamin ini, namun penyerapan nutrisi secara umum ditingkatkan), membutuhkan lemak untuk penyerapan optimal. Konsumsi buah naga bersama dengan sumber lemak sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, atau biji-bijian dapat meningkatkan penyerapan nutrisi secara keseluruhan.

Tip 2: Konsumsi dalam Kondisi Segar
Kandungan antioksidan dan vitamin dalam buah cenderung menurun seiring waktu dan paparan panas. Konsumsi buah naga dalam kondisi segar dan segera setelah dipotong akan memastikan perolehan nutrisi yang maksimal. Hindari pengolahan yang berlebihan seperti pemanasan atau perebusan.

Tip 3: Variasikan Jenis dan Warna Buah
Buah naga hadir dalam berbagai varietas dengan warna daging yang berbeda, seperti merah, putih, dan kuning. Setiap varietas memiliki profil nutrisi yang sedikit berbeda. Mengonsumsi variasi warna yang berbeda dapat memastikan asupan nutrisi yang lebih lengkap.

Tip 4: Perhatikan Waktu Konsumsi
Konsumsi buah naga sebagai camilan di antara waktu makan dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan memberikan rasa kenyang. Hindari mengonsumsi buah ini dalam jumlah besar sebelum tidur, terutama bagi individu dengan masalah pencernaan.

Tip 5: Integrasikan dalam Diet Seimbang
Buah naga bukanlah pengganti makanan utama, melainkan pelengkap diet sehat dan seimbang. Pastikan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan lain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi secara keseluruhan.

Tip 6: Konsultasikan dengan Profesional Kesehatan
Individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes atau alergi makanan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi buah naga secara teratur. Hal ini penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas konsumsi buah ini dalam konteks kondisi kesehatan yang spesifik.

Penerapan tips ini akan membantu memaksimalkan manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh buah naga, mendukung kesehatan secara keseluruhan, dan mengoptimalkan fungsi tubuh.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Efek positif konsumsi buah naga telah menjadi subjek berbagai studi ilmiah, baik secara in vitro, in vivo, maupun melalui observasi populasi. Studi-studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi mekanisme biologis yang mendasari manfaat kesehatan yang dikaitkan dengan konsumsi buah eksotis ini.

Salah satu studi meneliti pengaruh ekstrak buah naga pada kadar glukosa darah tikus yang diinduksi diabetes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah naga secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Studi ini mengindikasikan potensi buah naga sebagai agen antidiabetes alami. Metodologi studi melibatkan pembagian tikus menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, dengan kelompok perlakuan menerima ekstrak buah naga dalam dosis yang berbeda. Kadar glukosa darah diukur secara berkala untuk mengevaluasi efek ekstrak tersebut.

Studi lain meneliti efek antioksidan dari betalain, senyawa pigmen yang ditemukan dalam buah naga merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa betalain memiliki kemampuan untuk menetralkan radikal bebas dan melindungi sel-sel dari kerusakan oksidatif. Studi ini mengkonfirmasi peran antioksidan buah naga dalam mencegah penyakit kronis yang terkait dengan stres oksidatif. Namun demikian, terdapat juga perdebatan mengenai bioavailabilitas betalain setelah konsumsi oral. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa betalain mungkin tidak diserap dengan baik oleh tubuh, sementara penelitian lain mengindikasikan bahwa betalain dapat dimetabolisme oleh mikrobiota usus menjadi senyawa yang lebih aktif secara biologis.

Penting untuk secara kritis mengevaluasi bukti ilmiah yang mendukung manfaat kesehatan buah naga. Studi lebih lanjut, terutama studi klinis pada manusia, diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan-temuan awal dan mengidentifikasi dosis optimal serta mekanisme aksi yang tepat. Observasi populasi yang membandingkan kesehatan individu yang mengonsumsi buah naga secara teratur dengan individu yang tidak mengonsumsinya juga dapat memberikan wawasan yang berharga.