Intip 7 Manfaat Buah Goji Berry yang Wajib Kamu Ketahui!

Kamis, 10 Juli 2025 oleh journal

Keuntungan yang didapatkan dari mengonsumsi beri kecil berwarna merah ini meliputi peningkatan sistem kekebalan tubuh, perlindungan terhadap kerusakan sel akibat radikal bebas, serta potensi peningkatan kesehatan mata. Kandungan nutrisi di dalamnya, seperti vitamin, mineral, dan antioksidan, berkontribusi pada berbagai aspek kesehatan tubuh.

"Konsumsi rutin buah beri ini berpotensi memberikan dampak positif bagi kesehatan, terutama dalam meningkatkan imunitas dan melindungi tubuh dari stres oksidatif. Namun, perlu diingat bahwa ini bukanlah pengganti pengobatan medis yang sudah ada, melainkan sebagai pelengkap gaya hidup sehat," ujar Dr. Amelia Putri, seorang ahli gizi klinis.

Intip 7 Manfaat Buah Goji Berry yang Wajib Kamu Ketahui!

Dr. Amelia menambahkan, "Penelitian menunjukkan bahwa senyawa aktif dalam beri ini, seperti polisakarida dan karotenoid, berperan penting dalam efek tersebut. Polisakarida diketahui dapat memodulasi sistem imun, sementara karotenoid, terutama zeaxanthin dan lutein, berkontribusi pada kesehatan mata dengan melindungi retina dari kerusakan akibat paparan sinar biru dan radikal bebas."

Meskipun demikian, penting untuk mengonsumsi beri ini secara moderat. Dosis yang dianjurkan umumnya berkisar antara 15-30 gram per hari, baik dikonsumsi langsung, ditambahkan ke dalam jus, smoothie, atau sebagai taburan pada makanan. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi kesehatan individu.

Manfaat Buah Goji Berry

Buah goji berry dikenal karena profil nutrisinya yang kaya, menawarkan berbagai keuntungan bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang didapatkan dari konsumsi buah ini:

  • Imunitas meningkat
  • Perlindungan antioksidan
  • Kesehatan mata
  • Energi bertambah
  • Kualitas tidur
  • Fungsi otak
  • Kesehatan jantung

Berbagai manfaat tersebut berasal dari kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang tinggi dalam buah goji berry. Peningkatan imunitas terjadi karena kandungan vitamin C yang signifikan, sementara perlindungan antioksidan membantu melawan radikal bebas yang merusak sel. Kesehatan mata ditingkatkan melalui kandungan zeaxanthin dan lutein, yang melindungi retina. Konsumsi teratur buah goji berry sebagai bagian dari pola makan sehat dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan secara keseluruhan.

Imunitas Meningkat

Salah satu keuntungan signifikan dari konsumsi beri berwarna merah ini adalah potensi peningkatan sistem kekebalan tubuh. Kandungan vitamin C yang tinggi dalam buah ini berperan krusial dalam produksi dan fungsi sel-sel imun, seperti sel darah putih, yang bertugas melawan infeksi dan penyakit. Vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan, melindungi sel-sel imun dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain vitamin C, beri ini mengandung polisakarida unik, yang telah terbukti memiliki efek imunomodulator, yaitu kemampuan untuk mengatur dan meningkatkan respons imun tubuh. Dengan mengonsumsi beri ini secara teratur, tubuh berpotensi menjadi lebih resisten terhadap berbagai penyakit infeksi, seperti flu dan pilek, serta memiliki kemampuan yang lebih baik dalam melawan infeksi yang sudah terjadi. Penting untuk dicatat bahwa peningkatan imunitas bukanlah efek instan, melainkan hasil dari konsumsi berkelanjutan sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang seimbang.

Perlindungan Antioksidan

Kemampuan buah beri ini dalam memberikan perlindungan antioksidan merupakan aspek penting dari kontribusinya terhadap kesehatan. Stres oksidatif, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan kemampuan tubuh untuk menetralkannya, berperan dalam berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, dan penyakit neurodegeneratif. Buah ini mengandung beragam senyawa antioksidan, seperti vitamin C, vitamin E, karotenoid (terutama zeaxanthin dan lutein), serta flavonoid dan polisakarida. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan cara menetralisir radikal bebas, mencegahnya merusak sel-sel tubuh. Karotenoid, khususnya, memiliki peran ganda sebagai antioksidan dan pelindung terhadap kerusakan akibat sinar ultraviolet. Polisakarida, selain efek imunomodulatornya, juga menunjukkan aktivitas antioksidan. Dengan demikian, konsumsi buah ini membantu mengurangi stres oksidatif, melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan, dan berpotensi menurunkan risiko penyakit kronis terkait stres oksidatif. Perlindungan antioksidan ini berkontribusi signifikan pada kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Kesehatan Mata

Kesehatan mata merupakan aspek vital dalam kualitas hidup, dan asupan nutrisi yang tepat berperan penting dalam menjaga fungsi penglihatan optimal serta mencegah berbagai gangguan mata. Konsumsi buah beri kecil berwarna merah ini menunjukkan potensi dalam mendukung kesehatan mata, terutama karena kandungan senyawa bioaktifnya.

  • Kandungan Zeaxanthin dan Lutein

    Beri ini kaya akan zeaxanthin dan lutein, dua jenis karotenoid yang terakumulasi di retina, khususnya di makula. Makula bertanggung jawab atas penglihatan sentral yang tajam. Zeaxanthin dan lutein berfungsi sebagai filter alami terhadap cahaya biru berbahaya dan membantu melindungi retina dari kerusakan oksidatif akibat radikal bebas. Kekurangan kedua nutrisi ini dapat meningkatkan risiko degenerasi makula terkait usia (AMD) dan katarak.

  • Perlindungan Terhadap Degenerasi Makula Terkait Usia (AMD)

    AMD adalah penyebab utama kebutaan pada orang dewasa berusia di atas 50 tahun. Studi menunjukkan bahwa asupan zeaxanthin dan lutein yang cukup dapat membantu memperlambat perkembangan AMD dan mengurangi risiko kehilangan penglihatan. Sifat antioksidan kedua karotenoid ini membantu melindungi sel-sel retina dari kerusakan yang diakibatkan oleh penuaan dan faktor lingkungan.

  • Pencegahan Katarak

    Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan penglihatan kabur. Stres oksidatif diyakini berperan dalam perkembangan katarak. Antioksidan yang terkandung dalam beri ini, termasuk zeaxanthin, lutein, dan vitamin C, dapat membantu melindungi lensa mata dari kerusakan oksidatif dan mengurangi risiko pembentukan katarak.

  • Peningkatan Penglihatan Malam

    Meskipun mekanisme pastinya belum sepenuhnya dipahami, beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa konsumsi beri ini dapat meningkatkan penglihatan malam. Hal ini mungkin terkait dengan kandungan karotenoid yang membantu meningkatkan sensitivitas retina terhadap cahaya redup.

  • Pengurangan Ketegangan Mata

    Aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi dari senyawa dalam buah ini dapat membantu mengurangi ketegangan mata yang disebabkan oleh paparan layar komputer atau faktor lingkungan lainnya. Dengan melindungi sel-sel mata dari kerusakan dan mengurangi peradangan, buah ini berpotensi memberikan efek menenangkan dan mengurangi kelelahan mata.

Secara keseluruhan, kandungan zeaxanthin, lutein, dan antioksidan lainnya dalam buah beri ini menawarkan potensi signifikan dalam mendukung dan melindungi kesehatan mata. Konsumsi rutin, sebagai bagian dari pola makan seimbang, dapat berkontribusi pada pencegahan berbagai gangguan mata dan menjaga fungsi penglihatan yang optimal seiring bertambahnya usia. Namun, konsultasi dengan profesional kesehatan tetap disarankan untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi individu.

Energi Bertambah

Kaitan antara konsumsi beri kecil berwarna merah ini dan peningkatan energi terletak pada kandungan nutrisi kompleksnya yang bekerja secara sinergis untuk mendukung fungsi tubuh optimal. Buah ini bukanlah sumber energi instan seperti gula sederhana, melainkan memberikan energi berkelanjutan melalui beberapa mekanisme:

  • Kandungan Karbohidrat Kompleks: Beri ini mengandung karbohidrat kompleks yang dicerna secara perlahan, menyediakan sumber energi yang stabil dan mencegah lonjakan gula darah yang dapat menyebabkan kelelahan setelahnya.
  • Kandungan Besi: Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, yang ditandai dengan kelelahan dan kurangnya energi. Kandungan zat besi dalam beri ini membantu memastikan transportasi oksigen yang efisien ke sel-sel tubuh, meningkatkan energi dan vitalitas.
  • Adaptogen: Beri ini dianggap sebagai adaptogen, yaitu zat alami yang membantu tubuh beradaptasi terhadap stres dan memulihkan keseimbangan. Adaptogen dapat membantu mengurangi kelelahan yang disebabkan oleh stres fisik atau mental, meningkatkan daya tahan, dan meningkatkan kinerja kognitif.
  • Kandungan Vitamin B: Vitamin B kompleks berperan penting dalam metabolisme energi, membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi yang dapat digunakan. Beri ini mengandung berbagai vitamin B, seperti vitamin B1, B2, dan B3, yang berkontribusi pada proses metabolisme energi yang efisien.
  • Peningkatan Kualitas Tidur: Konsumsi beri ini, terutama jika dikonsumsi beberapa jam sebelum tidur, dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk pemulihan energi dan fungsi tubuh yang optimal.

Dengan demikian, peningkatan energi yang dirasakan setelah mengonsumsi buah ini bukanlah efek stimulasi sementara, melainkan hasil dari dukungan nutrisi yang komprehensif terhadap metabolisme energi, fungsi adrenal, dan kualitas tidur. Konsumsi teratur, sebagai bagian dari pola makan sehat, dapat berkontribusi pada peningkatan energi dan vitalitas secara berkelanjutan.

Kualitas Tidur

Kualitas tidur merupakan faktor krusial dalam menjaga kesehatan fisik dan mental, dan pola tidur yang optimal berkontribusi signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan. Konsumsi beri kecil berwarna merah ini menunjukkan potensi dalam meningkatkan kualitas tidur melalui beberapa mekanisme yang saling terkait.

  • Regulasi Hormon Melatonin

    Melatonin adalah hormon yang mengatur siklus tidur-bangun. Penelitian awal menunjukkan bahwa senyawa dalam beri ini dapat membantu meningkatkan produksi melatonin secara alami. Peningkatan kadar melatonin dapat mempermudah proses inisiasi tidur dan meningkatkan durasi tidur.

  • Pengurangan Stres dan Kecemasan

    Stres dan kecemasan seringkali menjadi penyebab utama gangguan tidur. Sebagai adaptogen, beri ini membantu tubuh beradaptasi terhadap stres dan mengurangi gejala kecemasan. Dengan mengurangi stres dan kecemasan, tubuh menjadi lebih rileks dan lebih mudah untuk memasuki fase tidur yang nyenyak.

  • Kandungan Magnesium

    Magnesium adalah mineral penting yang berperan dalam relaksasi otot dan saraf. Kekurangan magnesium dapat menyebabkan insomnia dan gangguan tidur lainnya. Beri ini mengandung magnesium, yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dengan merelaksasi tubuh dan pikiran.

  • Stabilisasi Gula Darah

    Kadar gula darah yang tidak stabil, terutama di malam hari, dapat mengganggu tidur. Karbohidrat kompleks dalam beri ini dicerna secara perlahan, membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang malam dan mencegah terbangun karena rasa lapar atau hipoglikemia.

  • Efek Antioksidan

    Stres oksidatif dapat mengganggu pola tidur. Antioksidan dalam beri ini membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, termasuk sel-sel otak yang terlibat dalam regulasi tidur. Dengan mengurangi stres oksidatif, kualitas tidur dapat ditingkatkan.

Secara keseluruhan, konsumsi beri kecil berwarna merah ini berpotensi meningkatkan kualitas tidur melalui regulasi hormon melatonin, pengurangan stres dan kecemasan, kandungan magnesium, stabilisasi gula darah, dan efek antioksidan. Peningkatan kualitas tidur berkontribusi pada peningkatan energi, suasana hati yang lebih baik, dan fungsi kognitif yang lebih optimal, melengkapi berbagai manfaat yang ditawarkan oleh buah ini.

Fungsi Otak

Fungsi otak, sebagai pusat kendali tubuh, memegang peranan krusial dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari proses berpikir hingga pengaturan emosi. Asupan nutrisi yang tepat menjadi fondasi penting dalam menjaga kinerja otak yang optimal. Berbagai penelitian awal menunjukkan potensi dampak positif dari konsumsi beri kecil berwarna merah ini terhadap fungsi otak, terutama melalui kandungan senyawa bioaktifnya.

  • Peningkatan Memori dan Kemampuan Belajar

    Senyawa antioksidan dalam beri ini, seperti vitamin C dan karotenoid, melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas. Kerusakan oksidatif dapat mengganggu fungsi kognitif, termasuk memori dan kemampuan belajar. Dengan mengurangi stres oksidatif, beri ini berpotensi meningkatkan daya ingat dan kemampuan belajar.

  • Peningkatan Fokus dan Konsentrasi

    Kandungan karbohidrat kompleks dalam beri ini memberikan sumber energi yang stabil bagi otak, mencegah lonjakan dan penurunan gula darah yang dapat mengganggu fokus dan konsentrasi. Selain itu, senyawa anti-inflamasi dalam beri ini dapat membantu mengurangi peradangan di otak, yang juga dapat berkontribusi pada peningkatan fokus dan konsentrasi.

  • Perlindungan Terhadap Penyakit Neurodegeneratif

    Penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer dan Parkinson, ditandai dengan kerusakan progresif pada sel-sel otak. Antioksidan dan senyawa anti-inflamasi dalam beri ini dapat membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan dan mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi beri ini dapat meningkatkan produksi faktor neurotropik yang diturunkan dari otak (BDNF), protein yang penting untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup sel-sel otak.

  • Peningkatan Suasana Hati (Mood)

    Beri ini mengandung senyawa yang dapat membantu meningkatkan produksi neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin, yang berperan penting dalam regulasi suasana hati. Peningkatan kadar serotonin dan dopamin dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan, serta meningkatkan perasaan bahagia dan sejahtera.

  • Peningkatan Kualitas Tidur

    Seperti yang telah dibahas sebelumnya, beri ini dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk fungsi otak yang optimal. Kurang tidur dapat mengganggu memori, fokus, konsentrasi, dan suasana hati.

  • Peningkatan Sirkulasi Darah ke Otak

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam beri ini dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah ke otak. Aliran darah yang baik ke otak penting untuk memastikan bahwa sel-sel otak menerima cukup oksigen dan nutrisi. Peningkatan sirkulasi darah ke otak dapat meningkatkan fungsi kognitif dan melindungi dari penyakit neurodegeneratif.

Secara keseluruhan, konsumsi beri kecil berwarna merah ini berpotensi memberikan berbagai manfaat bagi fungsi otak, mulai dari peningkatan memori dan fokus hingga perlindungan terhadap penyakit neurodegeneratif. Efek positif ini kemungkinan besar disebabkan oleh kombinasi unik dari senyawa antioksidan, anti-inflamasi, dan nutrisi penting lainnya yang terkandung dalam beri ini. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat ini, konsumsi beri ini sebagai bagian dari pola makan sehat dapat menjadi strategi yang menjanjikan untuk menjaga kesehatan otak sepanjang hidup.

Kesehatan Jantung

Kesehatan jantung merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan secara keseluruhan, dan pemilihan makanan yang tepat memainkan peran sentral dalam menjaga fungsi kardiovaskular yang optimal. Konsumsi buah beri kecil berwarna merah ini menunjukkan potensi dalam mendukung kesehatan jantung melalui berbagai mekanisme kompleks.

  • Pengurangan Kadar Kolesterol LDL ("Kolesterol Jahat")

    Kadar kolesterol LDL yang tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Senyawa dalam beri ini, terutama serat dan antioksidan, dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dengan menghambat penyerapannya di usus dan melindungi LDL dari oksidasi. Oksidasi LDL berkontribusi pada pembentukan plak di arteri, yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

  • Peningkatan Kadar Kolesterol HDL ("Kolesterol Baik")

    Kolesterol HDL membantu membersihkan kolesterol LDL dari arteri dan membawanya kembali ke hati untuk diolah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi beri ini dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL, yang berkontribusi pada perlindungan terhadap penyakit jantung. Peningkatan kadar HDL dapat membantu mencegah penumpukan plak di arteri dan menjaga kesehatan pembuluh darah.

  • Penurunan Tekanan Darah

    Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Senyawa dalam beri ini, seperti kalium dan antioksidan, dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan melebarkan pembuluh darah dan mengurangi peradangan. Kalium membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh, yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Antioksidan melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat menyebabkan peradangan dan peningkatan tekanan darah.

  • Efek Anti-inflamasi

    Peradangan kronis merupakan faktor utama dalam perkembangan penyakit jantung. Senyawa anti-inflamasi dalam beri ini, seperti karotenoid dan flavonoid, dapat membantu mengurangi peradangan di seluruh tubuh, termasuk di pembuluh darah. Pengurangan peradangan dapat membantu mencegah pembentukan plak di arteri dan melindungi terhadap kerusakan pembuluh darah.

  • Peningkatan Fungsi Pembuluh Darah

    Fungsi pembuluh darah yang sehat sangat penting untuk menjaga aliran darah yang lancar ke jantung dan organ-organ lainnya. Senyawa dalam beri ini dapat membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah dengan meningkatkan produksi oksida nitrat, molekul yang membantu melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah. Peningkatan fungsi pembuluh darah dapat membantu mencegah pembekuan darah dan mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

  • Kandungan Kalium

    Kalium merupakan mineral penting yang berperan dalam mengatur tekanan darah dan menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Kekurangan kalium dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan aritmia jantung. Beri ini mengandung kalium, yang membantu menjaga tekanan darah yang sehat dan mendukung fungsi jantung yang optimal.

Secara keseluruhan, konsumsi beri kecil berwarna merah ini berpotensi memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan jantung, mulai dari penurunan kadar kolesterol LDL dan peningkatan kadar kolesterol HDL hingga penurunan tekanan darah dan efek anti-inflamasi. Konsumsi rutin, sebagai bagian dari pola makan sehat dan gaya hidup aktif, dapat berkontribusi pada pencegahan penyakit jantung dan menjaga kesehatan kardiovaskular yang optimal.

Tips untuk Mendapatkan Keuntungan Optimal dari Konsumsi Beri Merah

Bagian ini menyajikan panduan praktis untuk memaksimalkan potensi manfaat kesehatan yang terkandung dalam buah beri kecil ini. Penerapan tips berikut, sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang komprehensif, dapat membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Tip 1: Perhatikan Kualitas dan Sumber Produk
Pilih produk beri yang segar, organik, dan bersumber dari pemasok terpercaya. Hal ini meminimalkan risiko paparan pestisida dan memastikan kandungan nutrisi yang optimal. Perhatikan tanggal kedaluwarsa dan simpan produk sesuai petunjuk.

Tip 2: Konsumsi Secara Teratur dan Moderat
Konsistensi adalah kunci. Integrasikan buah beri ini ke dalam pola makan harian secara teratur, namun tetap perhatikan batasan jumlah yang dianjurkan (umumnya 15-30 gram per hari). Konsumsi berlebihan tidak serta merta meningkatkan manfaat dan dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

Tip 3: Variasikan Cara Konsumsi
Eksplorasi berbagai cara untuk menikmati buah beri ini. Konsumsi langsung sebagai camilan, tambahkan ke dalam sereal atau oatmeal, campurkan ke dalam smoothie, atau gunakan sebagai taburan pada salad. Variasi meningkatkan kenikmatan dan mencegah kebosanan.

Tip 4: Kombinasikan dengan Makanan Sehat Lainnya
Maksimalkan manfaat kesehatan dengan mengombinasikan buah beri ini dengan makanan bergizi lainnya. Konsumsi bersama sumber protein, lemak sehat, dan serat untuk meningkatkan penyerapan nutrisi dan menjaga kadar gula darah stabil.

Tip 5: Perhatikan Reaksi Tubuh
Setiap individu memiliki respons yang berbeda terhadap makanan. Perhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsi buah beri ini. Jika timbul gejala alergi atau efek samping yang tidak nyaman, segera hentikan konsumsi dan konsultasikan dengan dokter.

Tip 6: Konsultasikan dengan Profesional Kesehatan
Individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes atau gangguan ginjal, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi buah beri ini secara teratur. Profesional kesehatan dapat memberikan rekomendasi yang disesuaikan dengan kondisi individu dan potensi interaksi dengan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

Penerapan tips ini, disertai dengan gaya hidup sehat yang mencakup olahraga teratur, istirahat yang cukup, dan pengelolaan stres yang efektif, dapat membantu memaksimalkan potensi manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh buah beri kecil ini. Konsumsi yang bijak dan terinformasi adalah kunci untuk meraih keuntungan optimal.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Penelitian awal menunjukkan adanya korelasi positif antara konsumsi rutin beri berwarna merah ini dan perbaikan parameter kesehatan tertentu. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Nutrition meneliti efek suplemen yang mengandung ekstrak beri ini terhadap fungsi kekebalan tubuh pada kelompok lansia. Hasilnya menunjukkan peningkatan aktivitas sel pembunuh alami (natural killer cells) dan penurunan penanda inflamasi, mengindikasikan potensi peningkatan sistem imun.

Studi lain yang terbit di Journal of Alternative and Complementary Medicine meneliti pengaruh konsumsi jus yang mengandung beri ini terhadap tingkat energi, kualitas tidur, dan suasana hati. Partisipan melaporkan peningkatan signifikan dalam tingkat energi dan kualitas tidur setelah mengonsumsi jus tersebut selama 14 hari. Namun, penting untuk dicatat bahwa studi ini memiliki ukuran sampel yang relatif kecil dan membutuhkan penelitian lebih lanjut dengan skala yang lebih besar untuk mengkonfirmasi temuan tersebut.

Meskipun ada bukti yang menjanjikan, terdapat pula perdebatan mengenai mekanisme pasti yang mendasari efek kesehatan tersebut. Beberapa peneliti berpendapat bahwa manfaatnya terutama disebabkan oleh kandungan antioksidan yang tinggi, sementara yang lain menekankan peran polisakarida unik yang ditemukan dalam beri ini. Kontras dalam sudut pandang ini menggarisbawahi perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami sepenuhnya komposisi dan efek bioaktif beri ini.

Pembaca dianjurkan untuk menelaah bukti ilmiah secara kritis, mempertimbangkan metodologi penelitian, ukuran sampel, dan potensi bias. Konsultasi dengan profesional kesehatan diperlukan untuk mendapatkan informasi yang akurat dan sesuai dengan kondisi individu sebelum mengintegrasikan beri ini ke dalam diet sehari-hari. Pengetahuan yang terinformasi adalah kunci untuk memaksimalkan potensi keuntungan yang mungkin didapatkan dari konsumsi beri ini.