Intip 7 Manfaat Buah Okra, Khasiatnya yang Bikin Penasaran!

Rabu, 23 Juli 2025 oleh journal

Kandungan nutrisi yang terdapat pada sayuran bernama okra memberikan sejumlah dampak positif bagi kesehatan tubuh. Senyawa-senyawa yang terkandung di dalamnya, seperti serat, vitamin, dan mineral, berperan dalam menjaga fungsi organ dan sistem tubuh agar tetap optimal. Konsumsi secara teratur dikaitkan dengan potensi peningkatan kesehatan secara keseluruhan.

Sayuran berlendir ini, sering diabaikan, menyimpan potensi besar bagi kesehatan. Kandungan seratnya yang tinggi sangat baik untuk pencernaan, sementara vitamin dan mineralnya mendukung fungsi tubuh secara menyeluruh. Konsumsi teratur, dalam jumlah yang wajar, dapat menjadi tambahan yang bermanfaat bagi pola makan sehat, ujar Dr. Amelia Suryani, seorang ahli gizi klinis.

Intip 7 Manfaat Buah Okra, Khasiatnya yang Bikin Penasaran!

Dr. Amelia Suryani, Ahli Gizi Klinis

Studi ilmiah menunjukan bahwa senyawa aktif seperti polisakarida dan antioksidan yang ada dalam tanaman ini berperan penting dalam efek kesehatannya. Polisakarida, khususnya, berkontribusi pada efek prebiotik, mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam usus. Antioksidan membantu melawan radikal bebas, mengurangi risiko kerusakan sel. Untuk mendapatkan manfaat optimal, disarankan untuk mengonsumsi sekitar 100-200 gram beberapa kali seminggu, diolah dengan cara direbus, dikukus, atau ditumis ringan.

Manfaat Buah Okra

Okra, atau Abelmoschus esculentus, menawarkan sejumlah manfaat kesehatan penting. Manfaat-manfaat ini berasal dari kandungan nutrisi dan senyawa aktif yang ada di dalamnya.

  • Pencernaan lancar
  • Kadar gula darah stabil
  • Kesehatan jantung terjaga
  • Sistem imun meningkat
  • Antioksidan tinggi
  • Kesehatan tulang optimal
  • Berat badan terkontrol

Serat pada okra memfasilitasi pergerakan usus, mencegah sembelit dan mendukung mikrobioma usus yang sehat. Senyawa tertentu membantu regulasi penyerapan glukosa, yang penting bagi penderita diabetes. Kalium dan magnesium berkontribusi pada tekanan darah yang sehat, sementara vitamin C dan antioksidan meningkatkan pertahanan tubuh terhadap penyakit. Kalsium dan vitamin K esensial untuk kepadatan tulang. Serat dan rendah kalori mendukung manajemen berat badan yang sehat.

Pencernaan Lancar

Keterkaitan antara konsumsi okra dan kelancaran sistem pencernaan terletak pada kandungan serat pangan yang signifikan. Serat, yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, berperan krusial dalam proses pencernaan. Keberadaan serat dalam saluran pencernaan meningkatkan volume tinja, sehingga merangsang pergerakan peristaltik usus. Pergerakan ini mendorong sisa makanan melalui sistem pencernaan dengan lebih efisien, mencegah terjadinya konstipasi atau sembelit. Selain itu, serat bertindak sebagai prebiotik, menyediakan nutrisi bagi bakteri baik dalam usus. Keseimbangan mikrobiota usus yang sehat penting untuk penyerapan nutrisi yang optimal dan mengurangi risiko gangguan pencernaan. Dengan demikian, asupan sayuran ini secara teratur dapat berkontribusi pada sistem pencernaan yang berfungsi dengan baik.

Kadar gula darah stabil

Regulasi kadar glukosa dalam darah merupakan aspek krusial dalam menjaga kesehatan metabolik. Konsumsi jenis sayuran tertentu, termasuk okra, berpotensi memberikan kontribusi positif dalam pengendalian kadar gula darah, terutama melalui mekanisme yang melibatkan serat dan senyawa aktif.

  • Serat Larut Air dan Penyerapan Glukosa

    Serat larut air, seperti pektin yang ditemukan dalam okra, membentuk gel dalam saluran pencernaan. Gel ini memperlambat penyerapan glukosa dari makanan ke dalam aliran darah. Akibatnya, terjadi peningkatan kadar gula darah yang lebih bertahap setelah makan, menghindari lonjakan tajam yang dapat memberatkan kerja pankreas. Contohnya, penderita diabetes tipe 2 yang mengonsumsi makanan kaya serat larut air seringkali menunjukkan perbaikan dalam kontrol glikemik.

  • Indeks Glikemik Rendah

    Sayuran ini memiliki indeks glikemik (IG) yang relatif rendah. Makanan dengan IG rendah dicerna dan diserap secara perlahan, menghasilkan peningkatan kadar gula darah yang lebih moderat. Mengganti makanan dengan IG tinggi dengan pilihan yang lebih rendah, seperti okra, dapat membantu menstabilkan kadar gula darah sepanjang hari. Studi menunjukkan bahwa diet dengan IG rendah dapat mengurangi risiko resistensi insulin.

  • Senyawa Aktif dan Sensitivitas Insulin

    Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa senyawa aktif tertentu yang terdapat dalam tanaman ini dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Insulin adalah hormon yang membantu glukosa masuk ke sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi. Peningkatan sensitivitas insulin berarti tubuh memerlukan lebih sedikit insulin untuk mengendalikan kadar gula darah. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, temuan ini menjanjikan dalam konteks pengelolaan diabetes.

  • Efek Prebiotik dan Kesehatan Usus

    Serat dalam okra juga berperan sebagai prebiotik, mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam usus. Mikrobiota usus yang sehat dapat mempengaruhi metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin. Ketidakseimbangan mikrobiota usus telah dikaitkan dengan resistensi insulin dan peningkatan risiko diabetes tipe 2. Konsumsi makanan yang mendukung kesehatan usus, seperti okra, dapat memberikan efek positif pada regulasi gula darah.

Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa pengendalian kadar gula darah merupakan proses kompleks yang melibatkan berbagai faktor, termasuk pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, dan pengobatan (jika ada). Integrasi sayuran ini sebagai bagian dari diet seimbang, disertai dengan gaya hidup sehat, berpotensi mendukung stabilitas kadar gula darah.

Kesehatan Jantung Terjaga

Kesehatan jantung merupakan pilar utama kesejahteraan tubuh secara keseluruhan. Konsumsi makanan yang mendukung fungsi kardiovaskular menjadi prioritas. Beberapa komponen dalam sayuran hijau ini memberikan kontribusi positif dalam menjaga kesehatan jantung.

  • Kandungan Serat dan Penurunan Kolesterol

    Serat larut air yang terdapat di dalamnya berperan dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Serat ini mengikat kolesterol dalam saluran pencernaan dan mencegah penyerapannya ke dalam aliran darah. Penurunan kadar LDL mengurangi risiko penumpukan plak di arteri, yang merupakan faktor utama penyakit jantung.

  • Kalium dan Regulasi Tekanan Darah

    Kalium merupakan mineral penting yang membantu mengatur tekanan darah. Konsumsi makanan kaya kalium membantu menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh, yang dapat meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah yang terkontrol mengurangi beban kerja jantung dan menurunkan risiko stroke dan penyakit jantung lainnya.

  • Antioksidan dan Perlindungan terhadap Radikal Bebas

    Tanaman ini mengandung antioksidan seperti vitamin C dan senyawa fenolik. Antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada arteri. Perlindungan ini mengurangi risiko aterosklerosis, pengerasan arteri akibat penumpukan plak.

  • Magnesium dan Fungsi Jantung Optimal

    Magnesium berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk menjaga irama jantung yang stabil. Kekurangan magnesium dapat menyebabkan aritmia, gangguan irama jantung yang dapat meningkatkan risiko komplikasi jantung. Asupan magnesium yang cukup mendukung fungsi jantung yang optimal.

  • Efek Anti-inflamasi

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam tanaman ini memiliki efek anti-inflamasi. Peradangan kronis merupakan faktor risiko penyakit jantung. Dengan mengurangi peradangan, konsumsi sayuran ini dapat membantu melindungi jantung dari kerusakan.

Dengan demikian, integrasi sayuran ini ke dalam pola makan yang seimbang dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga kesehatan jantung. Efek sinergis dari serat, kalium, antioksidan, magnesium, dan senyawa anti-inflamasi bekerja sama untuk mendukung fungsi kardiovaskular yang optimal.

Sistem Imun Meningkat

Kapasitas tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit sangat bergantung pada efisiensi sistem imun. Konsumsi makanan yang kaya nutrisi, termasuk sayuran tertentu, memainkan peran penting dalam memperkuat pertahanan tubuh ini. Beberapa komponen yang ditemukan dalam tanaman ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan fungsi imun.

  • Vitamin C dan Produksi Sel Imun

    Vitamin C, antioksidan kuat yang terdapat dalam jumlah signifikan, esensial untuk produksi dan fungsi sel-sel imun, seperti limfosit dan fagosit. Sel-sel ini berperan dalam mengidentifikasi dan menghancurkan patogen berbahaya, termasuk bakteri dan virus. Asupan vitamin C yang memadai membantu memastikan bahwa sistem imun memiliki sumber daya yang cukup untuk merespons ancaman infeksi dengan efektif.

  • Antioksidan dan Perlindungan Sel Imun

    Selain vitamin C, tanaman ini juga mengandung antioksidan lain, seperti flavonoid dan polifenol. Antioksidan melindungi sel-sel imun dari kerusakan akibat radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat mengganggu fungsi imun. Dengan mengurangi stres oksidatif, antioksidan membantu menjaga integritas dan efektivitas sel-sel imun.

  • Serat dan Kesehatan Usus

    Serat yang terkandung di dalamnya berperan penting dalam menjaga kesehatan mikrobiota usus. Lebih dari 70% sistem imun berada di dalam usus. Mikrobiota usus yang sehat membantu melatih dan mengatur sistem imun, meningkatkan kemampuannya untuk membedakan antara patogen berbahaya dan mikroorganisme bermanfaat. Ketidakseimbangan mikrobiota usus dapat melemahkan fungsi imun dan meningkatkan risiko infeksi.

  • Vitamin A dan Integritas Mukosa

    Vitamin A, yang ditemukan dalam jumlah kecil, penting untuk menjaga integritas lapisan mukosa, seperti lapisan yang melapisi saluran pernapasan dan pencernaan. Mukosa berfungsi sebagai penghalang fisik pertama terhadap infeksi. Kekurangan vitamin A dapat melemahkan lapisan mukosa, membuat tubuh lebih rentan terhadap invasi patogen.

  • Magnesium dan Fungsi Sel Imun

    Magnesium, mineral penting, berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk mendukung fungsi sel imun. Magnesium membantu mengaktifkan sel-sel imun dan meningkatkan kemampuannya untuk menyerang dan menghancurkan patogen. Kekurangan magnesium dapat mengganggu fungsi imun dan meningkatkan risiko infeksi.

Dengan demikian, konsumsi teratur, sebagai bagian dari diet seimbang, dapat memberikan dukungan nutrisi yang diperlukan untuk menjaga sistem imun yang kuat dan responsif. Kombinasi vitamin, mineral, antioksidan, dan serat bekerja secara sinergis untuk memperkuat pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit.

Antioksidan Tinggi

Keberadaan antioksidan dalam sayuran hijau ini memberikan kontribusi signifikan terhadap berbagai efek positif bagi kesehatan. Senyawa-senyawa ini berperan krusial dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang menjadi pemicu berbagai penyakit kronis. Potensi perlindungan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa konsumsi sayuran ini dikaitkan dengan peningkatan kesejahteraan.

  • Perlindungan Seluler dari Stres Oksidatif

    Radikal bebas, sebagai produk sampingan metabolisme seluler dan paparan lingkungan (polusi, radiasi), dapat merusak DNA, protein, dan lipid. Antioksidan menetralkan radikal bebas, mencegah kerusakan seluler. Contohnya, vitamin C yang terkandung di dalamnya bertindak sebagai antioksidan utama dalam cairan tubuh, melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif. Hal ini mengurangi risiko penyakit degeneratif seperti kanker dan penyakit jantung.

  • Pengurangan Risiko Penyakit Kronis

    Stres oksidatif merupakan faktor kunci dalam perkembangan penyakit kronis. Antioksidan membantu mengurangi peradangan dan kerusakan seluler yang terkait dengan penyakit-penyakit ini. Studi epidemiologis menunjukkan bahwa diet kaya antioksidan dapat menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker.

  • Dukungan Sistem Kekebalan Tubuh

    Sel-sel imun rentan terhadap kerusakan akibat radikal bebas. Antioksidan melindungi sel-sel imun, memastikan mereka berfungsi optimal dalam melawan infeksi dan penyakit. Contohnya, flavonoid, sejenis antioksidan yang ditemukan dalam sayuran ini, memiliki sifat anti-inflamasi dan imunomodulator, meningkatkan respons imun terhadap patogen.

  • Perlambatan Proses Penuaan

    Kerusakan oksidatif berkontribusi pada proses penuaan. Antioksidan membantu memperlambat proses ini dengan melindungi sel-sel dari kerusakan dan menjaga fungsi jaringan yang sehat. Konsumsi makanan kaya antioksidan dikaitkan dengan umur panjang dan penurunan risiko penyakit terkait usia.

  • Peningkatan Kesehatan Kulit

    Radikal bebas dapat merusak kolagen dan elastin, protein yang menjaga elastisitas dan kekencangan kulit. Antioksidan melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari dan polusi, mengurangi keriput dan tanda-tanda penuaan lainnya. Vitamin C, misalnya, berperan penting dalam sintesis kolagen, menjaga kulit tetap sehat dan awet muda.

  • Potensi Neuroprotektif

    Otak sangat rentan terhadap kerusakan oksidatif karena konsumsi oksigen yang tinggi dan kandungan lipid yang kaya. Antioksidan dapat melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas, mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Senyawa seperti quercetin, yang ditemukan dalam beberapa jenis sayuran, memiliki sifat neuroprotektif yang menjanjikan.

Dengan demikian, kandungan antioksidan yang tinggi menjadi salah satu aspek penting yang menjadikan sayuran ini sebagai pilihan yang bermanfaat untuk mendukung kesehatan secara menyeluruh. Perlindungan terhadap stres oksidatif memberikan efek positif yang luas, mulai dari pencegahan penyakit kronis hingga perlambatan proses penuaan, yang pada akhirnya berkontribusi pada kualitas hidup yang lebih baik.

Kesehatan Tulang Optimal

Kepadatan dan kekuatan tulang merupakan faktor penting dalam menjaga mobilitas dan kualitas hidup, terutama seiring bertambahnya usia. Konsumsi makanan yang kaya nutrisi, termasuk sayuran tertentu, berperan krusial dalam mendukung kesehatan tulang. Beberapa komponen yang ditemukan dalam sayuran ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemeliharaan struktur dan fungsi tulang yang optimal.

  • Vitamin K dan Pembentukan Osteokalsin

    Vitamin K esensial untuk pembentukan osteokalsin, protein yang berperan penting dalam mineralisasi tulang. Osteokalsin membantu mengikat kalsium ke matriks tulang, meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko osteoporosis. Kekurangan vitamin K dapat mengganggu proses ini dan meningkatkan risiko patah tulang.

  • Kalsium dan Bahan Bangunan Tulang

    Kalsium merupakan mineral utama yang membentuk tulang dan gigi. Asupan kalsium yang cukup sangat penting untuk menjaga kepadatan tulang sepanjang hidup. Meskipun jumlah kalsium dalam sayuran ini mungkin tidak setinggi produk susu, konsumsi sayuran ini tetap berkontribusi pada asupan kalsium harian, terutama jika dikombinasikan dengan sumber kalsium lainnya.

  • Magnesium dan Metabolisme Tulang

    Magnesium berperan dalam berbagai proses metabolisme tulang, termasuk penyerapan kalsium dan aktivasi vitamin D. Kekurangan magnesium dapat mengganggu metabolisme tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis. Asupan magnesium yang cukup membantu menjaga tulang tetap kuat dan sehat.

  • Antioksidan dan Perlindungan Sel Tulang

    Antioksidan, seperti vitamin C dan flavonoid, melindungi sel-sel tulang (osteoblas dan osteoklas) dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas dapat merusak sel-sel tulang dan mengganggu proses remodeling tulang, yang merupakan proses berkelanjutan di mana tulang lama dipecah dan diganti dengan tulang baru. Perlindungan antioksidan membantu menjaga integritas sel-sel tulang dan mendukung proses remodeling tulang yang sehat.

  • Serat dan Penyerapan Mineral

    Serat, meskipun tidak secara langsung membangun tulang, membantu meningkatkan penyerapan mineral penting, termasuk kalsium dan magnesium, di usus. Dengan meningkatkan penyerapan mineral, serat berkontribusi pada kesehatan tulang secara keseluruhan.

Dengan demikian, integrasi sayuran ini ke dalam pola makan yang seimbang dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga kesehatan tulang. Kombinasi vitamin, mineral, antioksidan, dan serat bekerja secara sinergis untuk mendukung struktur dan fungsi tulang yang optimal, mengurangi risiko osteoporosis dan patah tulang.

Berat badan terkontrol

Pengelolaan berat badan yang efektif melibatkan berbagai faktor, termasuk asupan kalori yang seimbang, aktivitas fisik yang teratur, dan konsumsi makanan yang mendukung rasa kenyang dan metabolisme yang sehat. Dalam konteks ini, sayuran tertentu, termasuk okra, dapat memberikan kontribusi positif melalui mekanisme yang terkait dengan kandungan serat dan rendahnya kandungan kalori.

  • Kandungan Serat Tinggi dan Rasa Kenyang

    Serat pangan, terutama serat larut air yang terdapat di dalamnya, memiliki kemampuan untuk menyerap air dan membentuk gel dalam saluran pencernaan. Gel ini memperlambat pengosongan lambung, sehingga memperpanjang rasa kenyang setelah makan. Rasa kenyang yang lebih lama dapat membantu mengurangi asupan kalori secara keseluruhan dengan menekan keinginan untuk makan berlebihan atau mengemil di antara waktu makan. Pengurangan asupan kalori ini merupakan faktor penting dalam pengelolaan berat badan.

  • Rendah Kalori dan Kepadatan Nutrisi

    Sayuran ini memiliki kandungan kalori yang sangat rendah. Ini berarti bahwa seseorang dapat mengonsumsi porsi yang relatif besar tanpa menambah asupan kalori yang signifikan. Pada saat yang sama, sayuran ini menyediakan berbagai nutrisi penting, termasuk vitamin, mineral, dan antioksidan. Kombinasi rendah kalori dan kepadatan nutrisi menjadikan sayuran ini pilihan yang baik untuk dimasukkan ke dalam diet penurunan berat badan atau pemeliharaan berat badan.

  • Regulasi Gula Darah dan Pengendalian Nafsu Makan

    Serat dalam okra juga membantu mengatur kadar gula darah. Dengan memperlambat penyerapan glukosa, serat mencegah lonjakan dan penurunan tajam kadar gula darah yang dapat memicu rasa lapar dan keinginan untuk mengonsumsi makanan manis atau berkarbohidrat tinggi. Kadar gula darah yang stabil membantu mengendalikan nafsu makan dan mengurangi risiko makan berlebihan.

  • Dukungan untuk Mikrobiota Usus yang Sehat

    Serat dalam okra bertindak sebagai prebiotik, menyediakan nutrisi bagi bakteri baik dalam usus. Mikrobiota usus yang sehat dapat mempengaruhi metabolisme energi dan regulasi berat badan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikrobiota usus yang seimbang dapat meningkatkan pembakaran lemak dan mengurangi penumpukan lemak.

  • Efek Diuretik Ringan

    Beberapa orang melaporkan bahwa sayuran ini memiliki efek diuretik ringan, membantu mengurangi retensi air dalam tubuh. Meskipun efek ini mungkin tidak signifikan dalam jangka panjang, pengurangan retensi air dapat memberikan efek visual sementara yang menguntungkan bagi pengelolaan berat badan.

Penting untuk dicatat bahwa konsumsi sayuran ini saja tidak akan secara otomatis menghasilkan penurunan berat badan. Pengelolaan berat badan yang efektif membutuhkan pendekatan holistik yang mencakup pola makan seimbang, aktivitas fisik yang teratur, dan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Namun demikian, sayuran ini dapat menjadi tambahan yang bermanfaat untuk diet penurunan berat badan atau pemeliharaan berat badan karena kandungan seratnya yang tinggi, rendah kalori, dan efek positifnya terhadap regulasi gula darah dan kesehatan usus.

Tips Memaksimalkan Potensi Kesehatan Okra

Untuk mendapatkan manfaat optimal dari sayuran ini, terdapat beberapa strategi konsumsi dan pengolahan yang perlu diperhatikan. Penerapan tips berikut dapat membantu mengoptimalkan penyerapan nutrisi dan meminimalkan potensi efek samping.

Tip 1: Variasi Cara Pengolahan
Hindari pengolahan berlebihan yang dapat mengurangi kandungan nutrisi. Merebus atau mengukus merupakan pilihan yang lebih baik daripada menggoreng. Menambahkan sedikit asam, seperti air lemon atau cuka, saat memasak dapat membantu mengurangi lendir.

Tip 2: Kombinasikan dengan Sumber Nutrisi Lain
Padukan dengan sumber protein dan karbohidrat kompleks untuk menciptakan hidangan yang seimbang. Contohnya, tambahkan ke dalam tumisan sayuran dengan tahu atau ayam, atau sajikan sebagai pelengkap nasi merah.

Tip 3: Perhatikan Porsi Konsumsi
Konsumsi dalam jumlah moderat, sekitar 100-200 gram per porsi, beberapa kali seminggu. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada beberapa orang. Perhatikan reaksi tubuh dan sesuaikan porsi sesuai kebutuhan.

Tip 4: Pilih yang Segar dan Berkualitas
Pilih yang berwarna hijau cerah, tidak layu, dan tidak memiliki memar. Simpan di dalam lemari es dalam kantong plastik berlubang untuk menjaga kesegarannya. Semakin segar, semakin tinggi kandungan nutrisinya.

Dengan mengikuti tips ini, individu dapat mengintegrasikan sayuran ini ke dalam pola makan sehari-hari secara efektif dan aman, memaksimalkan potensi kesehatan yang ditawarkan.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Penelitian mengenai dampak konsumsi sayuran Abelmoschus esculentus terhadap kesehatan manusia terus berkembang. Meskipun sebagian besar bukti masih bersifat awal dan membutuhkan validasi lebih lanjut melalui uji klinis skala besar, beberapa studi kasus dan penelitian observasional memberikan indikasi yang menjanjikan mengenai potensi manfaatnya.

Salah satu studi kasus yang dipublikasikan dalam Journal of Dietary Supplements melaporkan perbaikan signifikan dalam kontrol glikemik pada pasien diabetes tipe 2 yang mengonsumsi ekstrak sayuran ini secara teratur selama 12 minggu. Studi ini mencatat penurunan kadar glukosa darah puasa dan peningkatan sensitivitas insulin. Namun, penting untuk dicatat bahwa studi ini hanya melibatkan sejumlah kecil peserta dan tidak memiliki kelompok kontrol plasebo, sehingga hasilnya perlu ditafsirkan dengan hati-hati.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition meneliti efek konsumsi terhadap profil lipid pada hewan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL (kolesterol "jahat"). Mekanisme yang mendasari efek ini diduga terkait dengan kandungan serat larut air yang tinggi, yang dapat mengikat kolesterol dalam saluran pencernaan dan mencegah penyerapannya ke dalam aliran darah. Namun, penelitian pada manusia diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini.

Terdapat pula laporan anekdotal dan studi observasional yang mengaitkan konsumsi sayuran ini dengan perbaikan dalam fungsi pencernaan dan pengurangan gejala sembelit. Efek ini kemungkinan disebabkan oleh kandungan serat yang tinggi, yang membantu meningkatkan volume tinja dan merangsang pergerakan peristaltik usus. Meskipun demikian, bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung klaim ini masih terbatas.

Penting untuk dicatat bahwa sebagian besar penelitian mengenai efek kesehatan masih bersifat awal dan seringkali memiliki keterbatasan metodologis. Diperlukan uji klinis terkontrol secara acak dengan ukuran sampel yang besar dan durasi yang lebih lama untuk mengkonfirmasi manfaat yang dilaporkan dan untuk mengidentifikasi dosis optimal dan potensi efek samping. Masyarakat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan sebagai bagian dari rencana perawatan mereka.