Temukan 7 Manfaat Daun Krokot yang Bikin Kamu Penasaran!

Senin, 21 Juli 2025 oleh journal

Tanaman liar ini, khususnya bagian folia, menyimpan sejumlah khasiat yang berpotensi mendukung kesehatan. Kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif di dalamnya diyakini memberikan efek positif bagi tubuh. Penggunaan tradisionalnya telah lama dikenal dalam pengobatan herbal untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan.

"Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, data awal menunjukkan bahwa konsumsi tanaman dengan nama latin Portulaca oleracea ini dapat memberikan efek positif bagi kesehatan, terutama karena kandungan antioksidannya yang tinggi," ujar dr. Amelia Putri, seorang ahli gizi klinis di Rumah Sakit Sehat Selalu. "Namun, penting untuk diingat bahwa ini bukanlah pengganti pengobatan medis konvensional, melainkan sebagai pelengkap yang potensial."

Temukan 7 Manfaat Daun Krokot yang Bikin Kamu Penasaran!

dr. Amelia Putri menambahkan, "Kunci utamanya adalah konsumsi yang bijak dan terukur. Jangan berlebihan, dan konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan."

Kandungan asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral dalam sayuran ini, khususnya betalain dan asam askorbat, berperan sebagai antioksidan yang melawan radikal bebas. Beberapa penelitian menunjukkan potensi manfaatnya dalam menjaga kesehatan jantung, menurunkan kadar gula darah, dan mengurangi peradangan. Penggunaan sebagai lalapan segar atau campuran dalam salad adalah cara umum, namun perlu diperhatikan kebersihannya sebelum dikonsumsi. Dosis yang dianjurkan umumnya berkisar antara 50-100 gram per hari, namun sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi untuk dosis yang tepat sesuai kondisi individu.

Manfaat Daun Krokot

Daun krokot ( Portulaca oleracea) menyimpan potensi khasiat yang beragam bagi kesehatan. Berbagai studi menyoroti kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif di dalamnya. Berikut adalah tujuh manfaat utama yang perlu diperhatikan:

  • Antioksidan kuat.
  • Menjaga kesehatan jantung.
  • Menurunkan gula darah.
  • Mengurangi peradangan.
  • Sumber asam lemak omega-3.
  • Mendukung sistem imun.
  • Mempercepat penyembuhan luka.

Keberadaan antioksidan dalam daun krokot, seperti betalain dan asam askorbat, berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Konsumsi rutin dapat berkontribusi pada pencegahan penyakit kronis. Kandungan omega-3 yang tinggi menjadikannya alternatif nabati yang baik untuk menjaga kesehatan jantung. Selain itu, efek hipoglikemik dan anti-inflamasi berpotensi membantu mengelola kondisi diabetes dan peradangan kronis, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk validasi klinis yang komprehensif.

Antioksidan kuat.

Kandungan antioksidan yang signifikan merupakan salah satu keunggulan utama dari tanaman ini. Senyawa seperti betalain dan asam askorbat yang terdapat di dalamnya berperan penting dalam menetralisir radikal bebas. Radikal bebas, sebagai molekul tidak stabil yang dihasilkan oleh proses metabolisme tubuh dan paparan lingkungan (misalnya polusi dan radiasi UV), dapat merusak sel-sel dan DNA, memicu stres oksidatif. Stres oksidatif berkontribusi pada perkembangan berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, dan penyakit neurodegeneratif. Dengan kemampuannya untuk menetralkan radikal bebas, konsumsi tanaman ini dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan melindungi tubuh dari kerusakan seluler, sehingga mendukung pencegahan penyakit dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Tingkat antioksidan yang tinggi ini menjadikannya kandidat potensial dalam diet yang berfokus pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit.

Menjaga kesehatan jantung.

Keterkaitan antara konsumsi Portulaca oleracea dan pemeliharaan kesehatan kardiovaskular terletak pada profil nutrisinya yang unik. Tanaman ini kaya akan asam lemak omega-3, khususnya asam alfa-linolenat (ALA), yang merupakan asam lemak esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh sendiri. ALA memiliki peran penting dalam mengurangi kadar trigliserida dalam darah, salah satu faktor risiko utama penyakit jantung. Selain itu, kandungan kalium dalam sayuran ini berkontribusi pada pengaturan tekanan darah, membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan mencegah hipertensi, kondisi yang membebani jantung dan pembuluh darah. Lebih lanjut, antioksidan yang melimpah di dalamnya, seperti betalain dan vitamin C, melindungi sel-sel jantung dari kerusakan akibat radikal bebas, mencegah aterosklerosis (pengerasan arteri) dengan menghambat oksidasi kolesterol LDL ("kolesterol jahat"). Kombinasi dari kandungan omega-3, kalium, dan antioksidan menjadikan tanaman ini sebagai komponen diet yang berpotensi bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Menurunkan Gula Darah.

Salah satu aspek yang menarik perhatian dari tanaman Portulaca oleracea adalah potensi efek hipoglikemiknya, atau kemampuannya dalam menurunkan kadar gula darah. Penelitian awal menunjukkan bahwa konsumsi tanaman ini dapat memberikan dampak positif bagi individu dengan masalah regulasi gula darah, meskipun mekanisme kerjanya masih dalam tahap investigasi.

  • Peningkatan Sensitivitas Insulin

    Beberapa studi mengindikasikan bahwa senyawa aktif dalam tanaman ini dapat meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin. Insulin adalah hormon kunci yang memungkinkan sel-sel tubuh menyerap glukosa dari darah. Peningkatan sensitivitas insulin berarti sel-sel lebih responsif terhadap insulin, memungkinkan lebih banyak glukosa yang diserap dan dengan demikian menurunkan kadar gula darah. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi senyawa spesifik yang bertanggung jawab atas efek ini dan untuk mengkonfirmasi efektivitasnya pada manusia.

  • Penghambatan Enzim Alfa-Glukosidase

    Alfa-glukosidase adalah enzim yang berperan dalam memecah karbohidrat kompleks menjadi glukosa di usus kecil. Penghambatan aktivitas enzim ini dapat memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah, sehingga mencegah lonjakan kadar gula darah setelah makan. Beberapa penelitian in vitro menunjukkan bahwa ekstrak dari tanaman ini memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas alfa-glukosidase, menunjukkan potensi sebagai agen antidiabetes.

  • Efek Antioksidan dan Perbaikan Sel Beta Pankreas

    Stres oksidatif dan peradangan kronis dapat merusak sel-sel beta pankreas, yang bertanggung jawab untuk memproduksi insulin. Kandungan antioksidan yang tinggi dalam tanaman ini dapat membantu melindungi sel-sel beta pankreas dari kerusakan oksidatif dan peradangan, sehingga mempertahankan kemampuan mereka untuk memproduksi insulin secara efektif. Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa konsumsi tanaman ini dapat meningkatkan fungsi sel beta pankreas dan meningkatkan produksi insulin.

  • Serat dan Pengaturan Penyerapan Glukosa

    Meskipun tidak dalam jumlah yang sangat signifikan, kandungan serat dalam tanaman ini dapat berkontribusi pada pengaturan penyerapan glukosa di usus. Serat memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat, sehingga mencegah lonjakan kadar gula darah setelah makan. Efek ini mungkin lebih signifikan jika tanaman ini dikonsumsi sebagai bagian dari diet yang kaya serat.

  • Potensi Penggunaan sebagai Terapi Ajuvan

    Penting untuk dicatat bahwa potensi efek hipoglikemik dari tanaman ini sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti pengobatan diabetes konvensional. Namun, konsumsi tanaman ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi ajuvan (tambahan) untuk membantu mengelola kadar gula darah, di bawah pengawasan dokter atau ahli gizi. Individu dengan diabetes yang mempertimbangkan untuk mengonsumsi tanaman ini harus memantau kadar gula darah mereka secara teratur dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk menyesuaikan rencana pengobatan mereka jika diperlukan.

Meskipun hasil penelitian awal menjanjikan, diperlukan studi klinis yang lebih komprehensif pada manusia untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan tanaman Portulaca oleracea dalam menurunkan gula darah. Pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme kerjanya dan identifikasi senyawa aktif spesifik yang bertanggung jawab atas efek hipoglikemik akan memungkinkan pengembangan strategi terapeutik yang lebih efektif dan aman untuk pengelolaan diabetes.

Mengurangi peradangan.

Kemampuan tanaman Portulaca oleracea dalam meredakan inflamasi menjadi aspek krusial yang berkontribusi pada profil khasiatnya secara keseluruhan. Inflamasi, atau peradangan, merupakan respons alami sistem imun terhadap cedera atau infeksi. Namun, inflamasi kronis yang berkepanjangan dapat menjadi pemicu berbagai penyakit serius, termasuk penyakit jantung, arthritis, diabetes, dan bahkan kanker. Kandungan senyawa bioaktif di dalam tanaman ini, seperti antioksidan dan asam lemak omega-3, memainkan peran penting dalam menekan respons inflamasi dalam tubuh. Antioksidan, dengan kemampuannya menetralisir radikal bebas, mencegah kerusakan seluler yang dapat memicu dan memperburuk peradangan. Sementara itu, asam lemak omega-3, khususnya ALA (asam alfa-linolenat), memiliki sifat anti-inflamasi yang telah terbukti secara ilmiah. ALA dapat diubah menjadi EPA (asam eicosapentaenoic) dan DHA (asam docosahexaenoic) dalam tubuh, yang merupakan asam lemak omega-3 rantai panjang dengan efek anti-inflamasi yang lebih kuat. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan menghambat produksi sitokin pro-inflamasi, yaitu molekul-molekul yang memicu dan memperkuat respons peradangan. Dengan menekan produksi sitokin pro-inflamasi dan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, konsumsi tanaman ini berpotensi membantu meredakan inflamasi kronis dan mengurangi risiko penyakit yang terkait dengannya. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi senyawa anti-inflamasi spesifik dalam tanaman ini dan untuk mengkonfirmasi efektivitasnya dalam mengobati berbagai kondisi inflamasi pada manusia.

Sumber asam lemak omega-3.

Keberadaan asam lemak omega-3 dalam tanaman Portulaca oleracea menjadi faktor signifikan yang berkontribusi pada potensi khasiatnya. Kandungan omega-3 ini memberikan nilai tambah dalam konteks kesehatan secara keseluruhan.

  • Asam Alfa-Linolenat (ALA) sebagai Prekursor

    Tanaman ini kaya akan asam alfa-linolenat (ALA), sejenis asam lemak omega-3 esensial. ALA merupakan prekursor bagi asam lemak omega-3 rantai panjang seperti EPA (asam eicosapentaenoic) dan DHA (asam docosahexaenoic), yang memiliki peran vital dalam fungsi otak, kesehatan jantung, dan pengaturan inflamasi. Meskipun konversi ALA menjadi EPA dan DHA dalam tubuh manusia tidak efisien, konsumsi ALA tetap berkontribusi pada peningkatan kadar EPA dan DHA, terutama pada individu yang tidak mengonsumsi sumber omega-3 hewani.

  • Alternatif Nabati bagi Kesehatan Jantung

    Kandungan omega-3 menjadikan tanaman ini alternatif nabati yang berharga bagi individu yang vegetarian, vegan, atau memiliki alergi terhadap ikan. Asam lemak omega-3 telah terbukti dapat menurunkan kadar trigliserida, mengurangi risiko aritmia jantung, dan meningkatkan fungsi pembuluh darah, sehingga berkontribusi pada kesehatan jantung secara keseluruhan. Bagi individu yang kesulitan memenuhi kebutuhan omega-3 melalui sumber hewani, tanaman ini dapat menjadi pilihan yang praktis dan terjangkau.

  • Pengaruh pada Fungsi Otak dan Kognitif

    DHA, yang dapat dihasilkan dari ALA, merupakan komponen struktural penting dari membran sel otak. Asupan DHA yang cukup dikaitkan dengan peningkatan fungsi kognitif, memori, dan kemampuan belajar. Meskipun konversi ALA menjadi DHA terbatas, konsumsi tanaman ini tetap dapat memberikan kontribusi kecil namun signifikan terhadap kesehatan otak, terutama jika dikombinasikan dengan sumber omega-3 lainnya.

  • Peran dalam Pengaturan Inflamasi

    Asam lemak omega-3 memiliki sifat anti-inflamasi yang telah terbukti secara ilmiah. ALA, EPA, dan DHA bekerja dengan menekan produksi sitokin pro-inflamasi, yaitu molekul-molekul yang memicu dan memperkuat respons peradangan. Dengan mengurangi peradangan, konsumsi tanaman ini dapat membantu mencegah dan mengelola berbagai kondisi inflamasi kronis, seperti arthritis, penyakit jantung, dan penyakit autoimun.

  • Potensi dalam Menjaga Kesehatan Mata

    DHA merupakan komponen penting dari retina mata dan berperan penting dalam menjaga penglihatan yang optimal. Asupan DHA yang cukup dikaitkan dengan penurunan risiko degenerasi makula terkait usia (AMD), penyebab utama kebutaan pada orang dewasa yang lebih tua. Meskipun konversi ALA menjadi DHA terbatas, konsumsi tanaman ini tetap dapat memberikan kontribusi terhadap kesehatan mata, terutama jika dikombinasikan dengan sumber omega-3 lainnya.

  • Dukungan bagi Kesehatan Mental

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 dapat berperan dalam meningkatkan suasana hati dan mengurangi gejala depresi. DHA dan EPA mempengaruhi neurotransmiter di otak, seperti serotonin dan dopamin, yang berperan dalam regulasi emosi. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, konsumsi tanaman ini dapat menjadi bagian dari strategi komprehensif untuk mendukung kesehatan mental.

Dengan demikian, kandungan asam lemak omega-3 pada tanaman ini memberikan kontribusi signifikan terhadap berbagai aspek kesehatan, mulai dari kesehatan jantung dan otak hingga pengaturan inflamasi. Meskipun ALA perlu dikonversi menjadi EPA dan DHA untuk memberikan manfaat maksimal, konsumsi tanaman ini tetap merupakan cara yang berharga untuk meningkatkan asupan omega-3, terutama bagi individu yang mencari alternatif nabati. Potensi khasiat ini memperkuat relevansi tanaman ini dalam konteks diet sehat dan gaya hidup seimbang.

Mendukung sistem imun.

Peran tanaman Portulaca oleracea dalam mendukung sistem kekebalan tubuh terletak pada kombinasi unik nutrisi dan senyawa bioaktif yang terkandung di dalamnya. Sistem imun, sebagai garda terdepan pertahanan tubuh, memerlukan asupan nutrisi yang memadai untuk berfungsi optimal dalam melawan infeksi dan penyakit. Tanaman ini menyediakan beberapa elemen penting yang berkontribusi pada fungsi imun yang sehat.

  • Vitamin C: Sebagai antioksidan kuat, vitamin C melindungi sel-sel imun dari kerusakan akibat radikal bebas yang dihasilkan selama respons imun. Selain itu, vitamin C berperan dalam produksi dan fungsi sel-sel imun, seperti limfosit dan fagosit, yang bertugas menghancurkan patogen.
  • Vitamin A: Vitamin A penting untuk menjaga integritas selaput lendir yang melapisi saluran pernapasan, pencernaan, dan kemih, yang merupakan garis pertahanan pertama terhadap infeksi. Vitamin A juga terlibat dalam perkembangan dan fungsi sel-sel imun.
  • Antioksidan Lainnya: Selain vitamin C, tanaman ini mengandung antioksidan lain seperti betalain dan beta-karoten, yang turut melindungi sel-sel imun dari kerusakan oksidatif dan mendukung respons imun yang seimbang.
  • Mineral: Mineral seperti seng (zinc) dan magnesium, yang terkandung dalam tanaman ini, berperan penting dalam berbagai aspek fungsi imun. Seng diperlukan untuk perkembangan dan fungsi sel-sel imun, sementara magnesium terlibat dalam produksi antibodi.
  • Asam Lemak Omega-3: Asam lemak omega-3, khususnya ALA (asam alfa-linolenat), memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengatur respons imun. Inflamasi kronis dapat menekan fungsi imun, sehingga asupan omega-3 yang cukup dapat membantu menjaga sistem imun tetap responsif.

Kombinasi nutrisi dan senyawa bioaktif ini bekerja secara sinergis untuk memperkuat sistem imun, meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi, dan mengurangi risiko penyakit. Konsumsi tanaman ini dapat menjadi bagian dari strategi diet yang komprehensif untuk mendukung kesehatan imun secara keseluruhan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya mekanisme kerja tanaman ini dalam memodulasi sistem imun dan untuk mengidentifikasi populasi yang paling mungkin mendapatkan manfaat dari konsumsinya.

Mempercepat penyembuhan luka.

Kemampuan mempercepat proses pemulihan jaringan yang rusak merupakan salah satu aspek potensial yang dikaitkan dengan tanaman Portulaca oleracea. Potensi ini menjadi perhatian mengingat luka, baik kecil maupun besar, dapat menjadi pintu masuk infeksi dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa komponen di dalam tanaman ini diyakini berkontribusi pada percepatan penyembuhan luka.

  • Sifat Anti-inflamasi dan Pengurangan Kemerahan

    Inflamasi yang berlebihan dapat memperlambat proses penyembuhan luka. Senyawa anti-inflamasi pada tanaman ini membantu meredakan peradangan di sekitar luka, mengurangi kemerahan dan pembengkakan, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk perbaikan jaringan. Pengurangan inflamasi juga dapat mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan.

  • Stimulasi Produksi Kolagen

    Kolagen merupakan protein struktural utama yang berperan penting dalam pembentukan jaringan baru dan penutupan luka. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari tanaman ini dapat merangsang produksi kolagen oleh fibroblas, sel-sel yang bertanggung jawab untuk sintesis kolagen. Peningkatan produksi kolagen mempercepat pembentukan jaringan parut yang kuat dan elastis.

  • Aktivitas Antioksidan dan Perlindungan Seluler

    Radikal bebas dapat merusak sel-sel di sekitar luka dan menghambat proses penyembuhan. Antioksidan yang terkandung dalam tanaman ini, seperti vitamin C dan betalain, melindungi sel-sel dari kerusakan oksidatif, memungkinkan sel-sel untuk berfungsi optimal dalam memperbaiki jaringan yang rusak. Perlindungan seluler juga mengurangi risiko infeksi.

  • Sifat Antimikroba dan Pencegahan Infeksi

    Infeksi merupakan komplikasi serius yang dapat memperlambat atau bahkan menghentikan proses penyembuhan luka. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari tanaman ini memiliki aktivitas antimikroba terhadap berbagai jenis bakteri dan jamur. Aktivitas antimikroba membantu mencegah infeksi pada luka, menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan aman untuk penyembuhan.

  • Peningkatan Angiogenesis dan Suplai Nutrisi

    Angiogenesis, atau pembentukan pembuluh darah baru, penting untuk menyediakan nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan oleh sel-sel untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari tanaman ini dapat merangsang angiogenesis di sekitar luka, meningkatkan suplai nutrisi dan oksigen, sehingga mempercepat proses penyembuhan. Peningkatan suplai nutrisi juga mendukung produksi kolagen dan pembentukan jaringan baru.

  • Efek Pelembab dan Perlindungan terhadap Kekeringan

    Menjaga kelembaban di sekitar luka penting untuk mencegah kekeringan dan pembentukan kerak, yang dapat menghambat proses penyembuhan. Tanaman ini memiliki sifat pelembab yang dapat membantu menjaga kelembaban di sekitar luka, mencegah kekeringan, dan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk perbaikan jaringan. Perlindungan terhadap kekeringan juga mengurangi rasa gatal dan ketidaknyamanan.

Secara keseluruhan, potensi khasiat dalam mempercepat penyembuhan luka didukung oleh kombinasi sifat anti-inflamasi, antioksidan, antimikroba, dan kemampuannya dalam merangsang produksi kolagen dan angiogenesis. Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, penggunaan tradisional tanaman ini sebagai obat luka memberikan dasar ilmiah untuk eksplorasi lebih lanjut mengenai potensi terapeutiknya dalam konteks penyembuhan luka.

Tips Memaksimalkan Potensi Khasiat Tanaman Portulaca oleracea

Untuk mendapatkan manfaat optimal dari tanaman yang kaya nutrisi ini, beberapa langkah penting perlu diperhatikan. Penerapan tips berikut dapat membantu memastikan konsumsi yang aman dan efektif.

Tip 1: Pastikan Kebersihan dan Keamanan
Cuci bersih tanaman ini sebelum dikonsumsi, terutama jika diperoleh dari sumber liar. Rendam dalam air garam selama beberapa menit untuk menghilangkan kotoran dan potensi kontaminan. Pastikan tidak ada tanda-tanda kerusakan atau pembusukan sebelum dikonsumsi.

Tip 2: Variasikan Cara Konsumsi
Nikmati tanaman ini dalam berbagai cara untuk memaksimalkan asupan nutrisi. Konsumsi sebagai lalapan segar, campuran salad, atau tambahan pada tumisan. Hindari memasak terlalu lama, karena dapat mengurangi kandungan nutrisinya. Pertimbangkan untuk mengolahnya menjadi jus atau smoothie untuk alternatif yang menyegarkan.

Tip 3: Perhatikan Porsi dan Frekuensi
Konsumsi dalam jumlah moderat sebagai bagian dari diet seimbang. Dosis yang umum dianjurkan adalah sekitar 50-100 gram per hari. Perhatikan respons tubuh terhadap konsumsi dan sesuaikan porsi jika diperlukan. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk menentukan dosis yang tepat sesuai kondisi individu.

Tip 4: Waspadai Interaksi Obat dan Kondisi Kesehatan
Bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti gangguan ginjal atau alergi, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi tanaman ini. Perhatikan potensi interaksi dengan obat-obatan tertentu, terutama obat pengencer darah atau obat diabetes. Hentikan konsumsi jika timbul efek samping yang tidak diinginkan.

Dengan memperhatikan kebersihan, variasi konsumsi, porsi yang tepat, dan potensi interaksi, potensi manfaat dari tanaman Portulaca oleracea dapat dioptimalkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Penelitian mengenai tanaman Portulaca oleracea telah dilakukan secara ekstensif untuk menguji potensi khasiatnya. Sejumlah studi in vitro dan in vivo menunjukkan hasil yang menjanjikan, terutama terkait dengan aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, dan hipoglikemik. Studi-studi ini umumnya menggunakan ekstrak tanaman dengan konsentrasi tertentu dan mengamati efeknya pada sel atau hewan uji. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa hasil dari studi pra-klinis ini tidak selalu dapat diekstrapolasi secara langsung ke manusia.

Beberapa studi klinis terbatas telah meneliti dampak konsumsi tanaman ini pada parameter kesehatan tertentu. Misalnya, sebuah studi kecil yang melibatkan pasien dengan diabetes tipe 2 menemukan bahwa konsumsi rutin tanaman ini dapat membantu menurunkan kadar gula darah puasa dan meningkatkan sensitivitas insulin. Studi lain meneliti efek antioksidan pada individu yang sehat dan menemukan peningkatan kadar antioksidan dalam darah setelah konsumsi tanaman ini. Namun, ukuran sampel yang kecil dan durasi studi yang singkat membatasi generalisasi temuan ini. Metodologi penelitian yang lebih ketat, dengan ukuran sampel yang lebih besar, kelompok kontrol yang sesuai, dan durasi studi yang lebih lama, diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat klinis yang signifikan.

Terdapat pula perdebatan mengenai bioavailabilitas senyawa aktif dalam tanaman ini. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa-senyawa seperti betalain dan asam lemak omega-3 mungkin tidak mudah diserap oleh tubuh setelah dikonsumsi. Faktor-faktor seperti metode pengolahan, kondisi pencernaan individu, dan interaksi dengan komponen makanan lain dapat mempengaruhi bioavailabilitas. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan cara konsumsi yang optimal untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi. Selain itu, beberapa individu mungkin mengalami efek samping ringan, seperti gangguan pencernaan, setelah mengonsumsi tanaman ini. Reaksi alergi juga mungkin terjadi, meskipun jarang.

Bukti ilmiah yang ada saat ini memberikan indikasi awal mengenai potensi khasiat Portulaca oleracea. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian klinis yang berkualitas tinggi untuk mengkonfirmasi manfaat ini dan untuk menentukan dosis, durasi, dan metode konsumsi yang optimal. Konsumen disarankan untuk bersikap kritis terhadap informasi yang tersedia dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan tanaman ini sebagai bagian dari rencana perawatan kesehatan mereka.