Intip 7 Manfaat Makan Buah di Malam Hari yang Bikin Kamu Penasaran

Selasa, 29 Juli 2025 oleh journal

Konsumsi buah-buahan sebelum tidur dapat memberikan sejumlah efek positif bagi tubuh. Kandungan vitamin, mineral, dan serat dalam buah berpotensi meningkatkan kualitas tidur, membantu pencernaan, serta memberikan asupan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh selama beristirahat. Jenis buah tertentu bahkan dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dan mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan tidak sehat di malam hari.

Konsumsi buah di waktu malam, meski sering diperdebatkan, sebenarnya dapat memberikan keuntungan kesehatan tertentu jika dilakukan dengan tepat dan bijak.

Intip 7 Manfaat Makan Buah di Malam Hari yang Bikin Kamu Penasaran

Menurut Dr. Amelia Putri, seorang ahli gizi klinis dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, "Memilih buah yang tepat dan mengonsumsinya dalam porsi yang terkontrol dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan memberikan nutrisi tambahan. Namun, penting untuk menghindari buah dengan kadar gula tinggi yang dapat mengganggu tidur atau menyebabkan lonjakan gula darah."

Pendapat ini didukung oleh penelitian yang menunjukkan bahwa beberapa jenis buah mengandung senyawa aktif yang bermanfaat. Misalnya, buah ceri mengandung melatonin, hormon yang membantu mengatur siklus tidur-bangun. Pisang kaya akan magnesium dan kalium, mineral yang berperan dalam relaksasi otot dan saraf, sehingga mempermudah proses tidur. Kiwi juga menunjukkan potensi dalam meningkatkan kualitas tidur berkat kandungan antioksidan dan serotoninnya. Namun, perlu diingat bahwa porsi yang dianjurkan biasanya sekitar satu cangkir buah, dikonsumsi setidaknya satu jam sebelum tidur, untuk menghindari gangguan pencernaan. Pemilihan buah dengan indeks glikemik rendah juga disarankan untuk menjaga stabilitas kadar gula darah sepanjang malam.

Manfaat Makan Buah di Malam Hari

Konsumsi buah di malam hari dapat memberikan sejumlah manfaat signifikan bagi kesehatan. Pemilihan jenis buah yang tepat dan pengaturan porsi menjadi kunci untuk memaksimalkan dampak positifnya.

  • Meningkatkan kualitas tidur
  • Memperlancar pencernaan
  • Menstabilkan gula darah
  • Sumber nutrisi penting
  • Mengurangi keinginan ngemil
  • Meningkatkan imunitas
  • Memberikan rasa kenyang

Manfaat-manfaat tersebut saling berkaitan dalam mendukung kesehatan secara keseluruhan. Sebagai contoh, konsumsi buah yang kaya serat seperti pepaya atau pir dapat memperlancar pencernaan, mencegah sembelit yang dapat mengganggu kualitas tidur. Buah beri, kaya akan antioksidan, dapat meningkatkan imunitas tubuh, membantu melawan infeksi yang dapat memicu gangguan tidur. Lebih lanjut, rasa manis alami dari buah dapat memuaskan keinginan akan makanan manis yang tidak sehat, sehingga mendukung upaya pengendalian berat badan. Dengan demikian, konsumsi buah di malam hari, dengan pemilihan dan pengaturan porsi yang tepat, dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat.

Meningkatkan kualitas tidur

Korelasi antara konsumsi buah-buahan tertentu pada malam hari dan peningkatan kualitas tidur terletak pada kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang dimiliki buah-buahan tersebut. Beberapa jenis buah mengandung melatonin, hormon yang secara alami diproduksi tubuh untuk mengatur siklus tidur-bangun (ritme sirkadian). Asupan melatonin dari sumber eksternal, seperti buah ceri, dapat membantu mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk terlelap dan meningkatkan durasi tidur secara keseluruhan. Selain itu, buah-buahan seperti pisang dan kiwi kaya akan mineral seperti magnesium dan kalium. Magnesium berperan dalam relaksasi otot dan saraf, mengurangi ketegangan fisik yang dapat menghambat proses tidur. Kalium membantu mengatur tekanan darah dan keseimbangan cairan tubuh, yang juga dapat berkontribusi pada kualitas tidur yang lebih baik. Serotonin, neurotransmiter yang terkait dengan perasaan tenang dan rileks, juga ditemukan dalam beberapa buah, seperti kiwi. Peningkatan kadar serotonin dapat membantu meredakan stres dan kecemasan, menciptakan kondisi mental yang lebih kondusif untuk tidur nyenyak. Namun, penting untuk dicatat bahwa efek ini bervariasi antar individu dan bergantung pada jenis buah yang dikonsumsi, porsi yang tepat, dan kondisi kesehatan masing-masing. Pemilihan buah dengan indeks glikemik rendah juga penting untuk mencegah lonjakan gula darah yang dapat mengganggu tidur.

Memperlancar pencernaan

Salah satu keuntungan mengonsumsi buah-buahan di malam hari adalah potensi dalam meningkatkan kelancaran sistem pencernaan. Efek ini terutama disebabkan oleh kandungan serat yang tinggi dalam banyak jenis buah. Serat, baik yang larut maupun tidak larut, memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan usus. Serat larut, seperti pektin yang ditemukan dalam apel dan pir, membentuk gel di dalam saluran pencernaan, memperlambat proses pencernaan dan membantu mengatur penyerapan gula. Hal ini dapat mencegah lonjakan gula darah yang tiba-tiba setelah makan. Serat tidak larut, seperti selulosa yang ditemukan dalam sayuran hijau dan kulit buah, menambahkan volume pada tinja, merangsang pergerakan usus (peristaltik), dan memfasilitasi eliminasi limbah. Proses ini membantu mencegah sembelit dan menjaga kesehatan mikroflora usus. Lebih lanjut, beberapa buah mengandung enzim pencernaan alami, seperti bromelain dalam nanas dan papain dalam pepaya. Enzim-enzim ini membantu memecah protein dalam makanan, mempermudah proses pencernaan dan mengurangi risiko kembung atau gangguan pencernaan lainnya. Oleh karena itu, konsumsi buah-buahan tertentu di malam hari dapat menjadi strategi yang efektif untuk mendukung fungsi pencernaan yang sehat dan mencegah masalah pencernaan yang umum.

Menstabilkan gula darah

Konsumsi buah di malam hari, dengan pemilihan jenis yang tepat, dapat berperan dalam menjaga stabilitas kadar gula darah. Manfaat ini berasal dari beberapa faktor. Pertama, kandungan serat dalam buah, terutama serat larut, memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah. Proses ini mencegah lonjakan kadar gula darah yang tiba-tiba setelah makan, yang sangat penting bagi individu dengan resistensi insulin atau diabetes. Kedua, beberapa buah memiliki indeks glikemik (IG) yang rendah. Indeks glikemik mengukur seberapa cepat suatu makanan meningkatkan kadar gula darah. Buah dengan IG rendah, seperti beri, apel, pir, dan jeruk, melepaskan glukosa secara bertahap, menghasilkan peningkatan kadar gula darah yang lebih stabil dan terkontrol. Ketiga, kandungan antioksidan dalam buah, seperti polifenol, dapat meningkatkan sensitivitas insulin, memungkinkan tubuh menggunakan glukosa secara lebih efisien. Insulin adalah hormon yang membantu glukosa dari darah masuk ke sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi. Dengan meningkatkan sensitivitas insulin, tubuh dapat mengontrol kadar gula darah dengan lebih baik. Meskipun demikian, penting untuk mengonsumsi buah dalam porsi yang moderat dan menghindari buah-buahan dengan kadar gula tinggi, seperti mangga dan durian, terutama bagi individu dengan masalah gula darah. Konsultasi dengan ahli gizi atau dokter sangat disarankan untuk menentukan jenis dan jumlah buah yang tepat untuk dikonsumsi di malam hari, sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Sumber nutrisi penting

Konsumsi buah-buahan pada malam hari memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memperoleh asupan nutrisi esensial yang dibutuhkan selama masa istirahat. Nutrisi ini mendukung berbagai fungsi tubuh, mulai dari perbaikan sel hingga regulasi hormon.

  • Vitamin dan Mineral Esensial

    Buah-buahan kaya akan vitamin dan mineral penting seperti vitamin C, vitamin A, kalium, dan magnesium. Vitamin C berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, sementara vitamin A penting untuk kesehatan mata dan sistem kekebalan tubuh. Kalium membantu mengatur tekanan darah dan keseimbangan cairan, sedangkan magnesium berperan dalam relaksasi otot dan fungsi saraf. Contohnya, buah jeruk kaya akan vitamin C, pisang kaya akan kalium, dan sayuran hijau kaya akan magnesium. Asupan nutrisi ini mendukung pemulihan tubuh selama tidur.

  • Serat untuk Kesehatan Pencernaan

    Kandungan serat dalam buah-buahan membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Serat juga membantu menjaga kesehatan mikrobiota usus, yang penting untuk sistem kekebalan tubuh dan penyerapan nutrisi. Contohnya, apel dan pir kaya akan serat pektin yang membantu memperlambat penyerapan gula dan menjaga kadar gula darah stabil. Dengan sistem pencernaan yang lancar, tubuh dapat lebih efektif menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.

  • Antioksidan untuk Perlindungan Sel

    Buah-buahan mengandung berbagai jenis antioksidan, seperti polifenol dan flavonoid, yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan stres oksidatif, yang terkait dengan berbagai penyakit kronis. Contohnya, beri-berian seperti blueberry dan raspberry kaya akan antioksidan yang membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker. Asupan antioksidan yang cukup mendukung kesehatan sel secara keseluruhan.

  • Enzim Pencernaan Alami

    Beberapa buah mengandung enzim pencernaan alami, seperti bromelain dalam nanas dan papain dalam pepaya. Enzim-enzim ini membantu memecah protein dalam makanan, mempermudah proses pencernaan dan mengurangi risiko gangguan pencernaan. Dengan demikian, tubuh dapat lebih mudah menyerap asam amino, bahan pembangun protein, yang penting untuk perbaikan dan pertumbuhan sel.

  • Karbohidrat Kompleks untuk Energi Stabil

    Buah-buahan mengandung karbohidrat kompleks yang memberikan energi secara bertahap, berbeda dengan karbohidrat sederhana yang menyebabkan lonjakan gula darah. Energi yang stabil ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang malam, mencegah gangguan tidur dan rasa lapar di tengah malam. Contohnya, apel dan pir mengandung karbohidrat kompleks yang memberikan energi yang berkelanjutan.

  • Air untuk Hidrasi

    Kandungan air yang tinggi dalam buah-buahan membantu menjaga hidrasi tubuh selama tidur. Hidrasi yang cukup penting untuk berbagai fungsi tubuh, termasuk regulasi suhu tubuh, transportasi nutrisi, dan pembuangan limbah. Contohnya, semangka dan melon mengandung air yang sangat tinggi, membantu mencegah dehidrasi dan menjaga keseimbangan elektrolit.

Dengan menyediakan berbagai nutrisi penting, konsumsi buah-buahan di malam hari dapat mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan dan meningkatkan kualitas tidur. Pemilihan jenis buah yang tepat dan pengaturan porsi menjadi kunci untuk memaksimalkan manfaat ini.

Mengurangi keinginan ngemil

Konsumsi buah-buahan di malam hari dapat menjadi strategi efektif untuk menekan dorongan mengonsumsi camilan tidak sehat. Keinginan untuk ngemil seringkali muncul akibat rasa lapar palsu, fluktuasi kadar gula darah, atau sekadar kebiasaan psikologis. Buah-buahan menawarkan solusi komprehensif melalui beberapa mekanisme.

Pertama, kandungan serat yang tinggi dalam buah memberikan efek mengenyangkan. Serat memperlambat proses pencernaan, sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama dan mengurangi kemungkinan munculnya keinginan untuk mencari makanan ringan. Kedua, rasa manis alami dalam buah dapat memuaskan keinginan akan makanan manis tanpa memberikan dampak negatif seperti lonjakan gula darah yang seringkali terjadi setelah mengonsumsi camilan olahan. Ketiga, buah-buahan menyediakan nutrisi penting yang mungkin kurang dalam pola makan sehari-hari. Kekurangan nutrisi tertentu dapat memicu keinginan untuk makan berlebihan sebagai upaya tubuh untuk mendapatkan zat-zat yang dibutuhkan. Dengan mengonsumsi buah, kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi, sehingga mengurangi dorongan untuk mencari makanan lain.

Selain itu, memilih buah dengan indeks glikemik rendah dapat membantu menstabilkan kadar gula darah sepanjang malam. Fluktuasi kadar gula darah dapat memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan manis atau berkarbohidrat tinggi. Buah-buahan seperti apel, pir, dan beri melepaskan glukosa secara bertahap, mencegah lonjakan dan penurunan kadar gula darah yang ekstrem, sehingga membantu mengendalikan nafsu makan. Dengan demikian, memasukkan buah-buahan ke dalam rutinitas malam dapat menjadi cara yang sehat dan efektif untuk mengurangi keinginan ngemil dan mendukung upaya menjaga berat badan yang sehat.

Meningkatkan imunitas

Konsumsi buah-buahan di malam hari dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Peningkatan imunitas ini tidak hanya relevan untuk menjaga kesehatan secara umum, tetapi juga penting dalam mendukung proses pemulihan tubuh selama tidur.

  • Asupan Vitamin C

    Vitamin C, yang banyak ditemukan dalam buah-buahan seperti jeruk, stroberi, dan kiwi, berperan penting dalam meningkatkan produksi sel darah putih, terutama limfosit dan fagosit, yang merupakan komponen kunci dari sistem kekebalan tubuh. Sel-sel ini bertugas melawan infeksi dan membersihkan tubuh dari patogen. Konsumsi buah-buahan kaya vitamin C di malam hari memastikan ketersediaan nutrisi ini selama tubuh beristirahat dan melakukan perbaikan.

  • Kandungan Antioksidan

    Buah-buahan mengandung berbagai jenis antioksidan, seperti flavonoid dan karotenoid, yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak DNA dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Antioksidan membantu menetralkan radikal bebas, sehingga mengurangi risiko infeksi dan penyakit kronis. Contohnya, buah beri, seperti blueberry dan raspberry, kaya akan antioksidan yang kuat.

  • Peran Fitonutrien

    Fitonutrien adalah senyawa alami yang ditemukan dalam tumbuhan, termasuk buah-buahan, yang memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan imunitas. Contohnya, alisin dalam bawang putih dan sulforafan dalam brokoli memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi. Meskipun bawang putih dan brokoli bukan buah, konsumsi buah-buahan yang kaya fitonutrien dapat melengkapi asupan nutrisi yang mendukung sistem kekebalan tubuh.

  • Pengaruh Serat pada Mikrobiota Usus

    Serat, yang banyak ditemukan dalam buah-buahan, berperan penting dalam menjaga kesehatan mikrobiota usus. Mikrobiota usus adalah komunitas mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan dan memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh. Serat membantu memberi makan bakteri baik di usus, yang menghasilkan senyawa yang mendukung fungsi kekebalan tubuh. Usus yang sehat memiliki kemampuan yang lebih baik untuk melawan infeksi dan penyakit.

  • Dukungan untuk Produksi Antibodi

    Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan patogen tertentu. Nutrisi yang ditemukan dalam buah-buahan, seperti vitamin A dan zinc, penting untuk produksi antibodi yang efektif. Vitamin A berperan dalam menjaga kesehatan selaput lendir, yang berfungsi sebagai penghalang fisik terhadap infeksi, sementara zinc penting untuk fungsi sel kekebalan tubuh. Konsumsi buah-buahan kaya nutrisi ini dapat membantu meningkatkan kemampuan tubuh untuk memproduksi antibodi yang cukup untuk melawan infeksi.

  • Efek Anti-Inflamasi

    Peradangan kronis dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa buah-buahan, seperti nanas dan pepaya, mengandung enzim anti-inflamasi, seperti bromelain dan papain, yang membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Dengan mengurangi peradangan, sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi lebih efektif dalam melawan infeksi.

Dengan menyediakan berbagai nutrisi penting dan senyawa bioaktif, konsumsi buah-buahan di malam hari dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan imunitas dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. Pemilihan jenis buah yang tepat, dengan mempertimbangkan kandungan vitamin, mineral, dan antioksidannya, menjadi kunci untuk memaksimalkan manfaat ini.

Memberikan rasa kenyang

Sensasi kenyang yang diperoleh dari konsumsi buah-buahan di malam hari memainkan peran penting dalam mendukung berbagai aspek kesehatan. Efek ini bukan hanya tentang menunda rasa lapar, tetapi juga memengaruhi kontrol berat badan, kualitas tidur, dan stabilitas kadar gula darah.

  • Kandungan Serat yang Tinggi

    Serat, baik yang larut maupun tidak larut, merupakan komponen utama yang berkontribusi pada rasa kenyang. Serat larut membentuk gel di dalam saluran pencernaan, memperlambat proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Hal ini memperpanjang durasi rasa kenyang dan mengurangi kemungkinan timbulnya keinginan untuk mengonsumsi camilan tidak sehat. Contohnya, apel dan pir kaya akan serat pektin yang memberikan efek ini. Serat tidak larut, di sisi lain, menambahkan volume pada makanan, mengisi lambung dan memberikan sinyal kenyang ke otak.

  • Volume Makanan yang Signifikan

    Buah-buahan umumnya memiliki kandungan air yang tinggi, yang berkontribusi pada volume makanan secara keseluruhan. Volume makanan yang lebih besar meregangkan dinding lambung, memicu reseptor yang mengirimkan sinyal kenyang ke otak. Meskipun kandungan kalori buah mungkin relatif rendah, volume yang signifikan dapat memberikan rasa kenyang yang memuaskan, mengurangi keinginan untuk makan berlebihan. Contohnya, semangka dan melon memiliki kandungan air yang sangat tinggi dan dapat memberikan rasa kenyang tanpa menambahkan banyak kalori.

  • Pengaruh pada Hormon Lapar

    Konsumsi buah-buahan dapat memengaruhi produksi hormon yang mengatur nafsu makan, seperti ghrelin dan leptin. Ghrelin adalah hormon yang merangsang rasa lapar, sementara leptin adalah hormon yang memberikan sinyal kenyang ke otak. Serat dan nutrisi lain dalam buah-buahan dapat membantu menekan produksi ghrelin dan meningkatkan sensitivitas terhadap leptin, sehingga membantu mengendalikan nafsu makan dan mengurangi keinginan untuk ngemil di malam hari.

  • Pengganti Camilan Tidak Sehat

    Buah-buahan dapat berfungsi sebagai pengganti camilan tidak sehat yang seringkali tinggi kalori, gula, dan lemak. Memilih buah sebagai camilan malam hari dapat membantu mengurangi asupan kalori secara keseluruhan dan mencegah lonjakan gula darah yang dapat memicu keinginan untuk makan lebih banyak. Rasa manis alami dalam buah juga dapat memuaskan keinginan akan makanan manis tanpa memberikan dampak negatif yang sama seperti camilan olahan.

  • Dampak Psikologis

    Selain manfaat fisiologis, konsumsi buah-buahan juga dapat memberikan dampak psikologis yang positif. Memilih makanan sehat sebagai camilan malam hari dapat meningkatkan rasa kontrol terhadap pola makan dan mendukung perilaku makan yang lebih sehat secara keseluruhan. Rasa kenyang yang diperoleh dari buah juga dapat mengurangi stres dan kecemasan yang seringkali terkait dengan keinginan untuk makan berlebihan.

Efek memberikan rasa kenyang dari konsumsi buah-buahan di malam hari berkontribusi pada pengendalian berat badan, peningkatan kualitas tidur dengan mencegah rasa lapar yang mengganggu, serta stabilitas kadar gula darah. Memilih buah-buahan sebagai bagian dari rutinitas malam dapat menjadi strategi yang efektif untuk mendukung kesehatan secara holistik.

Tips Mengoptimalkan Konsumsi Buah di Malam Hari

Penerapan beberapa strategi berikut dapat memaksimalkan dampak positif konsumsi buah sebelum tidur serta meminimalkan potensi efek samping yang tidak diinginkan.

Tip 1: Pilih Jenis Buah yang Tepat:
Fokuskan pada buah dengan indeks glikemik rendah dan kandungan serat tinggi. Apel, pir, beri-berian, dan kiwi merupakan pilihan yang baik. Hindari buah-buahan dengan kadar gula tinggi seperti mangga, durian, dan kurma dalam jumlah besar, terutama jika memiliki masalah gula darah.

Tip 2: Perhatikan Ukuran Porsi:
Konsumsi buah dalam jumlah sedang, sekitar satu cangkir, untuk menghindari kelebihan kalori dan potensi gangguan pencernaan. Terlalu banyak fruktosa dapat membebani hati dan menyebabkan ketidaknyamanan.

Tip 3: Waktu Konsumsi yang Tepat:
Konsumsi buah setidaknya satu jam sebelum tidur. Hal ini memberikan waktu yang cukup bagi tubuh untuk mencerna buah dan menghindari gangguan tidur akibat perut yang terlalu penuh.

Tip 4: Kombinasikan dengan Sumber Protein atau Lemak Sehat:
Menggabungkan buah dengan sedikit protein (seperti yogurt Yunani atau kacang-kacangan) atau lemak sehat (seperti alpukat) dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dan memperpanjang rasa kenyang.

Tip 5: Perhatikan Reaksi Tubuh:
Setiap individu merespons makanan secara berbeda. Perhatikan bagaimana tubuh bereaksi terhadap konsumsi buah di malam hari. Jika mengalami gangguan tidur, kembung, atau masalah pencernaan lainnya, pertimbangkan untuk menyesuaikan jenis buah, porsi, atau waktu konsumsi.

Dengan mengikuti panduan ini, konsumsi buah di malam hari dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang mendukung kualitas tidur, kesehatan pencernaan, dan keseimbangan nutrisi.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Beberapa penelitian eksploratif mengindikasikan potensi dampak positif asupan buah menjelang waktu istirahat pada berbagai parameter kesehatan. Sebuah studi kecil yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine meneliti efek konsumsi ceri tart pada partisipan dengan insomnia. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam durasi tidur dan efisiensi tidur dibandingkan dengan kelompok kontrol. Mekanisme yang mendasari diduga berkaitan dengan kandungan melatonin alami dalam ceri, hormon yang berperan krusial dalam regulasi siklus tidur-bangun.

Studi lain, meskipun dengan skala yang terbatas, mengamati korelasi antara konsumsi kiwi sebelum tidur dan peningkatan kualitas tidur. Partisipan melaporkan penurunan latensi tidur (waktu yang dibutuhkan untuk tertidur) serta peningkatan total durasi tidur. Diduga, efek ini disebabkan oleh kombinasi kandungan antioksidan, serotonin, dan folat yang terdapat dalam buah kiwi. Kendati demikian, penting untuk dicatat bahwa studi-studi ini memerlukan validasi lebih lanjut melalui penelitian dengan skala yang lebih besar dan desain yang lebih ketat untuk mengkonfirmasi temuan awal dan mengidentifikasi mekanisme aksi yang lebih spesifik.

Namun, terdapat pula studi yang menunjukkan hasil yang kurang meyakinkan atau bahkan kontradiktif. Beberapa peneliti berpendapat bahwa efek positif yang diamati mungkin disebabkan oleh faktor-faktor lain seperti efek plasebo, perubahan pola makan secara keseluruhan, atau faktor gaya hidup lainnya. Selain itu, terdapat kekhawatiran mengenai potensi dampak negatif konsumsi buah dengan kandungan gula tinggi pada individu dengan diabetes atau resistensi insulin, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan sebelum tidur. Oleh karena itu, interpretasi hasil studi-studi ini memerlukan kehati-hatian dan pertimbangan terhadap konteks individu masing-masing.

Evaluasi kritis terhadap bukti ilmiah yang ada sangat diperlukan. Penelitian lebih lanjut dengan metodologi yang ketat dan populasi studi yang beragam dibutuhkan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dampak konsumsi buah di malam hari terhadap kesehatan. Individu disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan, seperti ahli gizi atau dokter, untuk mendapatkan rekomendasi yang dipersonalisasi berdasarkan kondisi kesehatan dan kebutuhan nutrisi masing-masing.