7 Manfaat Daun Pacar Cina yang Bikin Kamu Penasaran!
Selasa, 15 Juli 2025 oleh journal
Ekstrak dari tumbuhan Aglaia odorata ini diyakini memiliki sejumlah khasiat. Beberapa penelitian menunjukan potensi penggunaannya dalam pengobatan tradisional. Kandungan senyawa kimia di dalamnya dipercaya dapat memberikan efek positif bagi kesehatan, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanannya secara menyeluruh. Beberapa kegunaan yang dilaporkan meliputi peredaan peradangan dan efek relaksasi.
Penggunaan Aglaia odorata dalam pengobatan tradisional memang menarik, namun bukti ilmiah yang kuat masih terbatas. Dibutuhkan lebih banyak penelitian klinis yang ketat untuk benar-benar memahami efektivitas dan keamanannya sebelum dapat direkomendasikan secara luas. Masyarakat perlu berhati-hati dan tidak menjadikan ini sebagai pengganti pengobatan medis yang terbukti.
Demikian pendapat Dr. Amelia Suryani, seorang ahli herbal dari Universitas Gadjah Mada.
Tumbuhan ini mengandung senyawa seperti flavonoid dan alkaloid, yang diketahui memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Senyawa-senyawa ini berpotensi melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan mengurangi peradangan. Meskipun demikian, konsentrasi senyawa aktif dalam daun bervariasi, dan efeknya pada manusia belum sepenuhnya dipahami. Penggunaan secara tradisional biasanya melibatkan perebusan daun dan meminum air rebusannya, atau penggunaan ekstraknya dalam bentuk topikal. Namun, dosis yang aman dan efektif masih perlu ditentukan melalui penelitian lebih lanjut.
Manfaat Daun Pacar Cina
Daun pacar cina ( Aglaia odorata) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Penelitian awal mengindikasikan potensi manfaat kesehatannya. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang perlu diperhatikan:
- Anti-inflamasi
- Antioksidan
- Efek relaksasi
- Pereda nyeri
- Menurunkan demam
- Meningkatkan sirkulasi
- Aroma terapi
Manfaat-manfaat tersebut saling berkaitan. Sifat anti-inflamasi dan antioksidan bekerja sinergis untuk melindungi sel dari kerusakan dan mengurangi peradangan. Efek relaksasi dapat membantu meredakan stres dan meningkatkan kualitas tidur. Aroma terapi memberikan sensasi relaksasi dan nyaman. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanannya secara menyeluruh. Konsultasi dengan tenaga medis profesional disarankan sebelum menggunakan daun pacar cina sebagai pengobatan.
Anti-inflamasi dan Kaitannya dengan Tumbuhan Aglaia odorata
Peradangan merupakan respons alami tubuh terhadap cedera atau infeksi. Namun, peradangan kronis dapat berkontribusi pada berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan artritis. Tumbuhan Aglaia odorata, atau yang dikenal secara lokal sebagai daun pacar cina, memiliki potensi sebagai agen anti-inflamasi karena kandungan senyawa-senyawa aktif di dalamnya. Beberapa penelitian fitokimia telah mengidentifikasi keberadaan flavonoid dan alkaloid dalam ekstrak tumbuhan ini. Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu menetralkan radikal bebas, molekul tidak stabil yang memicu peradangan. Dengan meredam aktivitas radikal bebas, senyawa aktif dalam tumbuhan ini berpotensi mengurangi respons peradangan dalam tubuh. Mekanisme kerjanya melibatkan modulasi jalur-jalur sinyal inflamasi dan penghambatan produksi mediator pro-inflamasi. Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa sebagian besar penelitian masih berada pada tahap praklinis, seperti studi in vitro dan in vivo pada hewan. Uji klinis pada manusia diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan tumbuhan ini sebagai agen anti-inflamasi dalam praktik medis.
Antioksidan
Kehadiran antioksidan dalam tumbuhan menjadi perhatian penting dalam eksplorasi manfaat kesehatan. Kemampuan senyawa ini untuk menetralisir radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat merusak sel, menjadikannya elemen kunci dalam berbagai aplikasi terapeutik potensial. Kajian terhadap kandungan antioksidan dalam tumbuhan tertentu membuka jalan untuk memahami efek perlindungannya terhadap tubuh.
- Perlindungan Seluler
Antioksidan bertindak sebagai perisai, melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas. Kerusakan oksidatif dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, dan penuaan dini. Dengan menetralisir radikal bebas, antioksidan membantu menjaga integritas seluler dan mengurangi risiko penyakit.
- Pencegahan Peradangan
Radikal bebas dapat memicu dan memperburuk peradangan dalam tubuh. Antioksidan membantu meredakan peradangan dengan mengurangi jumlah radikal bebas yang tersedia untuk memicu respons inflamasi. Pengurangan peradangan kronis dapat berkontribusi pada pencegahan penyakit yang berhubungan dengan peradangan.
- Peningkatan Sistem Kekebalan Tubuh
Sistem kekebalan tubuh bergantung pada keseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan untuk berfungsi secara optimal. Antioksidan membantu menjaga keseimbangan ini, memastikan bahwa sel-sel kekebalan tubuh dapat berfungsi secara efektif tanpa dirusak oleh radikal bebas. Dengan demikian, antioksidan dapat meningkatkan respons kekebalan tubuh terhadap infeksi dan penyakit.
- Efek Kardiovaskular
Radikal bebas dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Antioksidan membantu melindungi pembuluh darah dari kerusakan oksidatif, meningkatkan fungsi endotelial, dan mengurangi pembentukan plak aterosklerosis. Efek kardiovaskular ini dapat membantu mencegah penyakit jantung dan stroke.
- Potensi Anti-Kanker
Kerusakan oksidatif pada DNA dapat menyebabkan mutasi dan perkembangan kanker. Antioksidan membantu melindungi DNA dari kerusakan oksidatif, mengurangi risiko mutasi dan perkembangan kanker. Selain itu, beberapa antioksidan memiliki sifat anti-proliferatif dan dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.
- Perlindungan Terhadap Penyakit Neurodegeneratif
Kerusakan oksidatif berperan dalam perkembangan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Antioksidan membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan oksidatif, mengurangi risiko kerusakan saraf dan penurunan kognitif. Dengan demikian, antioksidan dapat membantu mencegah atau memperlambat perkembangan penyakit neurodegeneratif.
Dengan mempertimbangkan peran vital antioksidan dalam berbagai aspek kesehatan, eksplorasi lebih lanjut mengenai kandungan dan aktivitas antioksidan dalam tumbuhan, seperti Aglaia odorata, menjadi krusial. Pemahaman mendalam mengenai mekanisme kerja antioksidan membuka peluang untuk pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan penyakit yang lebih efektif.
Efek relaksasi
Kehadiran efek relaksasi sebagai salah satu atribut dari tumbuhan ini menarik perhatian karena potensinya dalam pengelolaan stres dan peningkatan kualitas hidup. Efek ini tidak hanya bersifat subjektif, melainkan melibatkan interaksi kompleks antara senyawa kimia tumbuhan dan sistem saraf pusat.
- Aktivasi Sistem Saraf Parasimpatik
Senyawa tertentu dalam tumbuhan ini diyakini dapat memicu aktivasi sistem saraf parasimpatik, yang bertanggung jawab atas respons "istirahat dan cerna" tubuh. Aktivasi ini dapat menurunkan detak jantung, tekanan darah, dan tingkat hormon stres seperti kortisol. Kondisi fisiologis ini secara kolektif berkontribusi pada perasaan tenang dan rileks.
- Modulasi Neurotransmiter
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan ini dapat mempengaruhi kadar neurotransmiter seperti serotonin dan GABA di otak. Serotonin berperan dalam pengaturan suasana hati dan emosi, sementara GABA memiliki efek menenangkan dan mengurangi kecemasan. Dengan memodulasi kadar neurotransmiter ini, tumbuhan ini berpotensi mengurangi gejala stres dan kecemasan.
- Aromaterapi dan Pengaruh Limbik
Aroma khas dari tumbuhan ini dapat memberikan efek relaksasi melalui sistem limbik, pusat emosi di otak. Aroma tertentu dapat memicu respons emosional positif dan mengurangi perasaan stres. Penggunaan minyak esensial atau ekstrak tumbuhan ini dalam aromaterapi dapat membantu menciptakan suasana yang menenangkan dan meningkatkan relaksasi.
- Pengurangan Ketegangan Otot
Stres seringkali menyebabkan ketegangan otot, yang dapat memperburuk perasaan cemas dan tidak nyaman. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa senyawa dalam tumbuhan ini memiliki sifat relaksan otot, yang dapat membantu mengurangi ketegangan dan meningkatkan fleksibilitas. Pengurangan ketegangan otot dapat berkontribusi pada perasaan relaksasi secara keseluruhan.
- Peningkatan Kualitas Tidur
Stres dan kecemasan seringkali mengganggu kualitas tidur. Efek relaksasi dari tumbuhan ini dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dengan mengurangi tingkat stres dan menciptakan kondisi yang lebih kondusif untuk istirahat. Tidur yang cukup dan berkualitas penting untuk kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan.
Meskipun mekanisme pasti yang mendasari efek relaksasi dari tumbuhan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut, bukti awal menunjukkan potensi yang menjanjikan dalam pengelolaan stres dan peningkatan kesejahteraan secara keseluruhan. Penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan tumbuhan ini sebagai bagian dari strategi relaksasi, terutama jika memiliki kondisi medis yang mendasarinya atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain.
Pereda Nyeri
Kemampuan mengurangi rasa sakit merupakan aspek penting dari potensi khasiat tumbuhan ini. Efek analgesik, atau pereda nyeri, menjadi daya tarik utama dalam pemanfaatan tradisional, mengundang eksplorasi lebih lanjut mengenai mekanisme dan aplikasinya.
- Senyawa Aktif dan Interaksi Neurologis
Kehadiran senyawa aktif tertentu diduga berinteraksi dengan sistem saraf, mempengaruhi persepsi dan transmisi sinyal rasa sakit. Contohnya, beberapa alkaloid yang terdapat dalam ekstrak tumbuhan dapat memodulasi aktivitas reseptor nyeri, mengurangi intensitas sensasi yang dirasakan.
- Efek Anti-inflamasi Sebagai Pendukung
Peradangan seringkali menjadi penyebab utama nyeri. Sifat anti-inflamasi yang dimiliki tumbuhan ini dapat berkontribusi pada peredaan nyeri dengan mengurangi peradangan di area yang terkena. Hal ini dapat membantu mengatasi nyeri yang disebabkan oleh kondisi seperti artritis atau cedera ringan.
- Penggunaan Topikal untuk Nyeri Lokal
Dalam praktik tradisional, daun seringkali diolah menjadi kompres atau salep untuk penggunaan topikal pada area yang terasa nyeri. Penerapan langsung ini memungkinkan senyawa aktif menembus kulit dan memberikan efek pereda nyeri lokal, misalnya pada memar atau nyeri otot ringan.
- Potensi dalam Mengurangi Nyeri Kepala
Beberapa laporan anekdot menunjukkan potensi tumbuhan ini dalam meredakan nyeri kepala. Mekanismenya mungkin melibatkan efek relaksasi yang mengurangi ketegangan otot di kepala dan leher, atau interaksi langsung dengan reseptor nyeri di otak.
- Perhatian Terhadap Dosis dan Keamanan
Meskipun menjanjikan, penting untuk menekankan bahwa dosis dan keamanan penggunaan sebagai pereda nyeri masih memerlukan penelitian yang lebih mendalam. Penggunaan yang tidak tepat atau berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Konsultasi dengan ahli herbal atau tenaga medis profesional sangat dianjurkan sebelum menggunakan tumbuhan ini untuk tujuan peredaan nyeri.
- Perbandingan dengan Analgesik Konvensional
Studi komparatif antara efek pereda nyeri dari tumbuhan ini dengan analgesik konvensional, seperti parasetamol atau ibuprofen, masih terbatas. Perbandingan semacam ini diperlukan untuk menentukan efektivitas relatif dan potensi penggunaannya sebagai alternatif atau pelengkap dalam manajemen nyeri.
Dengan demikian, potensi pereda nyeri merupakan salah satu aspek yang menjanjikan, namun memerlukan kajian ilmiah yang lebih komprehensif. Penelitian lebih lanjut akan membantu mengklarifikasi mekanisme kerja, menentukan dosis yang aman dan efektif, serta mengeksplorasi potensi aplikasinya dalam berbagai kondisi nyeri.
Menurunkan Demam
Pemanfaatan Aglaia odorata dalam pengobatan tradisional seringkali mencakup upaya menurunkan suhu tubuh yang meningkat, atau demam. Demam merupakan respons tubuh terhadap infeksi atau peradangan, dan penanganannya menjadi fokus penting dalam berbagai sistem pengobatan tradisional. Mekanisme bagaimana ekstrak tumbuhan ini dapat berkontribusi pada penurunan suhu tubuh belum sepenuhnya dipahami, namun beberapa hipotesis dapat diajukan.
- Efek Antipiretik Alami: Senyawa tertentu yang terkandung di dalam tumbuhan ini mungkin memiliki sifat antipiretik, yang berarti dapat menghambat produksi prostaglandin, zat kimia yang memicu peningkatan suhu tubuh di hipotalamus, bagian otak yang mengatur suhu tubuh.
- Peningkatan Diuresis: Beberapa komponen tumbuhan ini mungkin memiliki efek diuretik ringan, yaitu meningkatkan produksi urin. Peningkatan diuresis dapat membantu tubuh melepaskan panas melalui evaporasi, sehingga berkontribusi pada penurunan suhu tubuh.
- Sifat Anti-inflamasi: Karena demam seringkali merupakan respons terhadap peradangan, sifat anti-inflamasi yang dimiliki tumbuhan ini dapat membantu mengatasi penyebab demam itu sendiri. Dengan mengurangi peradangan, suhu tubuh dapat kembali normal secara bertahap.
- Efek Vasodilatasi: Senyawa tertentu dalam tumbuhan ini dapat menyebabkan vasodilatasi, yaitu pelebaran pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah di kulit dapat meningkatkan aliran darah ke permukaan tubuh, memungkinkan tubuh melepaskan panas dengan lebih efisien.
Penting untuk dicatat bahwa penggunaan Aglaia odorata untuk menurunkan demam sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan tidak menggantikan pengobatan medis yang terbukti efektif. Demam yang tinggi atau berkepanjangan memerlukan perhatian medis profesional. Penggunaan tumbuhan ini sebaiknya hanya sebagai terapi pendukung dan setelah berkonsultasi dengan dokter atau ahli herbal yang kompeten.
Meningkatkan Sirkulasi
Efek peningkatan sirkulasi darah menjadi salah satu aspek penting yang dikaitkan dengan pemanfaatan tumbuhan Aglaia odorata. Sirkulasi darah yang optimal berperan krusial dalam menjaga kesehatan dan fungsi organ tubuh, sehingga potensi tumbuhan ini dalam mendukung sirkulasi menjadi relevan untuk dieksplorasi lebih lanjut.
- Vasodilatasi Pembuluh Darah
Senyawa-senyawa tertentu yang terkandung dalam ekstrak tumbuhan ini diduga memiliki efek vasodilatasi, yaitu melebarkan pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah memungkinkan darah mengalir lebih lancar, mengurangi tekanan pada jantung dan meningkatkan suplai oksigen serta nutrisi ke seluruh jaringan tubuh. Kondisi ini sangat penting untuk kesehatan jantung dan fungsi organ yang optimal.
- Pengurangan Agregasi Platelet
Agregasi platelet, atau penggumpalan trombosit, dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan mengganggu sirkulasi. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan ini dapat membantu mengurangi agregasi platelet, sehingga mencegah pembentukan gumpalan darah yang berbahaya dan meningkatkan kelancaran aliran darah.
- Peningkatan Elastisitas Pembuluh Darah
Elastisitas pembuluh darah yang baik memungkinkan pembuluh darah mengembang dan berkontraksi dengan mudah, menyesuaikan diri dengan perubahan tekanan darah dan volume darah. Senyawa antioksidan dalam tumbuhan ini dapat membantu melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas, menjaga elastisitasnya dan meningkatkan sirkulasi secara keseluruhan.
- Pengaruh Terhadap Tekanan Darah
Sirkulasi darah yang baik berkontribusi pada pengaturan tekanan darah yang sehat. Efek vasodilatasi dan pengurangan agregasi platelet dari tumbuhan ini dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi dan menjaga tekanan darah tetap stabil. Tekanan darah yang terkontrol dengan baik mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.
- Dukungan untuk Penyembuhan Luka
Sirkulasi darah yang lancar sangat penting untuk proses penyembuhan luka. Aliran darah yang baik membawa oksigen dan nutrisi ke area luka, mempercepat regenerasi jaringan dan mencegah infeksi. Peningkatan sirkulasi yang dipicu oleh tumbuhan ini dapat membantu mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi risiko komplikasi.
Dengan demikian, potensi tumbuhan Aglaia odorata dalam meningkatkan sirkulasi darah menjadikannya kandidat menarik untuk penelitian lebih lanjut. Eksplorasi mendalam mengenai mekanisme kerja dan efektivitasnya dapat membuka peluang baru dalam pencegahan dan pengobatan berbagai kondisi yang berkaitan dengan gangguan sirkulasi.
Aroma terapi dan Tumbuhan Aglaia odorata
Tumbuhan Aglaia odorata, yang dikenal secara lokal sebagai daun pacar cina, memiliki aroma khas yang menjadikannya relevan dalam konteks aromaterapi. Aromaterapi adalah praktik terapeutik yang memanfaatkan aroma dari minyak esensial atau ekstrak tumbuhan untuk mempengaruhi suasana hati, kesehatan, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Hubungan antara tumbuhan ini dan aromaterapi terletak pada kandungan senyawa volatil yang dilepaskan oleh daun dan bunganya.
Senyawa volatil ini, ketika terhirup, berinteraksi dengan sistem olfaktori, yang terhubung langsung ke sistem limbik di otak. Sistem limbik berperan penting dalam mengatur emosi, memori, dan perilaku. Aroma yang menyenangkan dapat memicu respons relaksasi, mengurangi stres, dan meningkatkan suasana hati. Dalam konteks Aglaia odorata, aroma manis dan floralnya sering dikaitkan dengan efek menenangkan dan menenteramkan.
Penggunaan dalam aromaterapi dapat dilakukan melalui berbagai cara. Daun dan bunga dapat dikeringkan dan digunakan dalam potpourri untuk memberikan aroma yang lembut di ruangan. Ekstraksi minyak esensial memungkinkan konsentrasi aroma yang lebih tinggi dan penggunaannya dalam diffuser, inhaler, atau sebagai campuran dalam minyak pijat. Penggunaan dalam bentuk mandi uap atau kompres hangat juga memungkinkan inhalasi aroma sekaligus memberikan efek relaksasi pada tubuh.
Meskipun mekanisme pasti bagaimana aroma mempengaruhi otak masih terus diteliti, bukti anekdotal dan penelitian awal menunjukkan potensi manfaat aromaterapi dengan Aglaia odorata dalam mengurangi kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan perasaan sejahtera. Penting untuk dicatat bahwa respons individu terhadap aroma dapat bervariasi, dan penggunaan aromaterapi sebaiknya dilakukan dengan bijak dan mempertimbangkan sensitivitas individu.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami komposisi kimia aroma Aglaia odorata dan efek spesifiknya pada otak dan tubuh. Namun, aroma yang menyenangkan dan potensi efek terapeutiknya menjadikan tumbuhan ini sebagai kandidat menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut dalam konteks aromaterapi dan peningkatan kesejahteraan.
Tips Pemanfaatan Tumbuhan Aglaia odorata
Pemanfaatan tumbuhan Aglaia odorata memerlukan pemahaman yang baik untuk memastikan keamanan dan efektivitas. Informasi berikut memberikan panduan penting dalam penggunaannya.
Tip 1: Identifikasi yang Tepat
Pastikan tumbuhan yang digunakan adalah Aglaia odorata. Konsultasikan dengan ahli botani atau sumber terpercaya untuk menghindari kesalahan identifikasi dengan tumbuhan lain yang mungkin memiliki efek samping berbeda.
Tip 2: Konsultasi dengan Profesional Kesehatan
Sebelum menggunakan tumbuhan ini sebagai bagian dari pengobatan, konsultasikan dengan dokter, ahli herbal, atau tenaga medis profesional lainnya. Terutama jika memiliki kondisi medis yang mendasarinya, sedang mengonsumsi obat-obatan lain, atau sedang hamil atau menyusui.
Tip 3: Uji Alergi
Lakukan uji alergi sebelum menggunakan ekstrak atau produk olahan dari tumbuhan ini. Oleskan sedikit ekstrak pada area kecil kulit dan amati selama 24 jam. Jika terjadi iritasi, kemerahan, atau gatal-gatal, hentikan penggunaan.
Tip 4: Perhatikan Dosis
Dosis yang tepat sangat penting untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan. Mulailah dengan dosis rendah dan secara bertahap tingkatkan jika diperlukan, sesuai dengan rekomendasi profesional kesehatan. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan.
Tip 5: Perhatikan Cara Pengolahan
Cara pengolahan dapat mempengaruhi kandungan senyawa aktif dan efektivitas tumbuhan ini. Ikuti petunjuk yang benar untuk merebus, merendam, atau mengekstrak senyawa dari tumbuhan ini. Hindari penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses pengolahan.
Tip 6: Perhatikan Interaksi Obat
Tumbuhan ini dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Informasikan kepada dokter tentang penggunaan tumbuhan ini jika sedang mengonsumsi obat-obatan resep atau obat bebas. Perhatikan potensi interaksi dengan obat pengencer darah, obat penurun tekanan darah, atau obat penenang.
Pemanfaatan yang bijak, didasari informasi yang akurat dan konsultasi dengan profesional, akan memaksimalkan potensi manfaat tumbuhan Aglaia odorata sambil meminimalkan risiko efek samping.
Scientific Evidence and Case Studies
Sejumlah penelitian pendahuluan telah meneliti potensi efek farmakologis ekstrak Aglaia odorata, meskipun bukti klinis yang kuat pada manusia masih terbatas. Studi in vitro dan in vivo pada hewan menunjukkan aktivitas anti-inflamasi dan antioksidan. Beberapa studi fitokimia telah mengidentifikasi keberadaan senyawa seperti flavonoid dan alkaloid, yang diketahui memiliki sifat biologis yang relevan.
Studi in vitro mengeksplorasi kemampuan ekstrak untuk menghambat aktivitas enzim yang terlibat dalam proses inflamasi. Studi in vivo pada model hewan menunjukkan pengurangan edema dan nyeri setelah pemberian ekstrak. Namun, penting untuk dicatat bahwa hasil dari studi praklinis ini tidak selalu dapat diprediksi pada manusia. Uji klinis terkontrol secara acak diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan pada populasi manusia.
Laporan kasus individual dan studi observasional juga tersedia, menggambarkan penggunaan tradisional dan pengalaman subjektif dengan tumbuhan ini. Laporan-laporan ini seringkali menyoroti potensi manfaat dalam meredakan gejala seperti nyeri sendi, gangguan tidur, dan kecemasan ringan. Namun, laporan kasus memiliki keterbatasan karena kurangnya kontrol dan potensi bias. Studi observasional juga rentan terhadap faktor perancu dan tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat.
Mengingat keterbatasan bukti yang ada, penting untuk mendekati informasi mengenai potensi efek terapeutik Aglaia odorata dengan sikap kritis. Penelitian lebih lanjut, terutama uji klinis yang dirancang dengan baik, sangat dibutuhkan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan tumbuhan ini dalam berbagai kondisi kesehatan. Keputusan terkait penggunaan harus didasarkan pada informasi yang akurat dan konsultasi dengan profesional kesehatan yang kompeten.