Intip 7 Manfaat Daun Ketumbar, yang Jarang Diketahui
Kamis, 10 Juli 2025 oleh journal
Tumbuhan bernama ketumbar, khususnya bagian daunnya, menyimpan berbagai kebaikan untuk kesehatan. Kandungan nutrisi di dalamnya, seperti vitamin dan mineral, dipercaya memberikan efek positif bagi tubuh. Penggunaannya secara tradisional sering dikaitkan dengan peningkatan nafsu makan, membantu pencernaan, serta berpotensi memiliki sifat antioksidan.
"Daun ketumbar memang memiliki potensi manfaat kesehatan yang menarik. Namun, penting untuk diingat bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanannya secara menyeluruh. Konsultasikan dengan dokter sebelum menjadikannya bagian rutin dari diet Anda, terutama jika Anda memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan," ujar dr. Amelia Rahayu, seorang dokter umum dengan fokus pada nutrisi.
- dr. Amelia Rahayu
Klaim mengenai khasiat tumbuhan ini didukung oleh kandungan senyawa aktifnya. Daun ketumbar mengandung senyawa seperti flavonoid, polifenol, dan vitamin K. Flavonoid dan polifenol dikenal memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Vitamin K berperan penting dalam pembekuan darah dan kesehatan tulang. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa konsumsi tumbuhan ini dapat membantu menurunkan kadar gula darah, meningkatkan kesehatan jantung, dan meredakan masalah pencernaan. Umumnya, daun ini dapat dikonsumsi sebagai tambahan pada masakan atau diseduh menjadi teh. Namun, konsumsi berlebihan tidak dianjurkan. Penting untuk mendapatkan informasi yang akurat dan tidak berlebihan dalam memanfaatkan potensi tumbuhan ini.
Manfaat Daun Ketumbar
Daun ketumbar menawarkan beragam manfaat potensial yang berasal dari kandungan nutrisinya. Berikut adalah tujuh manfaat utama yang perlu diperhatikan:
- Meningkatkan Nafsu Makan
- Membantu Pencernaan
- Sumber Antioksidan
- Menurunkan Gula Darah (Potensial)
- Meningkatkan Kesehatan Jantung (Potensial)
- Meredakan Masalah Pencernaan (Potensial)
- Menjaga Kesehatan Tulang
Manfaat-manfaat tersebut saling terkait dan berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan. Sebagai contoh, kandungan antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh, sementara kemampuannya dalam membantu pencernaan dapat meningkatkan penyerapan nutrisi. Penelitian awal menunjukkan potensi dalam mengatur kadar gula darah dan mendukung fungsi jantung, meski studi lebih lanjut diperlukan. Konsumsi yang seimbang, sebagai bagian dari pola makan sehat, dapat memaksimalkan potensi manfaat yang ditawarkan oleh daun ketumbar.
Meningkatkan Nafsu Makan
Salah satu kegunaan tradisional dari daun tanaman Coriandrum sativum adalah sebagai stimulan nafsu makan. Kandungan senyawa tertentu di dalamnya diyakini dapat merangsang produksi enzim pencernaan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan rasa lapar. Aroma khas dan rasa yang menyegarkan dari daun ini juga dapat berkontribusi pada peningkatan selera makan, terutama bagi individu yang mengalami penurunan nafsu makan akibat kondisi medis tertentu, stres, atau efek samping pengobatan. Penggunaan daun ini sebagai penambah rasa dalam masakan dapat membantu memicu keinginan untuk makan dan memastikan asupan nutrisi yang adekuat. Namun, perlu diperhatikan bahwa peningkatan nafsu makan yang signifikan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis profesional untuk mengidentifikasi penyebab dan penanganan yang tepat.
Membantu Pencernaan
Sebagai bagian dari kebaikan yang ditawarkan tumbuhan ketumbar, kemampuannya dalam membantu proses pencernaan menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan. Efek ini berkaitan erat dengan kandungan senyawa alami di dalamnya yang berperan dalam menunjang fungsi sistem pencernaan secara optimal.
- Stimulasi Enzim Pencernaan
Daun ketumbar mengandung senyawa yang dapat merangsang produksi enzim pencernaan di dalam tubuh. Enzim-enzim ini krusial dalam memecah makanan menjadi molekul yang lebih kecil sehingga mudah diserap oleh usus. Dengan demikian, konsumsi daun ketumbar dapat membantu melancarkan proses pencernaan dan mengurangi risiko gangguan pencernaan.
- Mengurangi Kembung dan Gas
Sifat karminatif yang dimiliki oleh daun ketumbar dapat membantu mengurangi pembentukan gas di dalam saluran pencernaan. Hal ini dapat meredakan gejala kembung, perut begah, dan rasa tidak nyaman setelah makan. Mekanisme ini melibatkan relaksasi otot-otot saluran pencernaan dan membantu mengeluarkan gas yang terperangkap.
- Meredakan Sindrom Iritasi Usus (IBS)
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun ketumbar dapat membantu meredakan gejala sindrom iritasi usus (IBS). Sifat anti-inflamasi dan antispasmodik yang dimilikinya dapat mengurangi peradangan dan kejang otot di saluran pencernaan, sehingga mengurangi gejala seperti nyeri perut, diare, dan sembelit yang sering dialami penderita IBS.
- Mendukung Keseimbangan Bakteri Usus
Kandungan serat dan senyawa prebiotik dalam daun ketumbar dapat membantu mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam usus. Keseimbangan bakteri usus yang sehat sangat penting untuk menjaga fungsi pencernaan yang optimal dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
- Mengurangi Peradangan pada Saluran Pencernaan
Senyawa antioksidan dan anti-inflamasi yang terdapat dalam daun ketumbar dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran pencernaan. Peradangan kronis pada saluran pencernaan dapat menyebabkan berbagai masalah pencernaan, termasuk penyakit radang usus (IBD).
- Meningkatkan Penyerapan Nutrisi
Dengan membantu melancarkan proses pencernaan dan mengurangi peradangan, daun ketumbar secara tidak langsung dapat meningkatkan penyerapan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi. Hal ini memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup untuk menjalankan fungsi-fungsi vitalnya.
Secara keseluruhan, kontribusi daun ketumbar dalam membantu pencernaan merupakan bagian integral dari manfaat yang ditawarkannya. Dengan mendukung berbagai aspek fungsi pencernaan, konsumsi daun ketumbar secara moderat dapat menjadi bagian dari strategi untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Sumber Antioksidan
Keberadaan senyawa antioksidan dalam Coriandrum sativum memberikan kontribusi signifikan terhadap potensi manfaat kesehatan yang dimilikinya. Senyawa-senyawa ini berperan krusial dalam menangkal radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu berbagai penyakit kronis. Kandungan antioksidan ini menjadikan tumbuhan tersebut sebagai agen pelindung alami bagi tubuh.
- Perlindungan Terhadap Kerusakan Sel
Antioksidan bekerja dengan menetralkan radikal bebas, mencegahnya merusak DNA, protein, dan lipid dalam sel. Kerusakan sel akibat radikal bebas dikaitkan dengan penuaan dini, penyakit jantung, kanker, dan gangguan neurodegeneratif. Konsumsi tumbuhan ini dapat membantu mengurangi risiko kerusakan sel dan memperlambat proses penuaan.
- Kandungan Flavonoid dan Polifenol
Daun ini kaya akan flavonoid dan polifenol, dua jenis antioksidan kuat yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antikanker. Flavonoid, seperti quercetin, dan polifenol, seperti asam klorogenat, telah terbukti efektif dalam melindungi sel dari kerusakan oksidatif dan mengurangi risiko penyakit kronis.
- Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Stres oksidatif, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan, dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Antioksidan dalam tumbuhan ini membantu mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan fungsi sel-sel kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih tahan terhadap infeksi dan penyakit.
- Efek Anti-inflamasi
Peradangan kronis merupakan faktor pemicu berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan arthritis. Antioksidan dalam tumbuhan ini memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh dan mencegah perkembangan penyakit kronis.
- Potensi Antikanker
Beberapa penelitian in vitro dan pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan ini memiliki potensi antikanker. Antioksidan di dalamnya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram) pada sel kanker, dan mencegah penyebaran kanker.
- Mendukung Kesehatan Jantung
Antioksidan membantu mencegah oksidasi kolesterol LDL ("kolesterol jahat"), yang merupakan langkah awal dalam pembentukan plak di arteri. Dengan mencegah oksidasi LDL, antioksidan dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit jantung.
Dengan kemampuannya sebagai sumber antioksidan, konsumsi daun ini dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan penyakit kronis dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Penting untuk diingat bahwa manfaat ini paling optimal diperoleh melalui konsumsi seimbang sebagai bagian dari pola makan sehat dan gaya hidup aktif.
Menurunkan Gula Darah (Potensial)
Salah satu area yang menjanjikan dalam studi mengenai Coriandrum sativum adalah potensinya dalam membantu regulasi kadar glukosa darah. Beberapa penelitian awal, baik pada hewan percobaan maupun studi klinis berskala kecil, menunjukkan adanya indikasi bahwa konsumsi bagian tertentu dari tumbuhan ini, terutama daunnya, dapat berkontribusi pada penurunan kadar gula darah. Mekanisme yang mendasari efek ini belum sepenuhnya dipahami, namun beberapa hipotesis diajukan:
- Peningkatan Sensitivitas Insulin: Terdapat dugaan bahwa senyawa aktif dalam daun ketumbar dapat meningkatkan sensitivitas sel-sel tubuh terhadap insulin. Insulin adalah hormon yang berperan penting dalam memasukkan glukosa dari darah ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi. Peningkatan sensitivitas insulin berarti sel-sel tubuh lebih responsif terhadap insulin, sehingga lebih efektif dalam menurunkan kadar gula darah.
- Penghambatan Enzim Pencernaan Karbohidrat: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun ketumbar dapat menghambat aktivitas enzim alfa-amilase dan alfa-glukosidase. Enzim-enzim ini berperan dalam memecah karbohidrat kompleks menjadi glukosa di dalam usus. Dengan menghambat aktivitas enzim-enzim ini, penyerapan glukosa ke dalam darah dapat diperlambat, sehingga membantu mencegah lonjakan kadar gula darah setelah makan.
- Efek Antioksidan dan Anti-inflamasi: Kadar gula darah tinggi seringkali dikaitkan dengan stres oksidatif dan peradangan kronis. Senyawa antioksidan dan anti-inflamasi yang terkandung dalam daun ketumbar dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kontrol gula darah.
Penting untuk ditekankan bahwa bukti yang ada saat ini masih bersifat awal dan terbatas. Sebagian besar penelitian dilakukan pada hewan percobaan atau studi klinis berskala kecil dengan metodologi yang bervariasi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut, dengan desain yang lebih ketat dan melibatkan jumlah partisipan yang lebih besar, untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan daun ketumbar sebagai agen penurun gula darah. Individu yang memiliki diabetes atau berisiko tinggi terkena diabetes sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi daun ketumbar secara rutin sebagai bagian dari upaya pengendalian gula darah. Penggunaan daun ketumbar tidak boleh menggantikan pengobatan medis yang diresepkan oleh dokter.
Meningkatkan Kesehatan Jantung (Potensial)
Hubungan antara konsumsi Coriandrum sativum dan peningkatan kesehatan jantung bersifat potensial dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk konfirmasi definitif. Beberapa mekanisme yang mendasari potensi efek kardioprotektif tersebut sedang dieksplorasi. Pertama, kandungan antioksidan, seperti flavonoid dan polifenol, dalam tumbuhan ini berperan dalam mencegah oksidasi kolesterol LDL (low-density lipoprotein), atau sering disebut "kolesterol jahat". Oksidasi LDL merupakan langkah awal dalam pembentukan plak aterosklerosis, yaitu penumpukan lemak dan zat lain di dinding arteri, yang dapat menyebabkan penyempitan arteri dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit arteri perifer. Dengan menghambat oksidasi LDL, senyawa antioksidan tersebut dapat membantu menjaga kelancaran aliran darah dan mencegah pembentukan plak.
Kedua, beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida dalam darah. Kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi merupakan faktor risiko penyakit jantung. Meskipun mekanisme pasti yang mendasari efek ini belum sepenuhnya dipahami, terdapat dugaan bahwa senyawa aktif dalam tumbuhan ini dapat menghambat penyerapan kolesterol di usus atau meningkatkan ekskresi kolesterol dari tubuh. Lebih lanjut, beberapa studi in vitro dan pada hewan percobaan menunjukkan bahwa tumbuhan ini dapat memiliki efek antihipertensi, yaitu membantu menurunkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Senyawa tertentu dalam tumbuhan ini diduga dapat merelaksasi pembuluh darah, sehingga menurunkan resistensi perifer dan menurunkan tekanan darah. Namun, perlu ditekankan bahwa bukti yang ada saat ini masih terbatas dan diperlukan penelitian klinis skala besar pada manusia untuk mengkonfirmasi efek kardioprotektif tumbuhan ini secara komprehensif dan menentukan dosis optimal serta potensi interaksi dengan obat-obatan lain.
Oleh karena itu, meskipun terdapat indikasi potensi manfaat bagi kesehatan jantung, konsumsi tumbuhan ini sebaiknya dilakukan secara moderat sebagai bagian dari pola makan sehat dan gaya hidup aktif, serta tidak boleh menggantikan pengobatan medis yang diresepkan oleh dokter. Individu dengan riwayat penyakit jantung atau faktor risiko penyakit jantung sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi tumbuhan ini secara rutin.
Meredakan Masalah Pencernaan (Potensial)
Sebagai bagian dari potensi efek positif yang dikaitkan dengan tumbuhan ketumbar, kemampuannya dalam meredakan berbagai masalah pencernaan menjadi fokus perhatian. Walaupun bukti ilmiah yang kuat masih dalam tahap pengembangan, penggunaan tradisional dan penelitian awal mengindikasikan adanya mekanisme yang dapat menenangkan dan menyeimbangkan sistem pencernaan. Potensi manfaat ini berkaitan erat dengan komposisi senyawa aktif yang terdapat di dalamnya.
- Efek Karminatif dan Reduksi Gas
Tumbuhan ini secara tradisional digunakan sebagai agen karminatif, yang berarti dapat membantu mengurangi pembentukan gas di saluran pencernaan. Senyawa tertentu di dalamnya dapat merelaksasi otot-otot polos di saluran pencernaan, memfasilitasi pelepasan gas yang terperangkap, dan mengurangi gejala kembung serta rasa tidak nyaman akibat gas berlebih. Contoh penggunaannya termasuk penambahan pada masakan yang cenderung menghasilkan gas, seperti hidangan kacang-kacangan atau kubis.
- Pengurangan Peradangan pada Saluran Pencernaan
Kandungan antioksidan dan anti-inflamasi di dalam tumbuhan ini dapat membantu mengurangi peradangan pada lapisan saluran pencernaan. Peradangan kronis dapat berkontribusi pada berbagai masalah pencernaan, termasuk sindrom iritasi usus (IBS) dan penyakit radang usus (IBD). Efek anti-inflamasi ini dapat membantu meredakan gejala seperti nyeri perut, kram, dan diare.
- Stimulasi Produksi Enzim Pencernaan
Terdapat indikasi bahwa tumbuhan ini dapat merangsang produksi enzim pencernaan, seperti amilase, protease, dan lipase. Enzim-enzim ini berperan penting dalam memecah karbohidrat, protein, dan lemak menjadi molekul yang lebih kecil sehingga mudah diserap oleh tubuh. Peningkatan produksi enzim pencernaan dapat membantu memperbaiki efisiensi pencernaan dan mengurangi risiko gangguan pencernaan akibat kekurangan enzim.
- Efek Antimikroba Potensial
Beberapa penelitian in vitro menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan ini memiliki efek antimikroba terhadap beberapa jenis bakteri dan jamur yang dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan. Efek antimikroba ini dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mencegah pertumbuhan berlebihan mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan diare atau gangguan pencernaan lainnya.
Meskipun mekanisme-mekanisme ini menjanjikan, penting untuk diingat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan tumbuhan ini dalam meredakan masalah pencernaan. Penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati dan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis profesional, terutama bagi individu dengan kondisi medis yang mendasari atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan. Potensi manfaat ini, jika terbukti secara konsisten, akan semakin memperkuat argumentasi mengenai nilai tumbuhan ini sebagai bagian dari pendekatan holistik terhadap kesehatan.
Menjaga Kesehatan Tulang
Peran Coriandrum sativum dalam memelihara kekuatan dan kepadatan tulang melibatkan beberapa faktor nutrisi yang terkandung di dalamnya. Meskipun bukan sumber utama kalsium dibandingkan dengan produk susu, tumbuhan ini menyumbangkan sejumlah mineral penting yang berkontribusi pada kesehatan tulang. Salah satu komponen penting adalah vitamin K, yang memiliki peran krusial dalam proses mineralisasi tulang. Vitamin K membantu mengarahkan kalsium ke tulang dan gigi, memastikan bahwa mineral tersebut digunakan secara efektif untuk membangun dan memelihara jaringan tulang yang kuat. Kekurangan vitamin K dapat meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang.
Selain vitamin K, tumbuhan ini juga mengandung sejumlah kecil mineral lain yang penting untuk kesehatan tulang, seperti magnesium dan mangan. Magnesium berperan dalam pembentukan kristal tulang dan membantu mengatur metabolisme kalsium. Mangan, meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil, merupakan kofaktor untuk enzim yang terlibat dalam sintesis kolagen, protein struktural utama yang membentuk matriks tulang. Matriks kolagen ini memberikan fleksibilitas dan kekuatan pada tulang, mencegahnya menjadi rapuh dan mudah patah. Selain itu, kandungan antioksidan di dalamnya dapat membantu mengurangi peradangan kronis, yang dapat berkontribusi pada pengeroposan tulang seiring waktu. Dengan demikian, konsumsi tumbuhan ini, sebagai bagian dari pola makan seimbang yang kaya akan nutrisi penting lainnya, dapat berkontribusi pada pemeliharaan kesehatan tulang sepanjang hidup. Penting untuk diingat bahwa kesehatan tulang merupakan proses kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetika, hormon, aktivitas fisik, dan asupan nutrisi yang adekuat.
Tips Memaksimalkan Potensi Kesehatan
Untuk memperoleh manfaat optimal dari tumbuhan ini, penerapan beberapa strategi konsumsi dan pengolahan dapat meningkatkan efektivitasnya. Berikut adalah panduan praktis yang perlu diperhatikan:
Tip 1: Pilihlah Daun yang Segar dan Berkualitas
Kualitas daun sangat memengaruhi kandungan nutrisi dan senyawa aktif di dalamnya. Pilihlah daun yang berwarna hijau segar, tidak layu, dan bebas dari noda atau kerusakan. Hindari daun yang terlihat kering atau menguning, karena kemungkinan besar kandungan nutrisinya sudah berkurang. Jika memungkinkan, gunakan daun yang berasal dari sumber organik untuk meminimalkan paparan pestisida dan bahan kimia berbahaya.
Tip 2: Konsumsi Secara Teratur dalam Jumlah Moderat
Konsistensi adalah kunci untuk mendapatkan manfaat jangka panjang. Integrasikan tumbuhan ini ke dalam menu makanan Anda secara teratur, namun tetap perhatikan porsi yang wajar. Konsumsi berlebihan tidak selalu berarti manfaat yang lebih besar, dan bahkan dapat memicu efek samping pada beberapa individu. Sesuaikan jumlah konsumsi dengan kondisi kesehatan dan respons tubuh Anda.
Tip 3: Kombinasikan dengan Bahan Makanan Lain yang Sehat
Manfaat tumbuhan ini akan semakin optimal jika dikombinasikan dengan bahan makanan lain yang kaya nutrisi. Padukan dengan sayuran lain, buah-buahan, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh untuk menciptakan hidangan yang seimbang dan bergizi. Contohnya, tambahkan daun ini ke dalam salad, sup, tumisan, atau smoothie.
Tip 4: Perhatikan Cara Pengolahan untuk Mempertahankan Nutrisi
Cara pengolahan dapat memengaruhi kandungan nutrisi dalam tumbuhan ini. Hindari memasak terlalu lama atau menggunakan suhu yang terlalu tinggi, karena dapat merusak senyawa aktif yang bermanfaat. Sebaiknya tambahkan daun ini menjelang akhir proses memasak atau konsumsi mentah sebagai taburan atau hiasan pada hidangan.
Dengan mengikuti panduan ini, potensi manfaat kesehatan dari tumbuhan ini dapat dioptimalkan. Penting untuk selalu mendengarkan respons tubuh dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan jika memiliki pertanyaan atau kekhawatiran.
Bukti Ilmiah dan Studi Kasus
Penelitian mengenai potensi terapeutik daun Coriandrum sativum telah menghasilkan beberapa studi kasus menarik, meskipun sebagian besar masih bersifat awal dan memerlukan validasi lebih lanjut. Sebuah studi kasus yang dipublikasikan dalam Journal of Ethnopharmacology meneliti efek ekstrak daun ketumbar pada seorang pasien dengan dislipidemia (kadar lipid abnormal dalam darah). Pasien tersebut mengonsumsi ekstrak daun ketumbar secara teratur selama delapan minggu, dan hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada kadar kolesterol total dan trigliserida. Meskipun studi ini menjanjikan, penting untuk dicatat bahwa ini hanyalah sebuah studi kasus tunggal, dan tidak ada kelompok kontrol yang digunakan untuk membandingkan hasilnya. Oleh karena itu, tidak mungkin untuk menarik kesimpulan definitif mengenai efektivitas ekstrak daun ketumbar dalam mengobati dislipidemia berdasarkan studi ini saja.
Studi lain, yang diterbitkan dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition, menyelidiki efek konsumsi daun ketumbar segar pada kadar glukosa darah pada sekelompok kecil individu dengan pradiabetes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daun ketumbar segar secara teratur selama empat minggu dikaitkan dengan penurunan kadar glukosa darah puasa dan peningkatan sensitivitas insulin. Namun, ukuran sampel dalam studi ini relatif kecil, dan penelitian lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar dan desain yang lebih ketat diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan menentukan mekanisme yang mendasari efek hipoglikemik daun ketumbar.
Terdapat pula beberapa studi in vitro dan pada hewan percobaan yang meneliti potensi antioksidan dan anti-inflamasi ekstrak daun ketumbar. Studi-studi ini telah menunjukkan bahwa ekstrak daun ketumbar mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan polifenol, yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang kuat. Senyawa-senyawa ini dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan mengurangi peradangan kronis, yang merupakan faktor risiko berbagai penyakit kronis. Meskipun hasil studi in vitro dan pada hewan percobaan ini menjanjikan, penting untuk dicatat bahwa hasil ini belum tentu dapat diterjemahkan ke manusia, dan penelitian klinis lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan ekstrak daun ketumbar sebagai agen antioksidan dan anti-inflamasi pada manusia.
Interpretasi bukti ilmiah mengenai potensi manfaat kesehatan Coriandrum sativum harus dilakukan dengan hati-hati dan dengan mempertimbangkan keterbatasan yang ada. Studi kasus dan penelitian awal memberikan indikasi yang menjanjikan, namun diperlukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih ketat dan ukuran sampel yang lebih besar untuk mengkonfirmasi temuan ini dan menentukan mekanisme yang mendasari efek terapeutik daun ketumbar. Konsultasi dengan profesional kesehatan yang berkualifikasi sangat dianjurkan sebelum menggunakan daun ketumbar sebagai bagian dari strategi pengobatan atau pencegahan penyakit.