7 Manfaat Daun Kayu Putih yang Wajib Kamu Ketahui

Minggu, 20 Juli 2025 oleh journal

Ekstrak dari tanaman Melaleuca leucadendra ini telah lama dimanfaatkan secara tradisional. Kegunaannya meliputi peredaan masalah pernapasan, pengurangan nyeri otot, serta efek relaksasi. Kandungan senyawa aktif di dalamnya diyakini memberikan dampak positif bagi kesehatan.

"Penggunaan ekstrak Melaleuca leucadendra sebagai pengobatan tradisional memiliki dasar ilmiah yang kuat. Senyawa-senyawa aktif di dalamnya menunjukkan potensi signifikan dalam meredakan berbagai keluhan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan pernapasan dan peradangan," ujar Dr. Amelia Hasanah, seorang ahli herbal dari Universitas Gadjah Mada.

7 Manfaat Daun Kayu Putih yang Wajib Kamu Ketahui

Dr. Hasanah menambahkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya mekanisme kerja dan potensi efek sampingnya.

Ekstrak ini mengandung cineole (eucalyptol), yang dikenal memiliki sifat ekspektoran dan anti-inflamasi. Cineole membantu melonggarkan dahak pada saluran pernapasan, sehingga mempermudah pernapasan saat terjadi batuk atau pilek. Selain itu, senyawa lain seperti alpha-terpineol berkontribusi pada efek antimikroba. Penggunaan yang direkomendasikan umumnya melalui inhalasi uap atau penggunaan topikal yang diencerkan. Namun, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menggunakannya, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, atau individu dengan kondisi medis tertentu.

Manfaat Daun Kayu Putih

Ekstrak daun kayu putih menawarkan beragam khasiat yang telah dikenal secara tradisional. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

  • Meredakan Hidung Tersumbat
  • Mengurangi Nyeri Otot
  • Menenangkan Perut Kembung
  • Membantu Pernapasan Lega
  • Efek Anti-Inflamasi
  • Meredakan Gatal Gigitan Serangga
  • Menghangatkan Tubuh

Manfaat-manfaat di atas bersumber dari kandungan senyawa aktif dalam daun kayu putih, seperti cineole, yang memiliki sifat ekspektoran dan anti-inflamasi. Penggunaan minyak kayu putih secara topikal dapat membantu meredakan nyeri otot dan gatal akibat gigitan serangga. Sementara itu, inhalasi uap minyak kayu putih dapat membantu melegakan pernapasan dan meredakan hidung tersumbat. Efek menghangatkan yang dihasilkan juga dapat memberikan kenyamanan saat cuaca dingin atau saat mengalami gejala flu.

Meredakan Hidung Tersumbat

Kemampuan meredakan hidung tersumbat menjadi salah satu kegunaan utama dari ekstrak Melaleuca leucadendra. Kondisi hidung tersumbat, yang seringkali disebabkan oleh peradangan pada saluran pernapasan, dapat mengganggu kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, upaya untuk meredakan kondisi ini memiliki nilai yang signifikan.

  • Sifat Dekongestan

    Senyawa cineole (eucalyptol), yang merupakan komponen utama dalam ekstrak Melaleuca leucadendra, memiliki sifat dekongestan. Sifat ini membantu melonggarkan lendir yang menyumbat saluran pernapasan, sehingga mempermudah aliran udara dan mengurangi rasa sesak di hidung. Contohnya, inhalasi uap yang mengandung cineole sering direkomendasikan untuk meredakan hidung tersumbat saat mengalami pilek.

  • Efek Anti-Inflamasi

    Peradangan pada lapisan hidung dapat menyebabkan pembengkakan dan penyumbatan. Ekstrak Melaleuca leucadendra memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan tersebut. Dengan mengurangi peradangan, saluran hidung menjadi lebih terbuka, sehingga pernapasan menjadi lebih lega.

  • Mekanisme Inhalasi

    Inhalasi uap merupakan metode yang umum digunakan untuk meredakan hidung tersumbat dengan ekstrak Melaleuca leucadendra. Uap yang mengandung senyawa aktif akan langsung mencapai saluran pernapasan, memberikan efek dekongestan dan anti-inflamasi secara lokal. Metode ini dianggap efektif karena memberikan respons yang cepat.

  • Perbandingan dengan Dekongestan Sintetis

    Meskipun dekongestan sintetis juga efektif meredakan hidung tersumbat, ekstrak Melaleuca leucadendra menawarkan alternatif alami yang mungkin lebih disukai oleh beberapa orang. Selain itu, beberapa dekongestan sintetis dapat memiliki efek samping, seperti peningkatan tekanan darah, yang perlu dipertimbangkan.

  • Kombinasi dengan Pengobatan Lain

    Penggunaan ekstrak Melaleuca leucadendra untuk meredakan hidung tersumbat dapat dikombinasikan dengan pengobatan lain, seperti istirahat yang cukup dan hidrasi yang adekuat. Kombinasi ini dapat membantu mempercepat proses penyembuhan dan memberikan kenyamanan yang lebih baik.

  • Pertimbangan Keamanan

    Meskipun umumnya aman, penggunaan ekstrak Melaleuca leucadendra perlu diperhatikan, terutama pada anak-anak, ibu hamil, atau individu dengan kondisi medis tertentu. Konsultasi dengan tenaga medis disarankan sebelum menggunakannya untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Dengan sifat dekongestan dan anti-inflamasinya, ekstrak Melaleuca leucadendra memainkan peran penting dalam meredakan hidung tersumbat. Mekanisme kerjanya yang efektif, dikombinasikan dengan metode penggunaan yang mudah, menjadikannya solusi yang populer untuk mengatasi masalah pernapasan ini.

Mengurangi Nyeri Otot

Kemampuan meredakan nyeri otot merupakan salah satu aspek penting dari khasiat ekstrak Melaleuca leucadendra. Nyeri otot, yang dapat timbul akibat berbagai faktor seperti aktivitas fisik berlebihan, cedera, atau kondisi medis tertentu, seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penggunaan ekstrak ini sebagai agen pereda nyeri memiliki relevansi yang signifikan.

  • Sifat Analgesik Topikal

    Ekstrak Melaleuca leucadendra mengandung senyawa yang memiliki sifat analgesik topikal. Ketika dioleskan pada kulit, senyawa-senyawa ini dapat mengurangi sensasi nyeri pada otot yang mengalami ketegangan atau peradangan. Contohnya, menggosokkan minyak yang mengandung ekstrak ini pada area yang nyeri setelah berolahraga dapat membantu meredakan nyeri otot.

  • Efek Anti-Inflamasi

    Nyeri otot seringkali disertai dengan peradangan. Ekstrak Melaleuca leucadendra memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada otot yang terkena. Dengan mengurangi peradangan, nyeri otot dapat berkurang secara signifikan.

  • Mekanisme Relaksasi Otot

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam ekstrak Melaleuca leucadendra dapat membantu merelaksasi otot yang tegang. Relaksasi otot ini dapat mengurangi tekanan pada saraf dan pembuluh darah, sehingga mengurangi rasa nyeri. Penggunaan minyak pijat yang mengandung ekstrak ini dapat memberikan efek relaksasi otot yang bermanfaat.

  • Penggunaan dalam Aromaterapi

    Aroma dari ekstrak Melaleuca leucadendra juga dapat memberikan efek relaksasi dan mengurangi stres, yang seringkali memperburuk nyeri otot. Penggunaan dalam aromaterapi dapat membantu menciptakan suasana yang menenangkan, sehingga membantu mengurangi persepsi nyeri.

Kombinasi sifat analgesik topikal, anti-inflamasi, dan efek relaksasi otot menjadikan ekstrak Melaleuca leucadendra sebagai agen yang efektif dalam meredakan nyeri otot. Penggunaan yang tepat, baik melalui aplikasi topikal maupun aromaterapi, dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi individu yang mengalami masalah nyeri otot. Namun, penting untuk diingat bahwa konsultasi dengan tenaga medis disarankan sebelum menggunakan ekstrak ini, terutama jika nyeri otot berlangsung lama atau disertai gejala lain.

Menenangkan Perut Kembung

Ekstrak dari Melaleuca leucadendra diyakini memiliki kemampuan untuk meredakan perut kembung, sebuah kondisi yang seringkali disebabkan oleh penumpukan gas berlebih dalam saluran pencernaan. Efek ini dikaitkan dengan beberapa mekanisme potensial.

Pertama, senyawa-senyawa tertentu dalam ekstrak tersebut diduga memiliki sifat karminatif. Sifat ini membantu mendorong pengeluaran gas dari saluran pencernaan, sehingga mengurangi tekanan dan rasa tidak nyaman yang terkait dengan perut kembung. Mekanisme ini penting karena membantu memulihkan fungsi normal sistem pencernaan dalam mengeluarkan gas yang terbentuk secara alami.

Kedua, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Melaleuca leucadendra mungkin memiliki efek relaksasi pada otot-otot saluran pencernaan. Dengan merelaksasi otot-otot ini, gerakan peristaltik (gerakan kontraksi yang mendorong makanan melalui usus) dapat menjadi lebih lancar dan efisien. Hal ini dapat membantu mencegah penumpukan gas dan mengurangi risiko perut kembung.

Ketiga, ekstrak ini juga memiliki potensi untuk mempengaruhi keseimbangan bakteri dalam usus. Ketidakseimbangan bakteri usus (disbiosis) dapat berkontribusi pada produksi gas berlebih. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efek ini, beberapa bukti menunjukkan bahwa ekstrak Melaleuca leucadendra dapat membantu memulihkan keseimbangan bakteri usus, sehingga mengurangi produksi gas dan meredakan perut kembung.

Penggunaan ekstrak Melaleuca leucadendra untuk meredakan perut kembung umumnya dilakukan melalui aplikasi topikal (misalnya, menggosokkan minyak yang mengandung ekstrak ini pada perut) atau melalui inhalasi aromaterapi. Namun, penting untuk diingat bahwa efektivitas dan keamanan penggunaan ini dapat bervariasi antar individu. Konsultasi dengan tenaga medis sebelum penggunaan sangat disarankan, terutama bagi individu dengan kondisi medis yang mendasari atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Membantu Pernapasan Lega

Kemudahan dalam bernapas merupakan aspek krusial dari kesejahteraan fisik. Ekstrak dari Melaleuca leucadendra memiliki peran penting dalam memfasilitasi pernapasan yang lebih lega, terutama dalam kondisi saluran pernapasan yang terganggu.

  • Efek Ekspektoran

    Senyawa cineole, yang terkandung dalam ekstrak Melaleuca leucadendra, memiliki sifat ekspektoran. Sifat ini membantu mengencerkan dan mengeluarkan dahak dari saluran pernapasan, mempermudah aliran udara dan mengurangi rasa sesak di dada. Proses ini krusial bagi individu dengan kondisi seperti bronkitis atau pilek.

  • Sifat Bronkodilator

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak ini memiliki potensi sebagai bronkodilator ringan. Bronkodilator membantu melebarkan saluran pernapasan, sehingga meningkatkan aliran udara ke paru-paru. Efek ini bermanfaat bagi individu dengan kondisi asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

  • Pengurangan Peradangan Saluran Pernapasan

    Peradangan pada saluran pernapasan dapat menyebabkan penyempitan dan kesulitan bernapas. Ekstrak Melaleuca leucadendra memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan tersebut, sehingga mempermudah pernapasan. Kondisi seperti sinusitis atau alergi dapat diredakan melalui mekanisme ini.

  • Aplikasi Inhalasi Uap

    Metode inhalasi uap dengan ekstrak Melaleuca leucadendra memungkinkan senyawa aktif mencapai saluran pernapasan secara langsung. Uap yang mengandung senyawa aktif akan membantu melembabkan saluran pernapasan, melonggarkan dahak, dan mengurangi peradangan, sehingga memberikan efek lega pada pernapasan.

Berbagai mekanisme di atas menunjukkan bahwa ekstrak Melaleuca leucadendra memiliki peran signifikan dalam memfasilitasi pernapasan yang lebih lega. Sifat ekspektoran, bronkodilator, dan anti-inflamasinya bekerja secara sinergis untuk mengatasi berbagai masalah pernapasan. Meskipun demikian, konsultasi dengan tenaga medis tetap dianjurkan sebelum menggunakan ekstrak ini sebagai bagian dari rencana perawatan pernapasan.

Efek Anti-Inflamasi

Kemampuan meredakan peradangan merupakan salah satu kontribusi penting terhadap khasiat tumbuhan ini. Peradangan, sebagai respons alami tubuh terhadap cedera atau infeksi, dapat memicu berbagai masalah kesehatan jika tidak terkontrol. Oleh karena itu, sifat anti-inflamasi dari ekstrak tanaman ini memiliki peran yang signifikan.

  • Peredaan Nyeri dan Pembengkakan

    Peradangan seringkali disertai dengan nyeri dan pembengkakan. Senyawa aktif dalam ekstrak ini dapat membantu mengurangi produksi zat-zat kimia yang memicu peradangan, sehingga meredakan nyeri dan pembengkakan pada area yang terkena. Contohnya, aplikasi topikal ekstrak ini pada sendi yang meradang akibat arthritis dapat memberikan efek pereda nyeri.

  • Perlindungan Terhadap Kerusakan Jaringan

    Peradangan kronis dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Sifat anti-inflamasi dari ekstrak ini dapat membantu melindungi jaringan dari kerusakan lebih lanjut dengan menekan respons peradangan yang berlebihan. Mekanisme ini penting dalam pencegahan penyakit degeneratif yang terkait dengan peradangan kronis.

  • Dukungan Sistem Kekebalan Tubuh

    Peradangan merupakan bagian integral dari respons imun. Ekstrak ini dapat membantu memodulasi respons imun, memastikan bahwa peradangan terjadi hanya saat diperlukan dan tidak berlebihan. Keseimbangan ini penting untuk menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh yang optimal.

  • Potensi dalam Pengobatan Penyakit Kronis

    Peradangan kronis berperan dalam perkembangan berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Sifat anti-inflamasi dari ekstrak ini menjanjikan sebagai agen terapeutik potensial dalam pengelolaan penyakit-penyakit tersebut. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanannya.

Dengan kemampuannya meredakan peradangan, melindungi jaringan, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan berpotensi dalam pengobatan penyakit kronis, ekstrak tanaman ini menawarkan manfaat yang luas bagi kesehatan. Sifat anti-inflamasinya merupakan salah satu alasan utama mengapa ekstrak ini banyak digunakan secara tradisional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Meredakan Gatal Gigitan Serangga

Ekstrak dari Melaleuca leucadendra telah lama dikenal sebagai solusi tradisional untuk meredakan rasa gatal yang disebabkan oleh gigitan serangga. Kemampuan ini menjadikannya relevan sebagai bagian dari khasiat yang ditawarkan oleh tanaman tersebut.

  • Efek Antipruritik Topikal

    Senyawa-senyawa tertentu dalam ekstrak Melaleuca leucadendra memiliki sifat antipruritik, yang berarti mampu mengurangi rasa gatal ketika dioleskan pada kulit. Sifat ini sangat bermanfaat dalam meredakan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, semut, atau serangga lainnya. Aplikasi langsung pada area yang terkena dapat memberikan efek penenangan yang cepat.

  • Sifat Anti-Inflamasi dalam Meredakan Gatal

    Gigitan serangga seringkali menyebabkan peradangan lokal pada kulit. Ekstrak Melaleuca leucadendra memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan tersebut. Dengan meredakan peradangan, rasa gatal juga dapat berkurang secara signifikan. Hal ini penting karena peradangan dapat memperburuk sensasi gatal.

  • Efek Mendinginkan pada Kulit

    Ekstrak ini dapat memberikan efek mendinginkan pada kulit, yang dapat membantu mengalihkan perhatian dari rasa gatal. Efek ini memberikan sensasi yang menenangkan dan dapat membantu mencegah keinginan untuk menggaruk area yang gatal. Menggaruk hanya akan memperburuk iritasi dan memperlambat proses penyembuhan.

  • Potensi Antiseptik

    Beberapa gigitan serangga dapat menyebabkan luka kecil yang rentan terhadap infeksi. Ekstrak Melaleuca leucadendra memiliki sifat antiseptik yang dapat membantu mencegah infeksi pada luka gigitan serangga. Pencegahan infeksi sangat penting untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah komplikasi.

  • Penggunaan Tradisional dan Modern

    Penggunaan ekstrak Melaleuca leucadendra untuk meredakan gatal gigitan serangga telah dilakukan secara tradisional selama berabad-abad. Saat ini, ekstrak ini masih banyak digunakan dalam berbagai produk perawatan kulit dan obat-obatan topikal untuk mengatasi masalah gigitan serangga. Hal ini menunjukkan relevansi dan efektivitasnya yang berkelanjutan.

  • Keamanan dan Pertimbangan Penggunaan

    Meskipun umumnya aman, penggunaan ekstrak Melaleuca leucadendra perlu diperhatikan, terutama pada individu dengan kulit sensitif atau alergi terhadap komponen tertentu. Uji coba pada area kecil kulit sebelum penggunaan luas disarankan. Konsultasi dengan tenaga medis diperlukan jika terjadi reaksi alergi atau iritasi.

Dengan kombinasi efek antipruritik, anti-inflamasi, mendinginkan, dan antiseptik, ekstrak Melaleuca leucadendra menawarkan solusi komprehensif untuk meredakan gatal yang disebabkan oleh gigitan serangga. Penggunaannya yang luas, baik secara tradisional maupun modern, menegaskan nilainya sebagai salah satu khasiat penting dari tanaman ini.

Menghangatkan Tubuh

Salah satu kegunaan yang dikenal dari ekstrak Melaleuca leucadendra adalah kemampuannya dalam memberikan sensasi hangat pada tubuh. Efek ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga memiliki implikasi terapeutik dalam kondisi tertentu. Sensasi hangat yang dihasilkan berasal dari interaksi senyawa-senyawa aktif dalam ekstrak tersebut dengan sistem saraf dan pembuluh darah perifer.

Ketika dioleskan secara topikal, ekstrak Melaleuca leucadendra memicu vasodilatasi, yaitu pelebaran pembuluh darah di dekat permukaan kulit. Pelebaran pembuluh darah ini meningkatkan aliran darah ke area yang dioleskan, menghasilkan sensasi hangat yang menyenangkan. Efek ini sangat bermanfaat dalam meredakan rasa dingin akibat paparan suhu rendah atau gangguan sirkulasi.

Selain itu, beberapa komponen dalam ekstrak Melaleuca leucadendra juga dapat berinteraksi dengan reseptor sensorik pada kulit, yang berperan dalam merasakan suhu. Interaksi ini dapat meningkatkan sensitivitas terhadap panas, sehingga efek menghangatkan terasa lebih intens. Mekanisme ini menjelaskan mengapa aplikasi topikal ekstrak ini seringkali memberikan rasa nyaman dan membantu mengurangi ketegangan otot.

Dalam konteks pengobatan tradisional, efek menghangatkan dari ekstrak Melaleuca leucadendra dimanfaatkan untuk meredakan gejala seperti nyeri otot, pegal-pegal, dan gejala flu. Sensasi hangat yang dihasilkan dapat membantu mengurangi rasa sakit dan memberikan efek relaksasi, sehingga meningkatkan kenyamanan secara keseluruhan. Selain itu, efek vasodilatasi juga dapat membantu mempercepat pemulihan jaringan yang mengalami peradangan.

Meskipun mekanisme pasti yang mendasari efek menghangatkan ini masih terus diteliti, bukti yang ada menunjukkan bahwa interaksi kompleks antara senyawa aktif dalam ekstrak Melaleuca leucadendra dengan sistem saraf dan pembuluh darah perifer berperan penting. Efek ini menjadikan ekstrak tersebut sebagai solusi alami yang efektif untuk memberikan kehangatan dan meredakan berbagai keluhan fisik.

Tips Pemanfaatan Ekstrak Melaleuca leucadendra

Pemanfaatan ekstrak Melaleuca leucadendra memerlukan pemahaman yang baik agar manfaatnya optimal dan efek samping minimal. Berikut adalah beberapa panduan penting:

Tip 1: Perhatikan Konsentrasi
Konsentrasi ekstrak yang digunakan sangat memengaruhi efektivitas dan potensi iritasi. Untuk penggunaan topikal, selalu encerkan ekstrak dengan minyak pembawa (seperti minyak kelapa atau minyak zaitun) untuk menghindari iritasi kulit. Hindari penggunaan langsung ekstrak murni pada kulit, terutama bagi individu dengan kulit sensitif.

Tip 2: Metode Aplikasi yang Tepat
Metode aplikasi disesuaikan dengan tujuan penggunaan. Untuk masalah pernapasan, inhalasi uap merupakan metode yang efektif. Untuk nyeri otot, aplikasi topikal dengan pijatan lembut dapat membantu. Untuk meredakan gatal, oleskan ekstrak yang diencerkan secara tipis pada area yang terkena.

Tip 3: Uji Sensitivitas Kulit
Sebelum penggunaan luas, lakukan uji sensitivitas kulit dengan mengoleskan sedikit ekstrak yang diencerkan pada area kecil kulit (seperti di lipatan siku). Tunggu selama 24 jam untuk melihat apakah ada reaksi alergi atau iritasi. Jika muncul kemerahan, gatal, atau bengkak, hentikan penggunaan.

Tip 4: Perhatikan Usia dan Kondisi Kesehatan
Penggunaan ekstrak ini tidak dianjurkan untuk bayi dan anak-anak kecil tanpa pengawasan medis. Ibu hamil dan menyusui, serta individu dengan kondisi medis tertentu (seperti asma atau epilepsi), sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan ekstrak ini.

Tip 5: Penyimpanan yang Benar
Simpan ekstrak di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Pastikan botol tertutup rapat untuk mencegah penguapan dan oksidasi. Perhatikan tanggal kedaluwarsa dan jangan gunakan jika sudah melewati tanggal tersebut.

Dengan mengikuti panduan ini, pemanfaatan ekstrak Melaleuca leucadendra dapat dilakukan secara aman dan efektif, memaksimalkan manfaatnya bagi kesehatan dan kesejahteraan.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Pemanfaatan ekstrak Melaleuca leucadendra dalam dunia medis tradisional telah mendorong berbagai penelitian ilmiah untuk menguji efektivitas dan keamanannya. Beberapa studi kasus menunjukkan potensi yang menjanjikan, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi temuan ini secara komprehensif.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Ethnopharmacology meneliti efek inhalasi uap yang mengandung ekstrak Melaleuca leucadendra pada pasien dengan infeksi saluran pernapasan atas. Hasilnya menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam gejala seperti hidung tersumbat, batuk, dan sakit kepala. Studi ini menggunakan desain kelompok kontrol plasebo, yang meningkatkan validitas temuan. Namun, ukuran sampel yang relatif kecil (n=50) membatasi generalisasi hasil ke populasi yang lebih besar.

Studi lain, yang diterbitkan dalam International Journal of Aromatherapy, menyelidiki efek topikal ekstrak Melaleuca leucadendra pada nyeri otot. Studi ini menggunakan desain double-blind, di mana baik peserta maupun peneliti tidak mengetahui siapa yang menerima ekstrak Melaleuca leucadendra dan siapa yang menerima plasebo. Hasilnya menunjukkan bahwa aplikasi topikal ekstrak Melaleuca leucadendra secara signifikan mengurangi nyeri otot dibandingkan dengan plasebo. Namun, studi ini hanya melibatkan peserta dengan nyeri otot ringan hingga sedang, sehingga efektivitasnya pada kasus nyeri otot yang lebih parah belum diketahui.

Meskipun hasil studi-studi ini menjanjikan, penting untuk dicatat bahwa penelitian tentang efektivitas ekstrak Melaleuca leucadendra masih terbatas dan seringkali memiliki ukuran sampel yang kecil. Selain itu, terdapat variasi dalam metode penelitian, dosis ekstrak yang digunakan, dan populasi peserta, yang mempersulit perbandingan hasil antar studi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih ketat dan ukuran sampel yang lebih besar untuk mengonfirmasi efektivitas dan keamanan ekstrak Melaleuca leucadendra secara definitif. Interpretasi bukti ilmiah harus dilakukan secara hati-hati dan mempertimbangkan keterbatasan yang ada.