Intip 7 Manfaat Buah Harendong Monyet yang Bikin Kamu Penasaran!

Minggu, 27 Juli 2025 oleh journal

Khasiat dari konsumsi buah tanaman yang dikenal dengan nama harendong monyet mencakup potensi peningkatan kesehatan. Buah ini dipercaya mengandung senyawa yang bermanfaat bagi tubuh, termasuk antioksidan dan nutrisi penting lainnya. Penggunaan tradisional seringkali memanfaatkan buah ini untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan tertentu.

"Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, data awal menunjukkan bahwa ekstrak dari tanaman ini memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami. Konsumsi buahnya, dalam jumlah yang wajar, bisa menjadi bagian dari pola makan sehat yang mendukung kesehatan secara keseluruhan."

Intip 7 Manfaat Buah Harendong Monyet yang Bikin Kamu Penasaran!

- Dr. Amelia Wijaya, Ahli Gizi Klinik

Buah dari tanaman yang dimaksud, kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid dan tanin, yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.

Antioksidan membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang berkontribusi pada berbagai penyakit kronis. Beberapa studi in-vitro menunjukkan potensi senyawa ini dalam menghambat pertumbuhan sel kanker dan mengurangi peradangan. Selain itu, kandungan seratnya dapat mendukung kesehatan pencernaan.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa penelitian tentang efek konsumsi buah ini pada manusia masih terbatas. Disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah sedang sebagai bagian dari diet seimbang, dan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum menjadikannya bagian integral dari pengobatan atau pencegahan penyakit tertentu. Belum ada dosis yang ditetapkan secara pasti, sehingga kehati-hatian tetap diperlukan, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu atau yang sedang mengonsumsi obat-obatan.

Manfaat Buah Harendong Monyet

Buah harendong monyet, meskipun kurang dikenal secara luas, memiliki potensi manfaat kesehatan yang signifikan. Eksplorasi terhadap kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif di dalamnya membuka peluang pemanfaatan sebagai sumber alami untuk mendukung kesehatan.

  • Antioksidan Alami
  • Mendukung Pencernaan
  • Potensi Anti-inflamasi
  • Sumber Nutrisi
  • Menangkal Radikal Bebas
  • Kesehatan Jantung
  • Potensi Anti-kanker

Manfaat yang telah disebutkan di atas saling terkait dalam mendukung kesehatan secara menyeluruh. Sebagai contoh, kandungan antioksidan membantu melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas, yang pada gilirannya dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker. Serat yang terkandung dalam buah ini juga berkontribusi pada kesehatan pencernaan, memastikan penyerapan nutrisi yang optimal. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat ini secara definitif dan menentukan dosis yang aman dan efektif.

Antioksidan Alami

Keberadaan senyawa antioksidan dalam buah yang berasal dari tanaman harendong monyet menjadikannya sumber alami yang potensial untuk menangkal radikal bebas. Radikal bebas, sebagai molekul tidak stabil, dapat memicu kerusakan sel dan DNA, yang berkontribusi pada proses penuaan dini dan peningkatan risiko berbagai penyakit degeneratif, termasuk kanker, penyakit jantung, dan gangguan neurodegeneratif. Antioksidan bekerja dengan menetralkan radikal bebas, mencegah kerusakan oksidatif yang mereka sebabkan. Dengan demikian, konsumsi buah ini, sebagai sumber antioksidan, dapat membantu memelihara integritas seluler dan mengurangi beban oksidatif pada tubuh. Senyawa-senyawa seperti flavonoid, tanin, dan vitamin tertentu yang ditemukan dalam buah tersebut berkontribusi pada aktivitas antioksidan ini. Potensi ini menjadikan buah tersebut relevan dalam konteks upaya preventif terhadap berbagai penyakit kronis yang berkaitan dengan stres oksidatif.

Mendukung Pencernaan

Keterkaitan antara konsumsi buah dari tanaman yang sering disebut harendong monyet dan dukungan terhadap kesehatan pencernaan merupakan aspek penting dalam memahami manfaat potensialnya. Kandungan tertentu dalam buah ini diyakini berkontribusi positif terhadap fungsi sistem pencernaan.

  • Kandungan Serat Alami

    Buah ini mengandung serat, baik serat larut maupun tidak larut, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan. Serat larut membantu memperlambat proses pencernaan, meningkatkan rasa kenyang, dan mengatur kadar gula darah. Serat tidak larut membantu mempercepat pergerakan makanan melalui usus, mencegah sembelit dan masalah pencernaan lainnya. Konsumsi serat yang cukup berkontribusi pada kelancaran proses pencernaan secara keseluruhan.

  • Prebiotik Potensial

    Beberapa jenis buah dapat bertindak sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik dalam usus. Bakteri baik ini penting untuk menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yang berperan dalam berbagai fungsi, termasuk pencernaan, penyerapan nutrisi, dan sistem kekebalan tubuh. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi sifat prebiotik dari buah ini secara spesifik, potensi ini menunjukkan kontribusi positif terhadap kesehatan usus.

  • Mengurangi Risiko Sembelit

    Kandungan serat yang tinggi membantu melunakkan feses dan mempermudah pergerakannya melalui usus. Hal ini mengurangi risiko sembelit dan masalah terkait seperti wasir. Konsumsi buah ini secara teratur, sebagai bagian dari diet seimbang, dapat membantu menjaga keteraturan buang air besar.

  • Membantu Proses Penyerapan Nutrisi

    Pencernaan yang sehat memastikan penyerapan nutrisi yang optimal dari makanan. Dengan mendukung kesehatan saluran pencernaan, buah ini secara tidak langsung berkontribusi pada penyerapan nutrisi yang lebih efisien, yang penting untuk kesehatan secara keseluruhan.

  • Meredakan Peradangan pada Saluran Pencernaan

    Beberapa senyawa dalam buah, seperti antioksidan, memiliki sifat anti-inflamasi. Peradangan kronis pada saluran pencernaan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Konsumsi buah ini dapat membantu meredakan peradangan dan meningkatkan kesehatan saluran pencernaan.

Dengan demikian, dukungan terhadap pencernaan yang diberikan oleh konsumsi buah ini terkait erat dengan manfaat potensialnya secara keseluruhan. Kandungan serat, potensi prebiotik, dan sifat anti-inflamasi berkontribusi pada kesehatan saluran pencernaan, yang merupakan fondasi penting bagi kesehatan secara keseluruhan. Perlu diingat bahwa efek ini dapat bervariasi tergantung pada individu dan jumlah konsumsi.

Potensi Anti-inflamasi

Keberadaan senyawa dengan sifat anti-inflamasi dalam buah tanaman tersebut menjadikannya relevan dalam konteks pengelolaan peradangan dalam tubuh. Peradangan, meskipun merupakan respons alami terhadap cedera atau infeksi, dapat menjadi kronis dan berkontribusi pada berbagai penyakit, termasuk arthritis, penyakit jantung, diabetes, dan bahkan beberapa jenis kanker. Senyawa-senyawa bioaktif yang terkandung dalam buah ini, seperti flavonoid dan tanin, diketahui memiliki kemampuan untuk menghambat jalur-jalur inflamasi dalam tubuh. Mekanisme kerjanya melibatkan penekanan produksi sitokin pro-inflamasi, molekul-molekul yang memicu dan memperkuat respons peradangan. Dengan mengurangi produksi sitokin ini, buah ini berpotensi meredakan gejala peradangan dan membantu mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut. Selain itu, beberapa studi in vitro dan in vivo (pada hewan) menunjukkan bahwa ekstrak dari tanaman ini memiliki kemampuan untuk menghambat aktivitas enzim-enzim yang terlibat dalam proses inflamasi. Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa penelitian lebih lanjut, khususnya uji klinis pada manusia, diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan penggunaan buah ini sebagai agen anti-inflamasi. Data yang ada saat ini menunjukkan potensi yang menjanjikan, namun belum cukup untuk merekomendasikan penggunaannya sebagai pengganti pengobatan medis konvensional. Konsumsi buah ini dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari pendekatan holistik untuk mengelola peradangan, namun selalu dianjurkan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum membuat perubahan signifikan pada diet atau rejimen pengobatan.

Sumber Nutrisi

Kandungan nutrisi yang terdapat dalam buah tanaman harendong monyet berkontribusi signifikan terhadap potensi manfaat kesehatan yang ditawarkannya. Kehadiran berbagai vitamin, mineral, dan senyawa penting lainnya menjadikan buah ini sebagai sumber nutrisi yang berharga.

  • Vitamin C

    Vitamin C, sebagai antioksidan kuat, berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, dan mendukung produksi kolagen. Kandungan vitamin C dalam buah ini dapat membantu memenuhi kebutuhan harian dan berkontribusi pada kesehatan kulit, tulang, dan pembuluh darah.

  • Vitamin A

    Vitamin A penting untuk kesehatan mata, pertumbuhan sel, dan fungsi kekebalan tubuh. Sebagai sumber vitamin A, buah ini mendukung penglihatan yang baik, terutama dalam kondisi minim cahaya, serta membantu menjaga kesehatan kulit dan membran mukosa.

  • Mineral Penting (Kalium, Magnesium)

    Kalium berperan dalam mengatur tekanan darah, menjaga keseimbangan cairan, dan mendukung fungsi otot dan saraf. Magnesium penting untuk metabolisme energi, fungsi otot dan saraf, serta menjaga kesehatan tulang. Kehadiran mineral-mineral ini dalam buah ini mendukung berbagai fungsi fisiologis penting dalam tubuh.

  • Serat Pangan

    Serat pangan, baik larut maupun tidak larut, penting untuk kesehatan pencernaan. Serat membantu melancarkan buang air besar, mencegah sembelit, dan mengatur kadar gula darah. Kandungan serat dalam buah ini berkontribusi pada kesehatan usus dan membantu menjaga berat badan yang sehat.

  • Karbohidrat Kompleks

    Karbohidrat kompleks menyediakan energi yang berkelanjutan bagi tubuh. Berbeda dengan karbohidrat sederhana yang menyebabkan lonjakan gula darah, karbohidrat kompleks dicerna secara perlahan, memberikan energi yang stabil dan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

  • Senyawa Antioksidan (Flavonoid, Tanin)

    Flavonoid dan tanin adalah senyawa antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Senyawa-senyawa ini juga memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat membantu mencegah berbagai penyakit kronis. Kehadiran senyawa-senyawa ini meningkatkan nilai gizi buah ini dan berkontribusi pada potensi manfaat kesehatannya.

Dengan demikian, profil nutrisi yang kaya dari buah ini menjadikannya kontributor potensial terhadap kesehatan secara keseluruhan. Kombinasi vitamin, mineral, serat, karbohidrat kompleks, dan senyawa antioksidan memberikan dukungan nutrisi yang komprehensif, yang pada gilirannya berkontribusi pada berbagai manfaat kesehatan yang dikaitkan dengan konsumsi buah ini.

Menangkal Radikal Bebas

Kemampuan suatu buah untuk menangkal radikal bebas memiliki korelasi erat dengan potensi manfaat kesehatan yang dimilikinya. Radikal bebas, sebagai molekul tidak stabil yang dihasilkan dari proses metabolisme normal atau paparan lingkungan seperti polusi dan radiasi, dapat memicu kerusakan seluler melalui proses yang dikenal sebagai stres oksidatif. Kerusakan ini, jika tidak terkendali, dapat berkontribusi pada perkembangan berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, diabetes, dan gangguan neurodegeneratif.

Buah-buahan tertentu, termasuk yang berasal dari tanaman yang dikenal dengan nama harendong monyet, mengandung senyawa antioksidan dalam konsentrasi signifikan. Antioksidan berperan penting dalam menetralkan radikal bebas, mencegah mereka merusak sel dan DNA. Senyawa-senyawa seperti flavonoid, tanin, vitamin C, dan vitamin E, yang sering ditemukan dalam buah-buahan, bertindak sebagai 'pemadam' radikal bebas, mengubahnya menjadi molekul yang lebih stabil dan tidak berbahaya.

Dengan demikian, konsumsi buah yang kaya antioksidan dapat membantu mengurangi beban stres oksidatif pada tubuh, melindungi sel-sel dari kerusakan, dan mengurangi risiko pengembangan penyakit kronis. Potensi ini menjadikan buah tersebut sebagai bagian penting dari strategi pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan secara keseluruhan. Namun, penting untuk dicatat bahwa efek perlindungan ini bersifat kumulatif dan paling efektif ketika dikombinasikan dengan gaya hidup sehat lainnya, termasuk diet seimbang, olahraga teratur, dan menghindari paparan berlebihan terhadap faktor-faktor lingkungan yang merusak.

Kesehatan Jantung

Keterkaitan antara konsumsi buah dari tanaman yang dikenal sebagai harendong monyet dan kesehatan jantung melibatkan beberapa mekanisme potensial. Buah ini diyakini mengandung senyawa yang dapat berkontribusi positif terhadap fungsi kardiovaskular dan mengurangi faktor risiko penyakit jantung.

  • Pengurangan Tekanan Darah
    Kandungan kalium dalam buah ini berperan dalam mengatur tekanan darah. Kalium membantu menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh, sehingga membantu menjaga tekanan darah dalam rentang normal. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung, sehingga konsumsi kalium yang cukup sangat penting untuk kesehatan jantung.
  • Penurunan Kadar Kolesterol
    Serat larut yang terkandung dalam buah ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL ("kolesterol jahat") dalam darah. Serat larut mengikat kolesterol di saluran pencernaan dan mencegah penyerapannya ke dalam aliran darah. Penurunan kadar kolesterol LDL membantu mengurangi risiko penumpukan plak di arteri, yang dapat menyebabkan aterosklerosis dan penyakit jantung.
  • Efek Antioksidan
    Senyawa antioksidan, seperti flavonoid dan vitamin C, membantu melindungi sel-sel jantung dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada pembuluh darah, yang berkontribusi pada perkembangan penyakit jantung. Antioksidan menetralkan radikal bebas dan mencegah kerusakan oksidatif, sehingga melindungi kesehatan jantung.
  • Pengurangan Peradangan
    Sifat anti-inflamasi dari beberapa senyawa dalam buah ini dapat membantu mengurangi peradangan kronis dalam tubuh. Peradangan kronis merupakan faktor risiko penting penyakit jantung, karena dapat merusak pembuluh darah dan memicu pembentukan plak. Dengan mengurangi peradangan, buah ini dapat membantu melindungi kesehatan jantung.
  • Peningkatan Fungsi Pembuluh Darah
    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam buah-buahan tertentu dapat membantu meningkatkan fungsi endotel, yaitu lapisan sel yang melapisi bagian dalam pembuluh darah. Fungsi endotel yang sehat penting untuk menjaga kelancaran aliran darah dan mencegah pembentukan gumpalan darah.

Meskipun mekanisme-mekanisme ini menjanjikan, penting untuk diingat bahwa penelitian lebih lanjut, khususnya uji klinis pada manusia, diperlukan untuk mengkonfirmasi efek konsumsi buah ini secara spesifik terhadap kesehatan jantung. Konsumsi buah ini dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari diet sehat yang mendukung kesehatan jantung, namun tidak boleh dianggap sebagai pengganti pengobatan medis konvensional. Gaya hidup sehat secara keseluruhan, termasuk diet seimbang, olahraga teratur, dan menghindari merokok, tetap merupakan faktor terpenting dalam menjaga kesehatan jantung.

Potensi Anti-kanker

Eksplorasi potensi anti-kanker dari tanaman tertentu, termasuk buahnya, menjadi area penelitian yang menarik karena adanya kebutuhan mendesak akan sumber alami yang dapat mendukung pencegahan dan pengobatan kanker. Senyawa-senyawa yang terkandung di dalamnya dapat berinteraksi dengan berbagai jalur molekuler yang terlibat dalam perkembangan kanker.

  • Aktivitas Antioksidan yang Kuat

    Kandungan antioksidan yang tinggi membantu menetralkan radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat merusak DNA dan memicu mutasi yang mengarah pada pembentukan sel kanker. Contohnya, flavonoid dan tanin, yang sering ditemukan dalam buah-buahan, telah terbukti memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker dalam studi in vitro. Implikasinya, konsumsi buah dengan aktivitas antioksidan yang kuat dapat membantu melindungi sel-sel dari kerusakan oksidatif dan mengurangi risiko kanker.

  • Induksi Apoptosis (Kematian Sel Terprogram)

    Beberapa senyawa dalam tanaman telah menunjukkan kemampuan untuk menginduksi apoptosis, atau kematian sel terprogram, pada sel kanker. Apoptosis adalah mekanisme alami yang digunakan tubuh untuk menghilangkan sel-sel yang rusak atau abnormal. Senyawa-senyawa ini dapat memicu jalur apoptosis dalam sel kanker, menyebabkan mereka menghancurkan diri sendiri tanpa merusak sel-sel sehat di sekitarnya. Studi laboratorium telah menunjukkan bahwa ekstrak dari tanaman tertentu dapat menginduksi apoptosis pada sel kanker payudara dan usus besar.

  • Inhibisi Angiogenesis

    Angiogenesis, pembentukan pembuluh darah baru, sangat penting bagi pertumbuhan dan penyebaran tumor kanker. Tumor membutuhkan suplai darah yang konstan untuk mendapatkan nutrisi dan oksigen. Beberapa senyawa alami telah terbukti menghambat angiogenesis, sehingga menghambat pertumbuhan tumor dengan membatasi akses mereka ke sumber daya yang dibutuhkan. Contohnya, beberapa flavonoid memiliki sifat anti-angiogenik yang dapat membantu mencegah penyebaran kanker ke bagian tubuh lain.

  • Modulasi Siklus Sel

    Siklus sel adalah serangkaian peristiwa yang mengarah pada pembelahan sel. Sel kanker seringkali memiliki siklus sel yang tidak terkendali, menyebabkan mereka membelah diri secara cepat dan tidak terkendali. Beberapa senyawa alami dapat memodulasi siklus sel, menghentikan pembelahan sel kanker pada tahap tertentu. Ini dapat membantu memperlambat pertumbuhan tumor dan mencegah penyebarannya.

  • Efek Anti-inflamasi

    Peradangan kronis telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Senyawa dengan sifat anti-inflamasi dapat membantu mengurangi peradangan dan mencegah perkembangan kanker. Sebagai contoh, beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi makanan kaya antioksidan dan senyawa anti-inflamasi dapat membantu mengurangi risiko kanker usus besar dan payudara.

Meskipun temuan awal ini menjanjikan, penting untuk dicatat bahwa penelitian lebih lanjut, termasuk uji klinis pada manusia, diperlukan untuk mengkonfirmasi potensi anti-kanker dari tanaman ini secara definitif. Konsumsi buah sebagai bagian dari diet seimbang dapat memberikan manfaat kesehatan, tetapi tidak boleh dianggap sebagai pengganti pengobatan medis konvensional untuk kanker. Konsultasi dengan profesional kesehatan sangat dianjurkan untuk mendapatkan informasi dan panduan yang akurat mengenai pencegahan dan pengobatan kanker.

Tips Pemanfaatan Optimal

Untuk memaksimalkan potensi positif yang ditawarkan, perlu diperhatikan beberapa aspek penting dalam konsumsi dan pemanfaatan tanaman ini. Pendekatan yang tepat dapat membantu memastikan manfaat yang optimal dan mengurangi risiko efek samping yang tidak diinginkan.

Tip 1: Konsumsi dalam Jumlah Moderat
Meskipun memiliki potensi manfaat, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Dianjurkan untuk mengonsumsi dalam jumlah sedang sebagai bagian dari diet seimbang. Belum ada dosis pasti yang ditetapkan, sehingga kehati-hatian tetap diperlukan.

Tip 2: Perhatikan Kondisi Kesehatan Individu
Individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti gangguan pencernaan atau alergi, perlu berhati-hati dalam mengonsumsi. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum memasukkan tanaman ini ke dalam diet Anda, terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu.

Tip 3: Variasi dalam Pengolahan
Tanaman ini dapat diolah menjadi berbagai bentuk, seperti jus, teh, atau dikonsumsi langsung. Variasi dalam pengolahan dapat mempengaruhi ketersediaan nutrisi dan senyawa bioaktif. Eksperimen dengan berbagai metode pengolahan untuk menemukan cara yang paling sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda.

Tip 4: Kombinasikan dengan Diet Seimbang
Pemanfaatan tanaman ini sebaiknya tidak menggantikan pola makan sehat secara keseluruhan. Pastikan untuk mengonsumsi berbagai macam buah, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak untuk mendapatkan nutrisi yang lengkap dan seimbang.

Tip 5: Perhatikan Interaksi Obat
Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi tanaman ini secara teratur. Beberapa senyawa dalam tanaman ini dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu dan mempengaruhi efektivitasnya.

Pemanfaatan yang tepat, dengan memperhatikan kondisi kesehatan individu dan dikombinasikan dengan gaya hidup sehat, dapat membantu memaksimalkan potensi manfaat yang ditawarkan. Konsultasi dengan profesional kesehatan tetap merupakan langkah penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas pemanfaatan.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Meskipun penelitian komprehensif mengenai efek spesifik konsumsi buah dari tanaman yang dimaksud masih terbatas, beberapa studi awal memberikan indikasi mengenai potensi manfaatnya. Studi-studi ini umumnya berfokus pada analisis kandungan senyawa bioaktif dan efeknya pada model seluler atau hewan.

Sebagai contoh, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal fitokimia terkemuka menganalisis kandungan flavonoid dan tanin dalam ekstrak buah tersebut. Hasilnya menunjukkan konsentrasi signifikan senyawa-senyawa ini, yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Studi in vitro lebih lanjut menguji efek ekstrak tersebut pada sel kanker usus besar, menunjukkan potensi penghambatan pertumbuhan sel kanker.

Namun, penting untuk dicatat bahwa studi-studi ini memiliki keterbatasan. Penelitian in vitro, meskipun memberikan wawasan tentang mekanisme aksi potensial, tidak selalu mencerminkan efek yang sama pada tubuh manusia. Selain itu, penelitian pada hewan mungkin tidak dapat secara langsung diekstrapolasi ke manusia. Diperlukan uji klinis terkontrol dengan partisipan manusia untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan konsumsi buah ini.

Terdapat pula laporan kasus anekdotal yang menggambarkan pengalaman individu yang mengonsumsi buah tersebut dan melaporkan perbaikan dalam kondisi kesehatan tertentu, seperti penurunan gejala peradangan atau peningkatan energi. Namun, laporan kasus ini tidak dapat dianggap sebagai bukti ilmiah yang kuat karena kurangnya kontrol dan objektivitas. Tetap diperlukan pendekatan ilmiah yang ketat untuk memahami secara komprehensif manfaat potensial dan risiko yang terkait dengan konsumsi buah ini.