7 Manfaat Makan Buah Naga yang Bikin Penasaran!

Kamis, 24 Juli 2025 oleh journal

Konsumsi buah naga memberikan sejumlah keuntungan bagi kesehatan tubuh. Buah ini kaya akan antioksidan yang membantu melawan radikal bebas. Kandungan seratnya mendukung kesehatan pencernaan dan membantu menjaga kadar gula darah stabil. Selain itu, buah naga mengandung vitamin dan mineral penting yang berperan dalam menjaga fungsi tubuh secara optimal, termasuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

"Buah naga, dengan kandungan nutrisinya yang kaya, menawarkan potensi signifikan dalam mendukung kesehatan secara keseluruhan. Konsumsi teratur dapat memberikan kontribusi positif bagi sistem imun dan kesehatan pencernaan," ujar Dr. Amelia Hartono, seorang ahli gizi klinis.

7 Manfaat Makan Buah Naga yang Bikin Penasaran!

- Dr. Amelia Hartono, Ahli Gizi Klinis

Penelitian menunjukkan bahwa pigmen betalain yang terdapat pada buah naga berperan sebagai antioksidan kuat, melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, kandungan serat prebiotik dalam buah ini menutrisi bakteri baik dalam usus, meningkatkan kesehatan mikrobioma dan imunitas. Vitamin C yang terkandung juga mendukung fungsi kekebalan tubuh. Untuk mendapatkan manfaat optimal, buah ini dapat dikonsumsi secara teratur sebagai bagian dari diet seimbang, dengan porsi yang disesuaikan dengan kebutuhan individu.

Apa Manfaat Makan Buah Naga

Konsumsi buah naga secara teratur dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan tubuh. Manfaat-manfaat ini berasal dari kandungan nutrisi yang kaya, termasuk vitamin, mineral, serat, dan antioksidan.

  • Antioksidan kuat.
  • Meningkatkan imunitas.
  • Menyehatkan pencernaan.
  • Menstabilkan gula darah.
  • Menjaga kesehatan jantung.
  • Sumber serat.
  • Mencegah kanker.

Berbagai manfaat tersebut saling berkaitan dan berkontribusi pada kesehatan secara holistik. Misalnya, kandungan antioksidan pada buah naga, seperti betalain, bekerja melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat memicu berbagai penyakit kronis termasuk kanker. Serat prebiotik mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam usus, sehingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan penyerapan nutrisi. Dengan demikian, konsumsi buah naga secara rutin dapat menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.

Antioksidan Kuat

Kandungan antioksidan yang tinggi merupakan salah satu faktor utama yang menjadikan buah naga bermanfaat bagi kesehatan. Antioksidan berperan penting dalam menangkal radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu berbagai penyakit kronis.

  • Perlindungan Terhadap Kerusakan Sel

    Radikal bebas, yang dihasilkan dari metabolisme normal tubuh dan paparan lingkungan seperti polusi dan radiasi, dapat menyebabkan stres oksidatif. Stres oksidatif ini dapat merusak DNA, protein, dan lipid dalam sel, meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, dan penuaan dini. Antioksidan dalam buah naga, seperti betalain, bekerja dengan menetralkan radikal bebas, mencegah kerusakan seluler.

  • Peran Betalain dalam Menangkal Radikal Bebas

    Betalain adalah pigmen yang memberikan warna merah atau ungu pada buah naga. Selain memberikan warna yang menarik, betalain juga memiliki sifat antioksidan yang kuat. Penelitian menunjukkan bahwa betalain efektif dalam menangkal berbagai jenis radikal bebas, melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif.

  • Pengaruh Antioksidan Terhadap Kesehatan Jantung

    Stres oksidatif berkontribusi pada perkembangan penyakit jantung dengan merusak lapisan pembuluh darah dan meningkatkan pembentukan plak. Antioksidan dalam buah naga membantu melindungi pembuluh darah dari kerusakan ini, mengurangi risiko aterosklerosis dan penyakit jantung koroner.

  • Potensi Anti-Kanker

    Kerusakan DNA akibat radikal bebas merupakan salah satu faktor utama dalam perkembangan kanker. Dengan melindungi DNA dari kerusakan, antioksidan dalam buah naga dapat membantu mencegah mutasi seluler yang mengarah pada pembentukan tumor. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi efek anti-kanker buah naga pada manusia, namun potensi ini menjanjikan.

  • Dampak pada Sistem Kekebalan Tubuh

    Stres oksidatif dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Antioksidan dalam buah naga membantu menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh dengan melindungi sel-sel imun dari kerusakan oksidatif, sehingga meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit.

Dengan kandungan antioksidan yang kaya, buah naga menawarkan perlindungan signifikan terhadap kerusakan sel akibat radikal bebas. Perlindungan ini berkontribusi pada pencegahan berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, dan penurunan fungsi kognitif. Oleh karena itu, memasukkan buah naga dalam diet sehari-hari dapat menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Meningkatkan Imunitas

Konsumsi buah naga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan sistem kekebalan tubuh. Efek ini didorong oleh beberapa faktor yang saling berinteraksi. Pertama, buah ini mengandung vitamin C, sebuah nutrisi yang dikenal luas akan perannya dalam mendukung fungsi sel-sel imun. Vitamin C membantu menstimulasi produksi dan aktivitas sel darah putih, yang merupakan garda depan pertahanan tubuh terhadap infeksi. Selain itu, buah naga kaya akan antioksidan, termasuk betalain, yang melindungi sel-sel imun dari kerusakan akibat radikal bebas. Kerusakan oksidatif dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga perlindungan antioksidan ini esensial untuk menjaga efektivitasnya. Lebih lanjut, kandungan serat prebiotik dalam buah naga memelihara bakteri baik dalam usus. Mikrobioma usus yang sehat berperan krusial dalam imunitas, karena bakteri baik membantu melatih dan memodulasi respons imun, serta mencegah pertumbuhan bakteri patogen. Dengan demikian, kombinasi vitamin C, antioksidan, dan serat prebiotik dalam buah naga bekerja sinergis untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kemampuan tubuh melawan penyakit.

Menyehatkan Pencernaan

Keterkaitan antara konsumsi buah naga dan kesehatan sistem pencernaan terletak pada kandungan serat yang signifikan dalam buah tersebut. Serat, khususnya serat makanan, memainkan peran krusial dalam menjaga fungsi optimal saluran pencernaan. Buah naga mengandung baik serat larut maupun serat tidak larut, yang masing-masing memberikan manfaat unik.

Serat larut, saat dicerna, membentuk gel yang membantu memperlambat proses pencernaan. Hal ini berkontribusi pada pengaturan kadar gula darah dan memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga dapat membantu dalam pengendalian berat badan. Selain itu, serat larut membantu menurunkan kadar kolesterol LDL ("kolesterol jahat") dalam darah.

Serat tidak larut, di sisi lain, tidak larut dalam air dan membantu meningkatkan volume tinja. Ini memfasilitasi pergerakan usus yang lebih teratur dan mencegah konstipasi. Dengan meningkatkan massa tinja, serat tidak larut membantu mempercepat proses eliminasi limbah dari tubuh, mengurangi risiko terjadinya penumpukan racun dalam usus.

Selain itu, buah naga mengandung prebiotik, sejenis serat yang tidak dapat dicerna oleh manusia tetapi berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik dalam usus (probiotik). Prebiotik mempromosikan pertumbuhan dan aktivitas bakteri menguntungkan, yang berkontribusi pada kesehatan mikrobioma usus. Mikrobioma usus yang seimbang penting untuk pencernaan yang efisien, penyerapan nutrisi yang optimal, dan bahkan imunitas yang kuat. Bakteri baik membantu memecah makanan, menghasilkan vitamin tertentu, dan melawan pertumbuhan bakteri patogen yang dapat menyebabkan infeksi dan gangguan pencernaan.

Dengan demikian, kandungan serat yang kaya, baik serat larut maupun tidak larut, serta prebiotik dalam buah naga, secara sinergis mendukung kesehatan pencernaan. Konsumsi teratur buah ini dapat membantu mencegah konstipasi, menjaga keteraturan buang air besar, menyeimbangkan mikrobioma usus, dan meningkatkan penyerapan nutrisi, yang semuanya berkontribusi pada fungsi sistem pencernaan yang optimal.

Menstabilkan Gula Darah

Kemampuan untuk membantu menstabilkan kadar gula darah merupakan salah satu aspek penting dari efek positif konsumsi buah naga terhadap kesehatan. Kondisi gula darah yang stabil krusial dalam mencegah resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan komplikasi terkait lainnya. Buah naga menawarkan beberapa mekanisme yang berkontribusi pada stabilitas gula darah.

  • Serat Larut Air dan Pengaturan Absorbsi Glukosa

    Kandungan serat larut air dalam buah naga membentuk gel dalam saluran pencernaan. Gel ini memperlambat proses pencernaan dan penyerapan glukosa dari makanan. Akibatnya, peningkatan kadar gula darah setelah makan (lonjakan glikemik) menjadi lebih terkendali, menghindari fluktuasi ekstrem yang dapat memicu resistensi insulin.

  • Indeks Glikemik yang Moderat

    Buah naga memiliki indeks glikemik (IG) yang tergolong moderat. IG mengukur seberapa cepat suatu makanan meningkatkan kadar gula darah. Makanan dengan IG rendah atau moderat menyebabkan peningkatan gula darah yang lebih bertahap dan stabil dibandingkan dengan makanan dengan IG tinggi.

  • Antioksidan dan Sensitivitas Insulin

    Stres oksidatif, yang disebabkan oleh radikal bebas, dapat mengganggu fungsi insulin dan menyebabkan resistensi insulin. Antioksidan dalam buah naga, seperti betalain, membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif, termasuk sel-sel yang terlibat dalam metabolisme glukosa. Dengan mengurangi stres oksidatif, antioksidan dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

  • Pengaruh pada Mikrobioma Usus

    Serat prebiotik dalam buah naga mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam usus. Mikrobioma usus yang sehat memainkan peran penting dalam regulasi gula darah. Bakteri baik dapat memproduksi asam lemak rantai pendek (SCFA) yang meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi peradangan, yang keduanya berkontribusi pada stabilitas gula darah.

  • Kombinasi Nutrisi yang Sinergis

    Kombinasi serat, antioksidan, dan prebiotik dalam buah naga bekerja secara sinergis untuk menstabilkan gula darah. Serat memperlambat penyerapan glukosa, antioksidan melindungi sel dari kerusakan oksidatif, dan prebiotik mendukung kesehatan mikrobioma usus. Kombinasi ini memberikan efek yang lebih kuat dibandingkan dengan konsumsi masing-masing nutrisi secara terpisah.

Dengan demikian, konsumsi buah naga secara teratur, sebagai bagian dari diet seimbang, dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga kadar gula darah yang stabil. Hal ini bermanfaat bagi individu dengan risiko diabetes, penderita diabetes yang ingin mengelola kadar gula darah mereka, dan individu yang ingin menjaga kesehatan metabolik secara umum.

Menjaga Kesehatan Jantung

Pemeliharaan kesehatan jantung merupakan aspek krusial dalam kesejahteraan individu, dan konsumsi buah naga dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya ini. Efek kardioprotektif buah naga berasal dari kandungan nutrisi dan senyawa bioaktifnya yang bekerja secara sinergis untuk mendukung fungsi jantung yang optimal.

  • Antioksidan dan Perlindungan Terhadap Stres Oksidatif

    Stres oksidatif, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan, merupakan faktor risiko utama dalam perkembangan penyakit jantung. Antioksidan dalam buah naga, seperti betalain dan vitamin C, membantu menetralkan radikal bebas dan melindungi sel-sel jantung dari kerusakan oksidatif. Perlindungan ini mengurangi risiko aterosklerosis, suatu kondisi di mana plak menumpuk di arteri, mempersempitnya dan membatasi aliran darah ke jantung.

  • Serat dan Pengaturan Kadar Kolesterol

    Kadar kolesterol tinggi, khususnya kolesterol LDL ("kolesterol jahat"), berkontribusi pada pembentukan plak di arteri. Serat larut dalam buah naga membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dengan mengikat kolesterol dalam saluran pencernaan dan mencegah penyerapannya ke dalam darah. Dengan mengurangi kadar kolesterol LDL, serat membantu menjaga arteri tetap bersih dan aliran darah lancar.

  • Kalium dan Pengendalian Tekanan Darah

    Tekanan darah tinggi (hipertensi) memberikan tekanan berlebih pada jantung dan arteri, meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Kalium, mineral penting yang terdapat dalam buah naga, membantu mengatur tekanan darah dengan menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh. Kalium membantu melebarkan pembuluh darah, mengurangi tekanan pada jantung, dan meningkatkan aliran darah.

  • Efek Anti-Inflamasi dan Pencegahan Penyakit Jantung

    Peradangan kronis memainkan peran penting dalam perkembangan penyakit jantung. Senyawa bioaktif dalam buah naga memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, termasuk peradangan pada arteri. Dengan mengurangi peradangan, buah naga membantu mencegah pembentukan plak dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Kombinasi antioksidan, serat, kalium, dan senyawa anti-inflamasi dalam buah naga berkontribusi pada kesehatan jantung secara keseluruhan. Konsumsi teratur buah ini, sebagai bagian dari diet seimbang dan gaya hidup sehat, dapat membantu melindungi jantung dari kerusakan, mengurangi risiko penyakit jantung, dan meningkatkan fungsi jantung yang optimal.

Sumber Serat

Kandungan serat yang signifikan dalam buah naga berkontribusi pada sejumlah manfaat kesehatan yang luas. Serat, sebagai komponen penting dari diet seimbang, memainkan peran krusial dalam mendukung berbagai fungsi tubuh, terutama dalam konteks pencernaan dan metabolisme.

  • Peningkatan Kesehatan Pencernaan

    Serat dalam buah naga, baik serat larut maupun tidak larut, membantu meningkatkan volume tinja dan memfasilitasi pergerakan usus yang teratur. Hal ini mencegah konstipasi dan menjaga kesehatan saluran pencernaan secara keseluruhan. Contohnya, konsumsi buah naga secara rutin dapat mengurangi keluhan sembelit pada individu yang memiliki pola makan rendah serat.

  • Pengaturan Kadar Gula Darah

    Serat larut dalam buah naga memperlambat penyerapan glukosa dari makanan, membantu menstabilkan kadar gula darah setelah makan. Efek ini penting dalam mencegah lonjakan gula darah yang dapat memicu resistensi insulin dan diabetes tipe 2. Studi menunjukkan bahwa diet tinggi serat dapat meningkatkan kontrol glikemik pada penderita diabetes.

  • Pengelolaan Berat Badan

    Serat memberikan rasa kenyang lebih lama, membantu mengurangi asupan kalori secara keseluruhan dan mendukung upaya pengelolaan berat badan. Konsumsi buah naga sebagai camilan sehat dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mencegah makan berlebihan.

  • Penurunan Kadar Kolesterol

    Serat larut mengikat kolesterol dalam saluran pencernaan, mencegah penyerapannya ke dalam darah. Hal ini membantu menurunkan kadar kolesterol LDL ("kolesterol jahat"), mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan asupan serat dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

  • Dukungan Mikrobioma Usus

    Serat prebiotik dalam buah naga menutrisi bakteri baik dalam usus, meningkatkan kesehatan mikrobioma usus. Mikrobioma yang seimbang penting untuk pencernaan yang efisien, penyerapan nutrisi yang optimal, dan imunitas yang kuat. Diet kaya serat prebiotik dapat meningkatkan keragaman dan stabilitas mikrobioma usus.

  • Pencegahan Kanker Kolorektal

    Serat membantu mempercepat eliminasi limbah dari tubuh, mengurangi waktu kontak antara zat karsinogenik dengan lapisan usus. Hal ini dapat membantu mencegah kanker kolorektal. Studi epidemiologi menunjukkan bahwa konsumsi serat yang tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal.

Dengan demikian, kandungan serat yang kaya menjadikan buah naga sebagai makanan yang bermanfaat bagi kesehatan. Konsumsi teratur buah ini, sebagai bagian dari diet yang bervariasi, dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga kesehatan pencernaan, metabolisme, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Mencegah Kanker

Potensi buah naga dalam pencegahan kanker menjadi area penelitian yang menjanjikan, didorong oleh profil nutrisinya yang unik dan kandungan senyawa bioaktif yang kuat. Meskipun bukan pengganti pengobatan medis konvensional, konsumsi buah ini dapat berperan sebagai bagian dari strategi pencegahan kanker yang komprehensif.

  • Antioksidan dan Perlindungan DNA

    Radikal bebas dapat merusak DNA sel, yang merupakan langkah awal dalam pembentukan kanker. Buah naga kaya akan antioksidan seperti betalain dan vitamin C, yang menetralkan radikal bebas dan melindungi DNA dari kerusakan. Sebagai contoh, studi in vitro menunjukkan bahwa ekstrak buah naga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dengan menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram) pada sel-sel tersebut.

  • Efek Anti-Inflamasi dan Modulasi Sistem Imun

    Peradangan kronis dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker. Senyawa anti-inflamasi dalam buah naga dapat membantu mengurangi peradangan, menciptakan lingkungan yang kurang kondusif bagi pertumbuhan sel kanker. Selain itu, buah naga dapat memodulasi sistem imun, meningkatkan kemampuannya untuk mengenali dan menghancurkan sel-sel kanker.

  • Serat dan Kesehatan Kolon

    Kandungan serat yang tinggi dalam buah naga mendukung kesehatan kolon dengan mempromosikan buang air besar yang teratur dan mengurangi waktu kontak antara zat karsinogenik dengan lapisan usus. Diet tinggi serat telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal, salah satu jenis kanker yang paling umum.

  • Potensi Penghambatan Angiogenesis

    Angiogenesis, pembentukan pembuluh darah baru, penting bagi pertumbuhan dan penyebaran tumor. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa senyawa dalam buah naga mungkin memiliki sifat anti-angiogenik, menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang memberi makan tumor. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, temuan ini menunjukkan potensi buah naga dalam memperlambat pertumbuhan kanker.

Meskipun penelitian tentang efek anti-kanker buah naga masih dalam tahap awal, bukti yang ada menunjukkan potensi manfaat yang menjanjikan. Integrasi buah ini ke dalam diet seimbang, bersama dengan gaya hidup sehat lainnya, dapat berkontribusi pada upaya pencegahan kanker. Namun, penting untuk diingat bahwa buah naga bukan obat untuk kanker, dan konsultasi dengan profesional kesehatan tetap penting untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Tips untuk Mendapatkan Manfaat Optimal dari Konsumsi Buah Naga

Untuk memaksimalkan potensi dampak positif buah naga terhadap kesehatan, beberapa panduan berikut dapat dipertimbangkan.

Tip 1: Variasi Jenis Buah Naga
Terdapat beragam jenis buah naga, termasuk yang berdaging merah, putih, atau kuning. Setiap jenis memiliki profil nutrisi yang sedikit berbeda. Mengonsumsi variasi jenis buah naga dapat memastikan asupan nutrisi yang lebih komprehensif.

Tip 2: Konsumsi dalam Keadaan Segar
Buah naga sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan segar untuk mempertahankan kandungan nutrisinya secara optimal. Hindari mengolah buah naga dengan cara yang berlebihan, seperti merebus atau memanggang, yang dapat mengurangi kadar vitamin dan antioksidannya.

Tip 3: Kombinasikan dengan Sumber Nutrisi Lain
Padukan konsumsi buah naga dengan sumber nutrisi lain, seperti sayuran hijau, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh, untuk menciptakan diet seimbang yang mendukung kesehatan secara menyeluruh.

Tip 4: Perhatikan Porsi Konsumsi
Meskipun buah naga bermanfaat, konsumsi berlebihan tetap tidak dianjurkan. Perhatikan porsi konsumsi yang sesuai dengan kebutuhan individu dan kondisi kesehatan. Moderasi adalah kunci untuk mendapatkan manfaat optimal.

Tip 5: Konsultasi dengan Profesional Kesehatan
Individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes atau alergi makanan, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum mengonsumsi buah naga secara teratur. Hal ini untuk memastikan bahwa konsumsi buah naga aman dan sesuai dengan kebutuhan individu.

Dengan mengikuti panduan ini, konsumsi buah naga dapat menjadi bagian yang efektif dari strategi pemeliharaan kesehatan secara holistik. Integrasi buah ini ke dalam gaya hidup sehat, bersama dengan diet seimbang dan olahraga teratur, dapat memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan jangka panjang.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Sejumlah penelitian dan studi kasus telah meneliti dampak konsumsi buah naga terhadap berbagai aspek kesehatan. Beberapa studi berfokus pada efek antioksidan buah ini, mengukur kemampuannya dalam menangkal radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa betalain, pigmen yang memberikan warna pada buah naga, memiliki aktivitas antioksidan yang signifikan, berpotensi melindungi sel-sel dari kerusakan.

Studi lain mengeksplorasi hubungan antara konsumsi buah eksotis ini dan pengendalian kadar gula darah. Penelitian terkontrol pada kelompok individu dengan resistensi insulin menunjukkan bahwa asupan buah naga secara teratur dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi lonjakan glukosa pasca-prandial. Mekanisme yang mendasari efek ini diduga melibatkan kandungan serat dan senyawa bioaktif lainnya yang memengaruhi metabolisme glukosa.

Namun, penting untuk dicatat bahwa sebagian besar studi tentang manfaat kesehatan buah naga masih bersifat awal dan dilakukan dalam skala kecil. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar dan desain yang lebih ketat untuk mengkonfirmasi temuan ini dan mengeksplorasi potensi efek samping atau interaksi dengan obat-obatan.

Meskipun demikian, bukti yang ada menunjukkan bahwa konsumsi buah naga dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan. Individu yang tertarik untuk memasukkan buah ini ke dalam diet mereka dianjurkan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan, terutama jika mereka memiliki kondisi medis yang mendasarinya atau sedang mengonsumsi obat-obatan.