Sejarah LPMI


Kamis, 13 Juli 2017 | 13:38:02 |Dibaca : 321 Pembaca
about img

SEJARAH LPMI

 

Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi bertujuan menjamin pemenuhan Standar Pendidikan Tinggi secara sistemik dan berkelanjutan,  sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu. Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi berfungsi mengendalikan penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang  bermutu.

 

Penjaminan mutu pendidikan tinggi merupakan program yang penting dan wajib dilaksanakan oleh semua institusi penyelenggara pendidikan tinggi berdasarkan:

Undang-undang No. 20 tahun 2003, tentangSistemPendidikan Nasional Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.  Adapun pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan tinggi telah diatur sesuai dengan:

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 50 Tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.  Pelaksanaan dan implementasi system penjaminan mutu merupakan aspek yang menentukan untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi.

 

Penjaminan mutu pendidikan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh seluruh perguruantinggi. Secara internal penjaminan mutu ini biasa dilakukanoleh suatu badan atau unit satuan yang berkedudukan di bawah pimpinan Perguruan tinggi atau pimpinan pogram studi, terintegrasi kedalam manajemen perguruan tinggi atau pengorganisasian pelaksanaannya kombinasi keduanya. Untuk melihat mutu suatu Perguruan tinggi, setiap tahun Dirjen Dikti mewajibkan seluruh Perguruan tinggi mengisi Laporan Evaluasi Program Studi Berdasarkan Evaluasi Diri (EPSBED). Hasil EPSBED ini dapat dilihat secara langsung oleh stakeholder sehingga mereka dapat melihat sendiri kualitas suatu Perguruan tinggi.

 

Penjaminan mutu yang lahir atas prakarsa sendiri yang didasarkan atas kebutuhan dan keinginan institusi untuk terus meningkatkan mutu berkelanjutan, akan membentuk Perguruan tinggi yang sehat dan berkualitas. Setiap Perguruan tinggi diharapkan bersikap responsive terhadap kebutuhan stakeholders dan mampu membudayakan penjaminan mutu internal dan meningkatkan mutu secara berkelanjutan, sehingga stakeholders memperoleh kepuasan sebagaimana dicirikan oleh institusi perguruan tinggi yang berkualitas.

 

Penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada perguruan Tinggi merupakan sesuatu yang mendesak  agar perguruantinggi dapat bersaing dan dapat mengontrol kualitas pendidikan yang telah dijanjikan. Hal ini juga berkaitan dengan perubahan paradigm yaitu dari paradigma lama yang cenderung bahwa mutu pendidikan tinggi di suatu perguruan tinggi akan dapat dipelihara serta ditingkatkan apabila dilakukan pengawasan atau pengendalian yang ketat oleh pemerintah menjadi paradigm baru yang menyatakan bahwa perguruan tinggi harus menjamin dan menjaga mutu pendidikan yang diselenggarakannya secara mandiri agar visinya dapat diwujudkan melalui pelaksanaan misinya sehingga dapat memuaskan stakeholders.

Kewenangan otonom pada pendidikan tinggi menuntut prasyarat penerapan Good University Governance (GUG) terlebih dahulu, terutama dalam aspek akuntabilitas dan transparansi. Telah disadari bersama bahwa perbaikan dan penjaminan mutu dapat menjadi titik awal untuk mewujudkan akuntabilitas dan transparansi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. 

Dari pernyataan di atas tampak bahwa Penjaminan Mutu (Quality Assurance) di lingkungan Perguruan Tinggi sudah menjadi suatu keharusan, dimana secara internal Perguruan Tinggi akan selalu dituntut untuk menghasilkan lulusan berkualitas serta sebagai pemenuhan persyaratan pelanggan /stakeholder dan untuk mewujudkan GUG di STIKes Awal Bros Batam, penerapan Sistem Penjaminan Mutu merupakan menjadi suatu keharusan.

 

 

Iklan Layanan